<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Risiko Sertifikat Tanah Elektronik</title><description>Sertifikat tanah elektronik dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dinilai memiliki beberapa risiko.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/04/470/2355854/ini-risiko-sertifikat-tanah-elektronik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/04/470/2355854/ini-risiko-sertifikat-tanah-elektronik"/><item><title>Ini Risiko Sertifikat Tanah Elektronik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/04/470/2355854/ini-risiko-sertifikat-tanah-elektronik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/04/470/2355854/ini-risiko-sertifikat-tanah-elektronik</guid><pubDate>Kamis 04 Februari 2021 05:16 WIB</pubDate><dc:creator>Reza Andrafirdaus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/03/470/2355854/ini-risiko-sertifikat-tanah-elektronik-39loionNJn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sertifikat Tanah Jadi Elektronik. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/03/470/2355854/ini-risiko-sertifikat-tanah-elektronik-39loionNJn.jpg</image><title>Sertifikat Tanah Jadi Elektronik. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Sertifikat tanah elektronik dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dinilai memiliki beberapa risiko. Karena BPN akan menarik sertifikat tanah asli untuk diganti versi digital.
&quot;Sebenarnya sertifikat asli tetap harus dipegang pemilik. Selama ini yang asli dipegang pemilik saja banyak yang palsu apalagi tidak dipegang,&quot; ujar  Pengamat IT Heru Sutadi menilai inovasi, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, di Jakarta.
Karena itu, dia juga mengingatkan agar BPN harus mau mengembangkan teknologi blockchain. Jadi sertifikat didukung data elektronik dan tidak bisa diubah sembarangan.
&quot;Sekarang ini banyak masalah karena antara data di BPN dan di lapangan berbeda. Juga banyak tanah yang tidak ada sertifikatnya. Justru ini yang harus diperbaiki,&quot; jelasnya.
Baca Selengkapnya: Sertifikat Tanah Elektronik, Ini Risikonya
</description><content:encoded>JAKARTA - Sertifikat tanah elektronik dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dinilai memiliki beberapa risiko. Karena BPN akan menarik sertifikat tanah asli untuk diganti versi digital.
&quot;Sebenarnya sertifikat asli tetap harus dipegang pemilik. Selama ini yang asli dipegang pemilik saja banyak yang palsu apalagi tidak dipegang,&quot; ujar  Pengamat IT Heru Sutadi menilai inovasi, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, di Jakarta.
Karena itu, dia juga mengingatkan agar BPN harus mau mengembangkan teknologi blockchain. Jadi sertifikat didukung data elektronik dan tidak bisa diubah sembarangan.
&quot;Sekarang ini banyak masalah karena antara data di BPN dan di lapangan berbeda. Juga banyak tanah yang tidak ada sertifikatnya. Justru ini yang harus diperbaiki,&quot; jelasnya.
Baca Selengkapnya: Sertifikat Tanah Elektronik, Ini Risikonya
</content:encoded></item></channel></rss>
