<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>27 Perusahaan Antre IPO di BEI, Tak Ada BUMN</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi puluhan nama perusahaan yang berencana melakukan Initial Public Offering (IPO).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/278/2356881/27-perusahaan-antre-ipo-di-bei-tak-ada-bumn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/278/2356881/27-perusahaan-antre-ipo-di-bei-tak-ada-bumn"/><item><title>27 Perusahaan Antre IPO di BEI, Tak Ada BUMN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/278/2356881/27-perusahaan-antre-ipo-di-bei-tak-ada-bumn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/278/2356881/27-perusahaan-antre-ipo-di-bei-tak-ada-bumn</guid><pubDate>Jum'at 05 Februari 2021 09:46 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/05/278/2356881/27-perusahaan-antre-ipo-di-bei-tak-ada-bumn-NvpGxpH3q9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi IPO (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/05/278/2356881/27-perusahaan-antre-ipo-di-bei-tak-ada-bumn-NvpGxpH3q9.jpg</image><title>Ilustrasi IPO (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA -  Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi puluhan nama perusahaan yang berencana melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran perdana saham di Bursa. Terdapat 27 perusahaan yang terdapat dalam pipeline IPO BEI hingga 4 Februari 2021.
Baca Juga: 12 BUMN Segera IPO, Erick Thohir Jamin Bukan Sekadar Go Public
 
&quot;Sampai dengan tanggal 4 Februari 2021, terdapat 27 perusahaan dalam proses evaluasi pencatatan saham BEI,&quot; ujar Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan tertulis, Jumat (5/2/2021).
Nyoman menjelaskan, sektor consumer cyclicals menjadi sektor dengan calon emiten terbanyak dengan jumlah enam perusahaan Kemudian, terdapat sektor sektor basic materials terdiri atas empat perusahaan.
Baca Juga: Capex Dipangkas, Widodo Makmur Kejar Target Pendapatan Rp4,3 Triliun 
 
Kemudian, sektor consumer non-cyclicals, sektor properties &amp;amp; real estate dan sektor technology terdiri atas tiga perusahaan. Lalu, sektor industrials dan sektor infrastructures terdapat dua perusahaan.
Kemudian, sektor transportation &amp;amp; logistics serta sektor energy terdapat masing-masing satu perusahaan. Selain itu, terdapat dua perusahaan yang sektor atau klasifikasi masih dalam proses evaluasi.


Mengenai akan adanya 8 hingga 12 perusahaan di lingkungan BUMN yang  akan melakukan IPO, Nyoman menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima  adanya perusahaan-perusahaan atau anak-cucu perusahaan plat merah yang  akan melakukan penawaran perdana saham.
&quot;Bursa menyambut baik apabila terdapat filling dari perusahaan BUMN (anak usaha/cucu) masuk ke pipeline,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA -  Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi puluhan nama perusahaan yang berencana melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran perdana saham di Bursa. Terdapat 27 perusahaan yang terdapat dalam pipeline IPO BEI hingga 4 Februari 2021.
Baca Juga: 12 BUMN Segera IPO, Erick Thohir Jamin Bukan Sekadar Go Public
 
&quot;Sampai dengan tanggal 4 Februari 2021, terdapat 27 perusahaan dalam proses evaluasi pencatatan saham BEI,&quot; ujar Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan tertulis, Jumat (5/2/2021).
Nyoman menjelaskan, sektor consumer cyclicals menjadi sektor dengan calon emiten terbanyak dengan jumlah enam perusahaan Kemudian, terdapat sektor sektor basic materials terdiri atas empat perusahaan.
Baca Juga: Capex Dipangkas, Widodo Makmur Kejar Target Pendapatan Rp4,3 Triliun 
 
Kemudian, sektor consumer non-cyclicals, sektor properties &amp;amp; real estate dan sektor technology terdiri atas tiga perusahaan. Lalu, sektor industrials dan sektor infrastructures terdapat dua perusahaan.
Kemudian, sektor transportation &amp;amp; logistics serta sektor energy terdapat masing-masing satu perusahaan. Selain itu, terdapat dua perusahaan yang sektor atau klasifikasi masih dalam proses evaluasi.


Mengenai akan adanya 8 hingga 12 perusahaan di lingkungan BUMN yang  akan melakukan IPO, Nyoman menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima  adanya perusahaan-perusahaan atau anak-cucu perusahaan plat merah yang  akan melakukan penawaran perdana saham.
&quot;Bursa menyambut baik apabila terdapat filling dari perusahaan BUMN (anak usaha/cucu) masuk ke pipeline,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
