<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PP Presisi Incar Kontrak Baru Tumbuh 30%</title><description>Tahun ini, PT PP Presisi Tbk (PPRE) menargetkan perolehan kontrak baru tumbuh 30% menjadi Rp3,6 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/278/2357046/pp-presisi-incar-kontrak-baru-tumbuh-30</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/278/2357046/pp-presisi-incar-kontrak-baru-tumbuh-30"/><item><title>PP Presisi Incar Kontrak Baru Tumbuh 30%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/278/2357046/pp-presisi-incar-kontrak-baru-tumbuh-30</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/278/2357046/pp-presisi-incar-kontrak-baru-tumbuh-30</guid><pubDate>Jum'at 05 Februari 2021 14:08 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/05/278/2357046/pp-presisi-incar-kontrak-baru-tumbuh-30-NSSh92B1kp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan Tol (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/05/278/2357046/pp-presisi-incar-kontrak-baru-tumbuh-30-NSSh92B1kp.jpg</image><title>Jalan Tol (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tahun ini, PT PP Presisi Tbk (PPRE) menargetkan perolehan kontrak baru tumbuh 30% menjadi Rp3,6 triliun. Perseroan sendiri mengaku optimis target tersebut bakal tercapai karena didorong masih dominannya porsi pekerjaan infrastruktur dalam rencana pembangunan pemerintah untuk kurun waktu beberapa tahun ke depan.

Mengutip Neraca, Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso mengatakan, tahun lalu perseroan berhasil meraup kontrak baru sebanyak Rp2,81 triliun. Dengan kata lain, perolehan kontrak baru tahun ini diharapkan tumbuh 28,11%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pendapatan PP Presisi Naik 39% Jadi Rp867 Miliar di Kuartal I-2019
Pada 2020, salah satu proyek yang berhasil diraih PPRE adalah Bandar Udara Dhoho milik PT Gudang Garam Tbk. di Kediri.Sejauh ini, proses konstruksi Bandara Kediri disebut sudah mencapai 35% yang meliputi pekerjaan pembersihan lahan, earthworks &amp;amp; diversion, serta drainase.

Direktur Operasi PP Presisi, Darwin Hamzah mengungkapkan, anak usaha perseroan yaitu PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) menjadi kontraktor utama dalam pembangunan bandara yang dapat menampung lebih dari 5 juta penumpang tersebut.&amp;ldquo;Capaian sebesar lebih kurang 35 persen membuat kami optimistis dapat menyelesaikan proyek ini sesuai dengan target yang telah ditetapkan,&amp;rdquo; kata Darwis.
 
Baca juga: PP Presisi Raup Kontrak Baru Rp5,2 Triliun, Ini Rinciannya
Peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan Bandara Dhoho dilakukan pada 15 April 2020. PPRE mengantongi kontrak tahap pertama dari pengerjaan Bandara Dhoho senilai Rp1,9 triliun melalui konsorsium yang dipimpin oleh LMA. Darwin mengatakan pihaknya tengah membidik tambangan pengerjaan pembangunan runway Bandara Kediri (Dhoho) dan jalan tol yang akan menghubungkan bandara kota di kawasan Selingkar Wilis.Adapun, kawasan Selingkar Wilis terdiri dari 6 kabupaten di Provinsi  Jawa Timur yaitu Kabupaten Nganjuk, Kediri, Tulungagung, Trenggalek,  Madiun, dan Ponorogo. Sebelumnya, Direktur Peralatan &amp;amp; SCM Wira  Zukhrial pernah bilang, beberapa kontrak proyek yang sedang dibidik  perseroan tahun ini antara lain tkawasan industri di Kalimantan TImur,  fly over Kopo di Bandung, dan akses Kertajati.

Seiring dengan kenaikan target kontrak baru, PPRE juga menetapkan  target pendapatan pada kisaran Rp2,9 triliun - Rp3 triliun pada 2021.  Perseroan berharap lini bisnis jasa pertambangan bakal memberikan  kontribusi lebih terhadap pos pendapatan berulang atau recurring income.</description><content:encoded>JAKARTA - Tahun ini, PT PP Presisi Tbk (PPRE) menargetkan perolehan kontrak baru tumbuh 30% menjadi Rp3,6 triliun. Perseroan sendiri mengaku optimis target tersebut bakal tercapai karena didorong masih dominannya porsi pekerjaan infrastruktur dalam rencana pembangunan pemerintah untuk kurun waktu beberapa tahun ke depan.

Mengutip Neraca, Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso mengatakan, tahun lalu perseroan berhasil meraup kontrak baru sebanyak Rp2,81 triliun. Dengan kata lain, perolehan kontrak baru tahun ini diharapkan tumbuh 28,11%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pendapatan PP Presisi Naik 39% Jadi Rp867 Miliar di Kuartal I-2019
Pada 2020, salah satu proyek yang berhasil diraih PPRE adalah Bandar Udara Dhoho milik PT Gudang Garam Tbk. di Kediri.Sejauh ini, proses konstruksi Bandara Kediri disebut sudah mencapai 35% yang meliputi pekerjaan pembersihan lahan, earthworks &amp;amp; diversion, serta drainase.

Direktur Operasi PP Presisi, Darwin Hamzah mengungkapkan, anak usaha perseroan yaitu PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) menjadi kontraktor utama dalam pembangunan bandara yang dapat menampung lebih dari 5 juta penumpang tersebut.&amp;ldquo;Capaian sebesar lebih kurang 35 persen membuat kami optimistis dapat menyelesaikan proyek ini sesuai dengan target yang telah ditetapkan,&amp;rdquo; kata Darwis.
 
Baca juga: PP Presisi Raup Kontrak Baru Rp5,2 Triliun, Ini Rinciannya
Peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan Bandara Dhoho dilakukan pada 15 April 2020. PPRE mengantongi kontrak tahap pertama dari pengerjaan Bandara Dhoho senilai Rp1,9 triliun melalui konsorsium yang dipimpin oleh LMA. Darwin mengatakan pihaknya tengah membidik tambangan pengerjaan pembangunan runway Bandara Kediri (Dhoho) dan jalan tol yang akan menghubungkan bandara kota di kawasan Selingkar Wilis.Adapun, kawasan Selingkar Wilis terdiri dari 6 kabupaten di Provinsi  Jawa Timur yaitu Kabupaten Nganjuk, Kediri, Tulungagung, Trenggalek,  Madiun, dan Ponorogo. Sebelumnya, Direktur Peralatan &amp;amp; SCM Wira  Zukhrial pernah bilang, beberapa kontrak proyek yang sedang dibidik  perseroan tahun ini antara lain tkawasan industri di Kalimantan TImur,  fly over Kopo di Bandung, dan akses Kertajati.

Seiring dengan kenaikan target kontrak baru, PPRE juga menetapkan  target pendapatan pada kisaran Rp2,9 triliun - Rp3 triliun pada 2021.  Perseroan berharap lini bisnis jasa pertambangan bakal memberikan  kontribusi lebih terhadap pos pendapatan berulang atau recurring income.</content:encoded></item></channel></rss>
