<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Mentah Naik Imbas Pengetatan Pasokan</title><description>Harga minyak mentah kembali menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/320/2356827/harga-minyak-mentah-naik-imbas-pengetatan-pasokan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/320/2356827/harga-minyak-mentah-naik-imbas-pengetatan-pasokan"/><item><title>Harga Minyak Mentah Naik Imbas Pengetatan Pasokan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/320/2356827/harga-minyak-mentah-naik-imbas-pengetatan-pasokan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/320/2356827/harga-minyak-mentah-naik-imbas-pengetatan-pasokan</guid><pubDate>Jum'at 05 Februari 2021 07:38 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/05/320/2356827/harga-minyak-mentah-naik-imbas-pengetatan-pasokan-gwNGcIRZ2q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kilang Minyak (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/05/320/2356827/harga-minyak-mentah-naik-imbas-pengetatan-pasokan-gwNGcIRZ2q.jpg</image><title>Kilang Minyak (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak mentah kembali menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), di tengah data ekonomi AS yang kuat, penurunan persediaan dan keputusan OPEC+ untuk tetap pada pemotongan produksinya, namun greenback yang lebih kuat membatasi kenaikan.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April ditutup pada USD58,84 per barel, menguat 38 sen, setelah sebelumnya mencapai level tertingginya sejak 21 Februari pada USD59,04, dilansir dari Antara, Jumat (5/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Minyak Mentah RI Naik Jadi USD53,1 per Barel&amp;nbsp;
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret naik 54 sen menjadi USD56,23 per barel, setelah mencapai level penyelesaian tertinggi dalam satu tahun pada Rabu (3/2) di USD55,69.
Data pabrik AS yang kuat dan membaiknya angka pengangguran membantu meningkatkan harga minyak, kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York.
&quot;Itu membantu, dan mengingat situasi yang lebih luas dengan OPEC+, saya berharap pasar ini akan semakin ketat,&quot; kata Kilduff.
Baca juga: Harga Minyak Bervariasi di Tengah Vaksinasi dan Turunnya Stok AS
Departemen Perdagangan AS mengatakan pesanan pabrik Desember meningkat 1,1% setelah melonjak 1,3% pada November, mengalahkan ekspektasi para ekonom.
Sementara data Departemen Tenaga Kerja menunjukkan penurunan warga Amerika yang mengajukan aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran di minggu terakhir. Investor juga mengharapkan data positif dari laporan ketenagakerjaan bulanan komprehensif pemerintah yang akan dirilis pada Jumat waktu setempat.
Pasar semakin didukung oleh berita bahwa Demokrat di Kongres AS mengambil langkah pertama untuk memajukan rencana bantuan virus corona senilai 1,9 triliun dolar AS yang diusulkan oleh Presiden Joe Biden.Dolar AS yang menguat, yang biasanya bergerak terbalik dengan harga  minyak, mengambil sebagian tenaga dari momentum minyak. Dolar mencapai  level tertinggi lebih dari dua bulan terhadap sekeranjang mata uang  lainnya.
Pada Rabu (3/2), Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC)  dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, memperpanjang pakta pasokan  minyaknya pada tingkat yang ada, menunjukkan bahwa produsen senang  pemotongan tersebut menguras persediaan sementara ketidakpastian  mengenai prospek pemulihan permintaan karena pandemi COVID-19 masih  bertahan.
Sebuah dokumen yang dilihat oleh Reuters pada Selasa (2/2)  menunjukkan bahwa OPEC memperkirakan pemotongan produksi untuk menjaga  pasar dalam defisit sepanjang tahun ini, meskipun kelompok tersebut  mengurangi perkiraan permintaannya.
Arab Saudi, pengekspor minyak terbesar dunia, menjanjikan pengurangan  produksi minyak sukarela sebesar satu juta barel per hari di luar kuota  OPEC+ yang disyaratkan dalam dua bulan ini.
&quot;Kami yakin OPEC+ tetap memegang kendali penuh atas pasar minyak,&quot;  kata Giovanni Staunovo, analis di UBS Global Wealth Management, dalam  sebuah catatan Kamis (4/2).
&quot;Dengan kelompok tersebut berusaha untuk menjaga produksi minyak  global di bawah permintaan, kami memperkirakan persediaan minyak akan  terus turun tahun ini,&quot; kata Staunovo, menambahkan &quot;peluncuran vaksin  akan mendukung permintaan minyak global selama beberapa bulan mendatang  dan memungkinkan harga minyak naik lebih lanjut.&quot;
Juga pada Rabu (3/2), data pemerintah menunjukkan bahwa stok minyak  mentah AS pekan lalu secara tak terduga turun menjadi 475,7 juta barel,  level terendah sejak Maret.

</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak mentah kembali menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), di tengah data ekonomi AS yang kuat, penurunan persediaan dan keputusan OPEC+ untuk tetap pada pemotongan produksinya, namun greenback yang lebih kuat membatasi kenaikan.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April ditutup pada USD58,84 per barel, menguat 38 sen, setelah sebelumnya mencapai level tertingginya sejak 21 Februari pada USD59,04, dilansir dari Antara, Jumat (5/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Minyak Mentah RI Naik Jadi USD53,1 per Barel&amp;nbsp;
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret naik 54 sen menjadi USD56,23 per barel, setelah mencapai level penyelesaian tertinggi dalam satu tahun pada Rabu (3/2) di USD55,69.
Data pabrik AS yang kuat dan membaiknya angka pengangguran membantu meningkatkan harga minyak, kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York.
&quot;Itu membantu, dan mengingat situasi yang lebih luas dengan OPEC+, saya berharap pasar ini akan semakin ketat,&quot; kata Kilduff.
Baca juga: Harga Minyak Bervariasi di Tengah Vaksinasi dan Turunnya Stok AS
Departemen Perdagangan AS mengatakan pesanan pabrik Desember meningkat 1,1% setelah melonjak 1,3% pada November, mengalahkan ekspektasi para ekonom.
Sementara data Departemen Tenaga Kerja menunjukkan penurunan warga Amerika yang mengajukan aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran di minggu terakhir. Investor juga mengharapkan data positif dari laporan ketenagakerjaan bulanan komprehensif pemerintah yang akan dirilis pada Jumat waktu setempat.
Pasar semakin didukung oleh berita bahwa Demokrat di Kongres AS mengambil langkah pertama untuk memajukan rencana bantuan virus corona senilai 1,9 triliun dolar AS yang diusulkan oleh Presiden Joe Biden.Dolar AS yang menguat, yang biasanya bergerak terbalik dengan harga  minyak, mengambil sebagian tenaga dari momentum minyak. Dolar mencapai  level tertinggi lebih dari dua bulan terhadap sekeranjang mata uang  lainnya.
Pada Rabu (3/2), Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC)  dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, memperpanjang pakta pasokan  minyaknya pada tingkat yang ada, menunjukkan bahwa produsen senang  pemotongan tersebut menguras persediaan sementara ketidakpastian  mengenai prospek pemulihan permintaan karena pandemi COVID-19 masih  bertahan.
Sebuah dokumen yang dilihat oleh Reuters pada Selasa (2/2)  menunjukkan bahwa OPEC memperkirakan pemotongan produksi untuk menjaga  pasar dalam defisit sepanjang tahun ini, meskipun kelompok tersebut  mengurangi perkiraan permintaannya.
Arab Saudi, pengekspor minyak terbesar dunia, menjanjikan pengurangan  produksi minyak sukarela sebesar satu juta barel per hari di luar kuota  OPEC+ yang disyaratkan dalam dua bulan ini.
&quot;Kami yakin OPEC+ tetap memegang kendali penuh atas pasar minyak,&quot;  kata Giovanni Staunovo, analis di UBS Global Wealth Management, dalam  sebuah catatan Kamis (4/2).
&quot;Dengan kelompok tersebut berusaha untuk menjaga produksi minyak  global di bawah permintaan, kami memperkirakan persediaan minyak akan  terus turun tahun ini,&quot; kata Staunovo, menambahkan &quot;peluncuran vaksin  akan mendukung permintaan minyak global selama beberapa bulan mendatang  dan memungkinkan harga minyak naik lebih lanjut.&quot;
Juga pada Rabu (3/2), data pemerintah menunjukkan bahwa stok minyak  mentah AS pekan lalu secara tak terduga turun menjadi 475,7 juta barel,  level terendah sejak Maret.

</content:encoded></item></channel></rss>
