<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2020 Diumumkan Hari Ini, Diramal Minus 2,5%</title><description>Pertumbuhan ekonomi kuartal IV tahun 2020 diperkirakan minus 2,50%  (year on year/yoy) dari kuartal sebelumnya tercatat -3,49% yoy.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/320/2356842/pertumbuhan-ekonomi-kuartal-iv-2020-diumumkan-hari-ini-diramal-minus-2-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/320/2356842/pertumbuhan-ekonomi-kuartal-iv-2020-diumumkan-hari-ini-diramal-minus-2-5"/><item><title>Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2020 Diumumkan Hari Ini, Diramal Minus 2,5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/320/2356842/pertumbuhan-ekonomi-kuartal-iv-2020-diumumkan-hari-ini-diramal-minus-2-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/320/2356842/pertumbuhan-ekonomi-kuartal-iv-2020-diumumkan-hari-ini-diramal-minus-2-5</guid><pubDate>Jum'at 05 Februari 2021 08:14 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/05/320/2356842/pertumbuhan-ekonomi-kuartal-iv-2020-diumumkan-hari-ini-diramal-minus-2-5-mKu8pakyNp.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/05/320/2356842/pertumbuhan-ekonomi-kuartal-iv-2020-diumumkan-hari-ini-diramal-minus-2-5-mKu8pakyNp.jpeg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi kuartal IV tahun 2020 diperkirakan minus 2,50% (year on year/yoy) dari kuartal sebelumnya tercatat -3,49% yoy. Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan terkontraksi ke kisaran -2,6% yoy dari kuartal sebelumnya -4,0% yoy.
&quot;Meskipun konsumsi masih terkontraksi pada 4Q20, namun tidak sedalam kontraksi pada 2Q20,&quot; kata Josua, Jumat (5/2/2031).
Baca Juga:&amp;nbsp;Besok Diumumkan, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 Diprediksi Minus 2,5%
Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan PSBB transisi di berbagai daerah di Indonesia yang mendorong peningkatan pada pergerakan masyarakat, meskipun situasinya belum kembali ke level normal.
&quot;Beberapa data yang mengindikasikan konsumsi rumah tangga menunjukkan perbaikan yang terbatas sepanjang kuartal IV tahun 2020 di mana laju pertumbuhan penjualan ritel pada periode Oktober-Desember 2020 tercatat terkontraksi -20,7%yoy dibandingkan laju penjualan ritel pada 4Q19 yang tercatat -0,5%yoy,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia 2020 Minus 2,2%
Sementara itu, meskipun trennya membaik, indeks kepercayaan konsumen pada periode kuartal keempat  tercatat -23,6% yoy dari akhir kuartal sebelumnya yang tercatat -31,6% yoy. Selain itu, laju pertumbuhan nilai tukar petani pada kuartal keempat  cenderung stabil dengan tercatat -0,11% yoy dari kuartal IV tahun 2019 yang tercatat 3,15% yoy.
Pertumbuhan penjualan mobil mengalami kontraksi -40% yoy dari kuartal IV tahun 2019 yang tercatat -6% yoy.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yOS80LzEyNjYyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Selain penjualan mobil yang mengalami pertumbuhan negatif, penjualan motor juga mengalami kontraksi -49,8% yoy dari kuartal IV tahun 2019 yang tercatat -5,6% yoy.
Pertumbuhan PMTB/Investasi pada kuartal keempat  diperkirakan mengalami kontraksi di kisaran -4,6%yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat -6,5%, di mana investasi bangunan dan non-bangunan cenderung masih terkontraksi. Hal tersebut terindikasi dari pertumbuhan penjualan semen yang terkontraksi -13,8%yoy pada kuartal IV tahun 2020, dari kuartal IV tahun 2019 yang tercatat 6,1%yoy.Kontraksi penjualan semen mengindikasikan investasi bangunan  sepanjang periode Okt-Des 2020 masih mengalami mengalami perlambatan  secara tahunan. Selain itu, investasi non-bangunan juga melambat  terindikasi dari impor barang modal sepanjang 4Q20 tercatat terkontraksi  -7,9%yoy dari kuartal IV tahun 2019 yang tercatat -7,9%yoy.
Konsumsi pemerintah diperkirakan cenderung tumbuh positif sekitar  12,9%yoy pada kuartal keemlat , yang didorong oleh peningkatan realisasi  belanja K/L serta penyerapan anggaran PEN dibandingkan kondisi pada  kuartal kedua 2020 dan kuartal ketiga 2020.
Surplus neraca perdagangan pada kuartal keempat  yang meningkat  dibandingkan kuartal sebelumnya mengindikasikan bahwa net ekspor pada  komponen PDB di kuartal keempat  diperkirakan cenderung meningkat  dibandingkan net ekspor pada kuartal ketiha 202p , dimana laju impor  pada kuartal IV-2020 tercatat terkontraksi -15,6% yoy. Sementara ekspor  tercatat terkontraksi -8,1%yoy.
&quot;Jadi, secara keseluruhan, PDB pada FY20 diperkirakan berada di  kisaran -2% yoy dengan faktor yang mendominasi kontraksi adalah konsumsi  rumah tangga dan investasi. Penurunan aktivitas ekonomi akibat pandemi,  mendorong penurunan produktivitas dari sisi produksi terutama sektor  manufaktur, perdagangan dan konstruksi,&quot; bebernya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi kuartal IV tahun 2020 diperkirakan minus 2,50% (year on year/yoy) dari kuartal sebelumnya tercatat -3,49% yoy. Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan terkontraksi ke kisaran -2,6% yoy dari kuartal sebelumnya -4,0% yoy.
&quot;Meskipun konsumsi masih terkontraksi pada 4Q20, namun tidak sedalam kontraksi pada 2Q20,&quot; kata Josua, Jumat (5/2/2031).
Baca Juga:&amp;nbsp;Besok Diumumkan, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 Diprediksi Minus 2,5%
Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan PSBB transisi di berbagai daerah di Indonesia yang mendorong peningkatan pada pergerakan masyarakat, meskipun situasinya belum kembali ke level normal.
&quot;Beberapa data yang mengindikasikan konsumsi rumah tangga menunjukkan perbaikan yang terbatas sepanjang kuartal IV tahun 2020 di mana laju pertumbuhan penjualan ritel pada periode Oktober-Desember 2020 tercatat terkontraksi -20,7%yoy dibandingkan laju penjualan ritel pada 4Q19 yang tercatat -0,5%yoy,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia 2020 Minus 2,2%
Sementara itu, meskipun trennya membaik, indeks kepercayaan konsumen pada periode kuartal keempat  tercatat -23,6% yoy dari akhir kuartal sebelumnya yang tercatat -31,6% yoy. Selain itu, laju pertumbuhan nilai tukar petani pada kuartal keempat  cenderung stabil dengan tercatat -0,11% yoy dari kuartal IV tahun 2019 yang tercatat 3,15% yoy.
Pertumbuhan penjualan mobil mengalami kontraksi -40% yoy dari kuartal IV tahun 2019 yang tercatat -6% yoy.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yOS80LzEyNjYyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Selain penjualan mobil yang mengalami pertumbuhan negatif, penjualan motor juga mengalami kontraksi -49,8% yoy dari kuartal IV tahun 2019 yang tercatat -5,6% yoy.
Pertumbuhan PMTB/Investasi pada kuartal keempat  diperkirakan mengalami kontraksi di kisaran -4,6%yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat -6,5%, di mana investasi bangunan dan non-bangunan cenderung masih terkontraksi. Hal tersebut terindikasi dari pertumbuhan penjualan semen yang terkontraksi -13,8%yoy pada kuartal IV tahun 2020, dari kuartal IV tahun 2019 yang tercatat 6,1%yoy.Kontraksi penjualan semen mengindikasikan investasi bangunan  sepanjang periode Okt-Des 2020 masih mengalami mengalami perlambatan  secara tahunan. Selain itu, investasi non-bangunan juga melambat  terindikasi dari impor barang modal sepanjang 4Q20 tercatat terkontraksi  -7,9%yoy dari kuartal IV tahun 2019 yang tercatat -7,9%yoy.
Konsumsi pemerintah diperkirakan cenderung tumbuh positif sekitar  12,9%yoy pada kuartal keemlat , yang didorong oleh peningkatan realisasi  belanja K/L serta penyerapan anggaran PEN dibandingkan kondisi pada  kuartal kedua 2020 dan kuartal ketiga 2020.
Surplus neraca perdagangan pada kuartal keempat  yang meningkat  dibandingkan kuartal sebelumnya mengindikasikan bahwa net ekspor pada  komponen PDB di kuartal keempat  diperkirakan cenderung meningkat  dibandingkan net ekspor pada kuartal ketiha 202p , dimana laju impor  pada kuartal IV-2020 tercatat terkontraksi -15,6% yoy. Sementara ekspor  tercatat terkontraksi -8,1%yoy.
&quot;Jadi, secara keseluruhan, PDB pada FY20 diperkirakan berada di  kisaran -2% yoy dengan faktor yang mendominasi kontraksi adalah konsumsi  rumah tangga dan investasi. Penurunan aktivitas ekonomi akibat pandemi,  mendorong penurunan produktivitas dari sisi produksi terutama sektor  manufaktur, perdagangan dan konstruksi,&quot; bebernya.</content:encoded></item></channel></rss>
