<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 Minus 2,07%</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 minus 2,07% secara tahunan (year on year/yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/320/2356865/breaking-news-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-2020-minus-2-07</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/320/2356865/breaking-news-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-2020-minus-2-07"/><item><title>Breaking News: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 Minus 2,07%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/320/2356865/breaking-news-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-2020-minus-2-07</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/320/2356865/breaking-news-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-2020-minus-2-07</guid><pubDate>Jum'at 05 Februari 2021 09:15 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/05/320/2356865/breaking-news-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-2020-minus-2-07-cPMy9PBkCs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua BPS Suhariyanto (Foto: Youtube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/05/320/2356865/breaking-news-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-2020-minus-2-07-cPMy9PBkCs.jpg</image><title>Ketua BPS Suhariyanto (Foto: Youtube)</title></images><description>&amp;nbsp;JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 minus 2,07% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara pada kuartal IV 2020 pertumbuhan ekonomi minus 2,19% secara tahunan (year on year/yoy).
&amp;ldquo;Secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 terkontraksi 2,07%,&amp;rdquo; kata Ketua BPS Suhariyanto dalam konferensi pers, Jumat (5/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Besok Diumumkan, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 Diprediksi Minus 2,5%
Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi kuartal IV tahun 2020 diperkirakan minus 2,50% (year on year/yoy) dari kuartal sebelumnya tercatat -3,49% yoy. Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan terkontraksi ke kisaran -2,6% yoy dari kuartal sebelumnya -4,0% yoy.
&quot;Meskipun konsumsi masih terkontraksi pada 4Q20, namun tidak sedalam kontraksi pada 2Q20,&quot; kata Josua.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yOS80LzEyNjYyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan PSBB transisi di berbagai daerah di Indonesia yang mendorong peningkatan pada pergerakan masyarakat, meskipun situasinya belum kembali ke level normal.
&quot;Beberapa data yang mengindikasikan konsumsi rumah tangga menunjukkan perbaikan yang terbatas sepanjang kuartal IV tahun 2020 di mana laju pertumbuhan penjualan ritel pada periode Oktober-Desember 2020 tercatat terkontraksi -20,7%yoy dibandingkan laju penjualan ritel pada 4Q19 yang tercatat -0,5%yoy,&quot; katanya.Sementara itu, meskipun trennya membaik, indeks kepercayaan konsumen  pada periode kuartal keempat tercatat -23,6% yoy dari akhir kuartal  sebelumnya yang tercatat -31,6% yoy. Selain itu, laju pertumbuhan nilai  tukar petani pada kuartal keempat cenderung stabil dengan tercatat  -0,11% yoy dari kuartal IV tahun 2019 yang tercatat 3,15% yoy.  Pertumbuhan penjualan mobil mengalami kontraksi -40% yoy dari kuartal IV  tahun 2019 yang tercatat -6% yoy.
Selain penjualan mobil yang mengalami pertumbuhan negatif, penjualan  motor juga mengalami kontraksi -49,8% yoy dari kuartal IV tahun 2019  yang tercatat -5,6% yoy.
Pertumbuhan PMTB/Investasi pada kuartal keempat diperkirakan  mengalami kontraksi di kisaran -4,6%yoy dari kuartal sebelumnya yang  tercatat -6,5%, di mana investasi bangunan dan non-bangunan cenderung  masih terkontraksi. Hal tersebut terindikasi dari pertumbuhan penjualan  semen yang terkontraksi -13,8%yoy pada kuartal IV tahun 2020, dari  kuartal IV tahun 2019 yang tercatat 6,1%yoy.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 minus 2,07% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara pada kuartal IV 2020 pertumbuhan ekonomi minus 2,19% secara tahunan (year on year/yoy).
&amp;ldquo;Secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 terkontraksi 2,07%,&amp;rdquo; kata Ketua BPS Suhariyanto dalam konferensi pers, Jumat (5/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Besok Diumumkan, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 Diprediksi Minus 2,5%
Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi kuartal IV tahun 2020 diperkirakan minus 2,50% (year on year/yoy) dari kuartal sebelumnya tercatat -3,49% yoy. Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan terkontraksi ke kisaran -2,6% yoy dari kuartal sebelumnya -4,0% yoy.
&quot;Meskipun konsumsi masih terkontraksi pada 4Q20, namun tidak sedalam kontraksi pada 2Q20,&quot; kata Josua.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yOS80LzEyNjYyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan PSBB transisi di berbagai daerah di Indonesia yang mendorong peningkatan pada pergerakan masyarakat, meskipun situasinya belum kembali ke level normal.
&quot;Beberapa data yang mengindikasikan konsumsi rumah tangga menunjukkan perbaikan yang terbatas sepanjang kuartal IV tahun 2020 di mana laju pertumbuhan penjualan ritel pada periode Oktober-Desember 2020 tercatat terkontraksi -20,7%yoy dibandingkan laju penjualan ritel pada 4Q19 yang tercatat -0,5%yoy,&quot; katanya.Sementara itu, meskipun trennya membaik, indeks kepercayaan konsumen  pada periode kuartal keempat tercatat -23,6% yoy dari akhir kuartal  sebelumnya yang tercatat -31,6% yoy. Selain itu, laju pertumbuhan nilai  tukar petani pada kuartal keempat cenderung stabil dengan tercatat  -0,11% yoy dari kuartal IV tahun 2019 yang tercatat 3,15% yoy.  Pertumbuhan penjualan mobil mengalami kontraksi -40% yoy dari kuartal IV  tahun 2019 yang tercatat -6% yoy.
Selain penjualan mobil yang mengalami pertumbuhan negatif, penjualan  motor juga mengalami kontraksi -49,8% yoy dari kuartal IV tahun 2019  yang tercatat -5,6% yoy.
Pertumbuhan PMTB/Investasi pada kuartal keempat diperkirakan  mengalami kontraksi di kisaran -4,6%yoy dari kuartal sebelumnya yang  tercatat -6,5%, di mana investasi bangunan dan non-bangunan cenderung  masih terkontraksi. Hal tersebut terindikasi dari pertumbuhan penjualan  semen yang terkontraksi -13,8%yoy pada kuartal IV tahun 2020, dari  kuartal IV tahun 2019 yang tercatat 6,1%yoy.

</content:encoded></item></channel></rss>
