<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Indonesia Masih Resesi, BPS: Hampir Semua Ekonomi Negara di Dunia</title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV-2020 minus 2,19%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/320/2356929/indonesia-masih-resesi-bps-hampir-semua-ekonomi-negara-di-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/320/2356929/indonesia-masih-resesi-bps-hampir-semua-ekonomi-negara-di-dunia"/><item><title>   Indonesia Masih Resesi, BPS: Hampir Semua Ekonomi Negara di Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/320/2356929/indonesia-masih-resesi-bps-hampir-semua-ekonomi-negara-di-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/320/2356929/indonesia-masih-resesi-bps-hampir-semua-ekonomi-negara-di-dunia</guid><pubDate>Jum'at 05 Februari 2021 10:59 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/05/320/2356929/indonesia-masih-resesi-bps-hampir-semua-ekonomi-negara-di-dunia-DPEZdxVaRW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/05/320/2356929/indonesia-masih-resesi-bps-hampir-semua-ekonomi-negara-di-dunia-DPEZdxVaRW.jpg</image><title>Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV-2020 minus 2,19% meski capaian dan realisasinya membaik dibandingkan kuartal sebelumnya. Indonesia pun masih masuk jurang resesi karena sepanjang 2020, ekonomi Indonesia minus 2,07%.

Dengan demikian, dipastikan bahwa status resesi masih belum lepas dari perekonomian Indonesia. Kepala BPS Suhariyanto pun membandingkan kondisi ini dengan banyak negara saat ini.

&quot;Hampir semua ekonomi negara di dunia mengalami hal yang sama seperti Indonesia, masih terkontraksi,&quot; ujar Suhariyanto dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat(5/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Penyebab yang Bikin Ekonomi Indonesia 2020 Minus 2,07%&amp;nbsp;
Tercatat dari angka yang sudah dirilis bahwa ekonomi Amerika Serikat minus 3,5%, Singapura minus 5,8%, Korea Selatan minus 1,01%, Hong Kong juga lebih dalam yaitu minus 6,1%, dan Uni Eropa minus 6,4%.

&quot;Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia -2,07%. Angka ini diperoleh setelah realisasi pertumbuhan di kuartal IV 2020 minus sebesar -0,42%,&quot; ungkapnya.

Suhariyanto menyebutkan bahwa seluruh komponen pengeluaran di kuartal IV 2020 masih mengalami kontraksi kecuali konsumsi pemerintah yang masih tumbuh 1,76%. Hal ini turut menyumbang kontraksi ekonomi yang selama ini didominasi sektor konsumsi.

&quot;Dari 17 sektor yang ada hanya 7 sektor yang tumbuh positif tapi pertumbuhannya melambat, kecuali 2 sektor seperti jasa kesehatan dan sosial,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV-2020 minus 2,19% meski capaian dan realisasinya membaik dibandingkan kuartal sebelumnya. Indonesia pun masih masuk jurang resesi karena sepanjang 2020, ekonomi Indonesia minus 2,07%.

Dengan demikian, dipastikan bahwa status resesi masih belum lepas dari perekonomian Indonesia. Kepala BPS Suhariyanto pun membandingkan kondisi ini dengan banyak negara saat ini.

&quot;Hampir semua ekonomi negara di dunia mengalami hal yang sama seperti Indonesia, masih terkontraksi,&quot; ujar Suhariyanto dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat(5/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Penyebab yang Bikin Ekonomi Indonesia 2020 Minus 2,07%&amp;nbsp;
Tercatat dari angka yang sudah dirilis bahwa ekonomi Amerika Serikat minus 3,5%, Singapura minus 5,8%, Korea Selatan minus 1,01%, Hong Kong juga lebih dalam yaitu minus 6,1%, dan Uni Eropa minus 6,4%.

&quot;Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia -2,07%. Angka ini diperoleh setelah realisasi pertumbuhan di kuartal IV 2020 minus sebesar -0,42%,&quot; ungkapnya.

Suhariyanto menyebutkan bahwa seluruh komponen pengeluaran di kuartal IV 2020 masih mengalami kontraksi kecuali konsumsi pemerintah yang masih tumbuh 1,76%. Hal ini turut menyumbang kontraksi ekonomi yang selama ini didominasi sektor konsumsi.

&quot;Dari 17 sektor yang ada hanya 7 sektor yang tumbuh positif tapi pertumbuhannya melambat, kecuali 2 sektor seperti jasa kesehatan dan sosial,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
