<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga: Kita Melihat Sinyal Positif Pemulihan Ekonomi</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis hari ini bahwa ekonomi  Indonesia terkontraksi sebesar -2,07% secara year-on-year (yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/320/2357085/menko-airlangga-kita-melihat-sinyal-positif-pemulihan-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/320/2357085/menko-airlangga-kita-melihat-sinyal-positif-pemulihan-ekonomi"/><item><title>Menko Airlangga: Kita Melihat Sinyal Positif Pemulihan Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/320/2357085/menko-airlangga-kita-melihat-sinyal-positif-pemulihan-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/05/320/2357085/menko-airlangga-kita-melihat-sinyal-positif-pemulihan-ekonomi</guid><pubDate>Jum'at 05 Februari 2021 14:43 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/05/320/2357085/menko-airlangga-kita-melihat-sinyal-positif-pemulihan-ekonomi-vvCSuDb8Au.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto; Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/05/320/2357085/menko-airlangga-kita-melihat-sinyal-positif-pemulihan-ekonomi-vvCSuDb8Au.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto; Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis hari ini bahwa ekonomi Indonesia terkontraksi sebesar -2,07% secara year-on-year (yoy). Kendati demikian, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tetap menyikapi situasi tersebut dengan optimis.
&quot;Kita sebenarnya sudah melihat sinyal positif pemulihan ekonomi, secara quarter-to-quarter(qtq) sudah membaik dari yang awalnya -5,2% ke -2,19%. Kinerja domestik juga mulai menunjukkan perbaikan. Di 2021, ekonomi diperkirakan tumbuh di kisaran 4,5 hingga 5,5%,&quot; ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (5/2/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi Indonesia Minus, Pencairan Bansos Tunai Dipercepat
Dia mengatakan bahwa produsen merespon perbaikan permintaan domestik dengan melakukan investasi walaupun Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tetap terkontraksi -6,15% yoy. Angka ini sedikit lebih tinggi dari kuartal sebelumnya di -6,48% atau tumbuh 4,19% secara qtq.
&quot;Berbagai usaha mengalami perbaikan kinerja akibat perbaikan kinerja domestik, di saat yang sama optimisme pemulihan permintaan global mendorong peningkatan sektor usaha domestik,&quot; ungkap Airlangga.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menko Airlangga Ramal Ekonomi Kuartal I-2021 Tumbuh 1,6%-2,1%
Meski sektor manufaktur terkontraksi -3,14%, dia mencatat bahwa sektor pertanian tumbuh positif 2,59% yoy. Lalu industri farmasi, kimia, dan obat tradisional tumbuh 8,45% yoy akibat permintaan produk kebersihan dan kesehatan yang melonjak. Industri makanan dan minuman, meski restoran dan pariwisata terganggu, tetap tumbuh 1,66%. Untuk sektor hortikultura, permintaan CPO mengalami peningkatan.&quot;Sektor logam dasar tumbuh, terutama kebijakan hilirisasi daripada  program dan peningkatan ferronikel. Masyarakat yang terbiasa dengan  pemanfaatan teknologi digital membuat sektor teknologi dan informasi  tumbuh positif sepanjang 2020,&quot; tambahnya.
Secara spasial beberapa negara mengalami perbaikan, sehingga ekspor  dari pulau seperti Sulawesi, Maluku, dan Papua pun membaik. Perbaikan  ekspor ini juga seiring perbaikan harga komoditas global.
Airlangga mencatat juga bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan  Rupiah sudah menguat seperti sebelum pandemi Covid-19 di bulan Januari  lalu. Leading indicatornya, seperti Purchasing Managers' Index (PMI)  sudah naik di 52,2 sebagai salah satu posisi tertinggi dalam beberapa  tahun terakhir. Indeks keyakinan konsumen sudah menginjak angka 96% di  Desember.
&quot;Neraca perdagangan juga surplus di USD 21,74 miliar. Momentum ini  akan berlanjut di 2021 sehingga pertumbuhan ekonomi akan di 4,5-5,5%  didukung oleh peningkatan konsumsi RT, investasi, pengeluaran  pemerintah, dan ekspor,&quot; pungkas Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis hari ini bahwa ekonomi Indonesia terkontraksi sebesar -2,07% secara year-on-year (yoy). Kendati demikian, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tetap menyikapi situasi tersebut dengan optimis.
&quot;Kita sebenarnya sudah melihat sinyal positif pemulihan ekonomi, secara quarter-to-quarter(qtq) sudah membaik dari yang awalnya -5,2% ke -2,19%. Kinerja domestik juga mulai menunjukkan perbaikan. Di 2021, ekonomi diperkirakan tumbuh di kisaran 4,5 hingga 5,5%,&quot; ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (5/2/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi Indonesia Minus, Pencairan Bansos Tunai Dipercepat
Dia mengatakan bahwa produsen merespon perbaikan permintaan domestik dengan melakukan investasi walaupun Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tetap terkontraksi -6,15% yoy. Angka ini sedikit lebih tinggi dari kuartal sebelumnya di -6,48% atau tumbuh 4,19% secara qtq.
&quot;Berbagai usaha mengalami perbaikan kinerja akibat perbaikan kinerja domestik, di saat yang sama optimisme pemulihan permintaan global mendorong peningkatan sektor usaha domestik,&quot; ungkap Airlangga.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menko Airlangga Ramal Ekonomi Kuartal I-2021 Tumbuh 1,6%-2,1%
Meski sektor manufaktur terkontraksi -3,14%, dia mencatat bahwa sektor pertanian tumbuh positif 2,59% yoy. Lalu industri farmasi, kimia, dan obat tradisional tumbuh 8,45% yoy akibat permintaan produk kebersihan dan kesehatan yang melonjak. Industri makanan dan minuman, meski restoran dan pariwisata terganggu, tetap tumbuh 1,66%. Untuk sektor hortikultura, permintaan CPO mengalami peningkatan.&quot;Sektor logam dasar tumbuh, terutama kebijakan hilirisasi daripada  program dan peningkatan ferronikel. Masyarakat yang terbiasa dengan  pemanfaatan teknologi digital membuat sektor teknologi dan informasi  tumbuh positif sepanjang 2020,&quot; tambahnya.
Secara spasial beberapa negara mengalami perbaikan, sehingga ekspor  dari pulau seperti Sulawesi, Maluku, dan Papua pun membaik. Perbaikan  ekspor ini juga seiring perbaikan harga komoditas global.
Airlangga mencatat juga bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan  Rupiah sudah menguat seperti sebelum pandemi Covid-19 di bulan Januari  lalu. Leading indicatornya, seperti Purchasing Managers' Index (PMI)  sudah naik di 52,2 sebagai salah satu posisi tertinggi dalam beberapa  tahun terakhir. Indeks keyakinan konsumen sudah menginjak angka 96% di  Desember.
&quot;Neraca perdagangan juga surplus di USD 21,74 miliar. Momentum ini  akan berlanjut di 2021 sehingga pertumbuhan ekonomi akan di 4,5-5,5%  didukung oleh peningkatan konsumsi RT, investasi, pengeluaran  pemerintah, dan ekspor,&quot; pungkas Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
