<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Semarang Banjir karena Hujan Ekstrem, Menteri Basuki: Terulang Tiap 50 Tahun</title><description>Basuki Hadimuljono mengatakan banjir di Kota Semarang terjadi akibat luapan Kali Beringin Mangkang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/07/320/2357889/semarang-banjir-karena-hujan-ekstrem-menteri-basuki-terulang-tiap-50-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/07/320/2357889/semarang-banjir-karena-hujan-ekstrem-menteri-basuki-terulang-tiap-50-tahun"/><item><title>Semarang Banjir karena Hujan Ekstrem, Menteri Basuki: Terulang Tiap 50 Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/07/320/2357889/semarang-banjir-karena-hujan-ekstrem-menteri-basuki-terulang-tiap-50-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/07/320/2357889/semarang-banjir-karena-hujan-ekstrem-menteri-basuki-terulang-tiap-50-tahun</guid><pubDate>Minggu 07 Februari 2021 07:51 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/07/320/2357889/semarang-banjir-karena-hujan-ekstrem-menteri-basuki-terulang-tiap-50-tahun-mfBMMZCF9U.png" expression="full" type="image/jpeg">Menteri PUPR Cek Banjir di Semarang (Foto: Instagram PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/07/320/2357889/semarang-banjir-karena-hujan-ekstrem-menteri-basuki-terulang-tiap-50-tahun-mfBMMZCF9U.png</image><title>Menteri PUPR Cek Banjir di Semarang (Foto: Instagram PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan banjir&amp;nbsp;Semarang terjadi akibat luapan Kali Beringin Mangkang dan Kali Plumbon Kaligawe, yang merupakan dampak siklus hujan lebat 50 tahunan.

&quot;Pada saat yang bersamaan, air pasang pun tingginya mencapai 1.4 meter,&quot; ujar Menteri Basuki di Jakarta, Minggu (7/2/2021).

Berdasarkan data BMKG memang telah diperkirakan terjadi hujan ekstrem. &amp;ldquo;Sesuai prediksi BMKG bahwa cuaca ekstrem terjadi di Bulan Februari, maka dalam beberapa hari terakhir curah hujan di Semarang mencapai 171 milimeter. Menurut hitungan hidrologi periode ulangnya 50 tahunan,&quot; kata Menteri Basuki.
Baca Juga:&amp;nbsp;Banjir Besar di Semarang Belum Surut hingga Malam Hari&amp;nbsp;
Sekadar informasi, banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), hingga Sabtu (6/2/2021) malam, belum surut. Salah satunya kawasan Tlogosari, Kecamatan Pedurungan.


Berdasarkan pantauan, ketinggian air yang merendam wilayah Tlogosari bervariasi tingginya. Sejumlah rumah juga masih terendam air. &quot;Banjir kali ini, luar biasa. Sampai sore ini masih ada rumah yang tergenang,&quot; kata salah seorang warga Novita.

Wanita 28 tahun ini berharap, air cepat surut dan malam ini tidak terjadi hujan agar tidak ada banjir susulan. &quot;Saya berharap, ke depan ada langkah dari pemerintah untuk mengantisipasi luapan air dari sungai maupun drainase saat hujan deras sehingga Semarang bisa bebas banjir,&quot; ujarnya.

Sementara itu, kondisi yang sama juga terlihat di Jalan Yosudarso. Median jalan tersebut masih terendam banjir. Pengendara kendaraan bermotor harus ekstra hati-hati dan jeli memilih jalan agar bisa melintas dengan selamat.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan banjir&amp;nbsp;Semarang terjadi akibat luapan Kali Beringin Mangkang dan Kali Plumbon Kaligawe, yang merupakan dampak siklus hujan lebat 50 tahunan.

&quot;Pada saat yang bersamaan, air pasang pun tingginya mencapai 1.4 meter,&quot; ujar Menteri Basuki di Jakarta, Minggu (7/2/2021).

Berdasarkan data BMKG memang telah diperkirakan terjadi hujan ekstrem. &amp;ldquo;Sesuai prediksi BMKG bahwa cuaca ekstrem terjadi di Bulan Februari, maka dalam beberapa hari terakhir curah hujan di Semarang mencapai 171 milimeter. Menurut hitungan hidrologi periode ulangnya 50 tahunan,&quot; kata Menteri Basuki.
Baca Juga:&amp;nbsp;Banjir Besar di Semarang Belum Surut hingga Malam Hari&amp;nbsp;
Sekadar informasi, banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), hingga Sabtu (6/2/2021) malam, belum surut. Salah satunya kawasan Tlogosari, Kecamatan Pedurungan.


Berdasarkan pantauan, ketinggian air yang merendam wilayah Tlogosari bervariasi tingginya. Sejumlah rumah juga masih terendam air. &quot;Banjir kali ini, luar biasa. Sampai sore ini masih ada rumah yang tergenang,&quot; kata salah seorang warga Novita.

Wanita 28 tahun ini berharap, air cepat surut dan malam ini tidak terjadi hujan agar tidak ada banjir susulan. &quot;Saya berharap, ke depan ada langkah dari pemerintah untuk mengantisipasi luapan air dari sungai maupun drainase saat hujan deras sehingga Semarang bisa bebas banjir,&quot; ujarnya.

Sementara itu, kondisi yang sama juga terlihat di Jalan Yosudarso. Median jalan tersebut masih terendam banjir. Pengendara kendaraan bermotor harus ekstra hati-hati dan jeli memilih jalan agar bisa melintas dengan selamat.
</content:encoded></item></channel></rss>
