<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Yellen:  Butuh Waktu Bertahun-tahun Pulihkan Lapangan Kerja AS</title><description>Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan lapangan kerja AS &quot;mandek&quot;.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/08/320/2358404/yellen-butuh-waktu-bertahun-tahun-pulihkan-lapangan-kerja-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/08/320/2358404/yellen-butuh-waktu-bertahun-tahun-pulihkan-lapangan-kerja-as"/><item><title>Yellen:  Butuh Waktu Bertahun-tahun Pulihkan Lapangan Kerja AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/08/320/2358404/yellen-butuh-waktu-bertahun-tahun-pulihkan-lapangan-kerja-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/08/320/2358404/yellen-butuh-waktu-bertahun-tahun-pulihkan-lapangan-kerja-as</guid><pubDate>Senin 08 Februari 2021 11:36 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/08/320/2358404/yellen-butuh-waktu-bertahun-tahun-pulihkan-lapangan-kerja-as-9Iz9CKcrOw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Janet Yellen (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/08/320/2358404/yellen-butuh-waktu-bertahun-tahun-pulihkan-lapangan-kerja-as-9Iz9CKcrOw.jpg</image><title>Janet Yellen (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan lapangan kerja AS &quot;mandek&quot; di tengah tekanan ekonomi AS. Bahkan mungkin tidak akan pulih selama bertahun-tahun tanpa dukungan yang dijanjikan oleh Presiden Joe Biden dengan paket bantuan pandeminya.

Mengutip VoA Indonesia, Jakarta, Senin (8/2/2021), Dari data angka ketenagakerjaan dari Jumat 5 Februari 2021, ketika ekonomi menambahkan 49.000 pekerjaan, yelen mengatakan,  AS berada dalam lubang yang dalam terkait dengan pasar kerja, dan perlu waktu lama untuk mencari jalan keluarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dolar Menguat di Tengah Ketidakpastian Brexit
Namun dalam wawancara terpisah, Yellen memperkirakan, jika paket USD1,9 triliun Biden disahkan, akan berbeda. &quot;Tenaga kerja kami akan kembali bekerja penuh tahun depan (Jika paket disahkan,&quot; ujar Yellen.

Tanpa bantuan itu, katanya, &quot;tingkat pengangguran akan terus meningkat selama bertahun-tahun,&quot; mungkin tidak bisa mencapai empat persen hingga tahun 2025.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Libur Hari Buruh, Dolar Bergerak Stabil
Yellen menambahkan bahwa jutaan orang Amerika akan kelaparan atau berisiko kehilangan rumah.

Menanggapi keprihatinan dari Partai Republik, bahwa banyak orang Amerika yang kaya juga menerima uang dari bantuan stimulus tahun lalu, Yellen mengatakan akan ada &quot;bantuan yang lebih terarah&quot; kali ini, dan menambahkan, Presiden Biden akan membahas rinciannya dengan anggota kongres.Mengenai risiko lain yang diangkat baik oleh Partai Republik dan  sebagian pakar ekonomi bahwa paket pengeluaran yang besar itu dapat  memicu inflasi, ia mengatakan kepada CNN: &quot;itu berisiko,&quot; tetapi  menambahkan, &quot;Kami punya sarana untuk menangani risiko itu.&quot;

Sementara itu, tiga dana hibah baru berjumlah USD3,35 juta akan  digunakan untuk penelitian dan pengajaran kekebalan terhadap kanker di  pusat kanker New Hampshire.

Dana tersebut akan membantu mempercepat pengembangan berbagai  imunoterapi (terapi kekebalan) dengan menggunakan sistem kekebalan  pasien sendiri, di Pusat Kanker Norris Cotton di Rumah Sakit  Dartmouth-Hitchcock, milik Dartmouth College.

&quot;Obat-obatan itu melepas sistem kekebalan dan memungkinkannya  mengenali, mengobati, dan menyembuhkan kanker, seperti halnya infeksi,&quot;  kata Steven Leach, Direktur pusat.

Hibah itu diberikan oleh Paul Guyre, seorang ahli kekebalan tubuh;  pengusaha dan profesor emeritus mikrobiologi di Geisel, Bob Barber yang  istrinya, Esther, dirawat di RS itu; serta Justin Gmelich dan Victoria  Hall Gmelich tamatan Dartmouth College tahun 1991.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan lapangan kerja AS &quot;mandek&quot; di tengah tekanan ekonomi AS. Bahkan mungkin tidak akan pulih selama bertahun-tahun tanpa dukungan yang dijanjikan oleh Presiden Joe Biden dengan paket bantuan pandeminya.

Mengutip VoA Indonesia, Jakarta, Senin (8/2/2021), Dari data angka ketenagakerjaan dari Jumat 5 Februari 2021, ketika ekonomi menambahkan 49.000 pekerjaan, yelen mengatakan,  AS berada dalam lubang yang dalam terkait dengan pasar kerja, dan perlu waktu lama untuk mencari jalan keluarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dolar Menguat di Tengah Ketidakpastian Brexit
Namun dalam wawancara terpisah, Yellen memperkirakan, jika paket USD1,9 triliun Biden disahkan, akan berbeda. &quot;Tenaga kerja kami akan kembali bekerja penuh tahun depan (Jika paket disahkan,&quot; ujar Yellen.

Tanpa bantuan itu, katanya, &quot;tingkat pengangguran akan terus meningkat selama bertahun-tahun,&quot; mungkin tidak bisa mencapai empat persen hingga tahun 2025.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Libur Hari Buruh, Dolar Bergerak Stabil
Yellen menambahkan bahwa jutaan orang Amerika akan kelaparan atau berisiko kehilangan rumah.

Menanggapi keprihatinan dari Partai Republik, bahwa banyak orang Amerika yang kaya juga menerima uang dari bantuan stimulus tahun lalu, Yellen mengatakan akan ada &quot;bantuan yang lebih terarah&quot; kali ini, dan menambahkan, Presiden Biden akan membahas rinciannya dengan anggota kongres.Mengenai risiko lain yang diangkat baik oleh Partai Republik dan  sebagian pakar ekonomi bahwa paket pengeluaran yang besar itu dapat  memicu inflasi, ia mengatakan kepada CNN: &quot;itu berisiko,&quot; tetapi  menambahkan, &quot;Kami punya sarana untuk menangani risiko itu.&quot;

Sementara itu, tiga dana hibah baru berjumlah USD3,35 juta akan  digunakan untuk penelitian dan pengajaran kekebalan terhadap kanker di  pusat kanker New Hampshire.

Dana tersebut akan membantu mempercepat pengembangan berbagai  imunoterapi (terapi kekebalan) dengan menggunakan sistem kekebalan  pasien sendiri, di Pusat Kanker Norris Cotton di Rumah Sakit  Dartmouth-Hitchcock, milik Dartmouth College.

&quot;Obat-obatan itu melepas sistem kekebalan dan memungkinkannya  mengenali, mengobati, dan menyembuhkan kanker, seperti halnya infeksi,&quot;  kata Steven Leach, Direktur pusat.

Hibah itu diberikan oleh Paul Guyre, seorang ahli kekebalan tubuh;  pengusaha dan profesor emeritus mikrobiologi di Geisel, Bob Barber yang  istrinya, Esther, dirawat di RS itu; serta Justin Gmelich dan Victoria  Hall Gmelich tamatan Dartmouth College tahun 1991.</content:encoded></item></channel></rss>
