<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkop Teten Ajukan Rp29,21 Triliun untuk PEN Koperasi dan UMKM</title><description>Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Pertumbuhan ekonomi  Indonesia pada kuartal IV 2020 masih terkontraksi di angka -2,19%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/08/320/2358426/menkop-teten-ajukan-rp29-21-triliun-untuk-pen-koperasi-dan-umkm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/08/320/2358426/menkop-teten-ajukan-rp29-21-triliun-untuk-pen-koperasi-dan-umkm"/><item><title>Menkop Teten Ajukan Rp29,21 Triliun untuk PEN Koperasi dan UMKM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/08/320/2358426/menkop-teten-ajukan-rp29-21-triliun-untuk-pen-koperasi-dan-umkm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/08/320/2358426/menkop-teten-ajukan-rp29-21-triliun-untuk-pen-koperasi-dan-umkm</guid><pubDate>Senin 08 Februari 2021 12:14 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/08/320/2358426/menkop-teten-ajukan-rp29-21-triliun-untuk-pen-koperasi-dan-umkm-2m02UnUHIK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Teten Masduki (Foto: Kemenkop UKM)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/08/320/2358426/menkop-teten-ajukan-rp29-21-triliun-untuk-pen-koperasi-dan-umkm-2m02UnUHIK.jpg</image><title>Teten Masduki (Foto: Kemenkop UKM)</title></images><description>JAKARTA - Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2020 masih terkontraksi di angka -2,19% secara year-on-year (yoy). Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menilai bahwa angka ini lebih baik daripada angka sebelumnya di -3,49% yoy.

Namun, dia juga menyoroti perkembangan angka penyebaran Covid-19. Dari laporan Bank Dunia dan WHO di bulan Januari 2021, mayoritas negara di dunia angka penyebarannya bergerak turun, namun di Indonesia terus naik.
 
Baca juga:  3 Saran Ekonom UNS agar Ekonomi Indonesia Bisa Lari Lagi 
&quot;Pertimbangan kami untuk urgensi keberlanjutan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021, dari survei yang dilakukan BRI yang dilakukan terhadap dampak bantuan usaha mikro tahun 2020, 72% responden membutuhkan tambahan modal usaha,&quot; ujar Teten dalam rapat daring bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin(8/2/2021).

Dari responden yang membutuhkan tambahan modal usaha, sebanyak 41,3% membutuhkan tambahan modal sekitar Rp2 juta hingga Rp5 juta dan sebanyak 21,3% membutuhkan tambahan modal sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pancing Orang Kaya Buang Duit agar Ekonomi RI Pulih
&quot;Kami mengusulkan total kebutuhan anggaran PEN 2021 sebesar Rp29,21 triliun. Rencananya akan digunakan untuk subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan investasi melalui koperasi, dan program KUR bunga 0%,&quot; terang Teten.Untuk program subsidi bunga KUR, pagu anggaran regulernya adalah  sebesar Rp14,84 triliun, ditambah kebutuhan anggaran untuk tambahan  reguler dan Covid-19 sebesar Rp11,05 triliun. Sehingga, untuk program  ini, dibutuhkan anggaran Rp25,89 triliun.

&quot;Untuk pembiayaan investasi melalui koperasi usulan anggarannya Rp1 triliun dengan target 2021 Rp1 triliun,&quot; tambah Teten.

Lalu, untuk program KUR bunga 0%, anggaran yang diusulkan adalah  sebesar Rp2,32 triliun dengan target penerima tahun 2021 sebanyak 5 juta  pelaku usaha mikro.</description><content:encoded>JAKARTA - Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2020 masih terkontraksi di angka -2,19% secara year-on-year (yoy). Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menilai bahwa angka ini lebih baik daripada angka sebelumnya di -3,49% yoy.

Namun, dia juga menyoroti perkembangan angka penyebaran Covid-19. Dari laporan Bank Dunia dan WHO di bulan Januari 2021, mayoritas negara di dunia angka penyebarannya bergerak turun, namun di Indonesia terus naik.
 
Baca juga:  3 Saran Ekonom UNS agar Ekonomi Indonesia Bisa Lari Lagi 
&quot;Pertimbangan kami untuk urgensi keberlanjutan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021, dari survei yang dilakukan BRI yang dilakukan terhadap dampak bantuan usaha mikro tahun 2020, 72% responden membutuhkan tambahan modal usaha,&quot; ujar Teten dalam rapat daring bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin(8/2/2021).

Dari responden yang membutuhkan tambahan modal usaha, sebanyak 41,3% membutuhkan tambahan modal sekitar Rp2 juta hingga Rp5 juta dan sebanyak 21,3% membutuhkan tambahan modal sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pancing Orang Kaya Buang Duit agar Ekonomi RI Pulih
&quot;Kami mengusulkan total kebutuhan anggaran PEN 2021 sebesar Rp29,21 triliun. Rencananya akan digunakan untuk subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan investasi melalui koperasi, dan program KUR bunga 0%,&quot; terang Teten.Untuk program subsidi bunga KUR, pagu anggaran regulernya adalah  sebesar Rp14,84 triliun, ditambah kebutuhan anggaran untuk tambahan  reguler dan Covid-19 sebesar Rp11,05 triliun. Sehingga, untuk program  ini, dibutuhkan anggaran Rp25,89 triliun.

&quot;Untuk pembiayaan investasi melalui koperasi usulan anggarannya Rp1 triliun dengan target 2021 Rp1 triliun,&quot; tambah Teten.

Lalu, untuk program KUR bunga 0%, anggaran yang diusulkan adalah  sebesar Rp2,32 triliun dengan target penerima tahun 2021 sebanyak 5 juta  pelaku usaha mikro.</content:encoded></item></channel></rss>
