<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  KKP Ungkap Alat Tangkap Ramah Lingkungan Mudahkan Ekspor, Ini Alasannya</title><description>KKP mengajak nelayan untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan  ekosistem laut dengan cara menggunakan alat tangkap ramah lingkungan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/08/320/2358491/kkp-ungkap-alat-tangkap-ramah-lingkungan-mudahkan-ekspor-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/08/320/2358491/kkp-ungkap-alat-tangkap-ramah-lingkungan-mudahkan-ekspor-ini-alasannya"/><item><title>  KKP Ungkap Alat Tangkap Ramah Lingkungan Mudahkan Ekspor, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/08/320/2358491/kkp-ungkap-alat-tangkap-ramah-lingkungan-mudahkan-ekspor-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/08/320/2358491/kkp-ungkap-alat-tangkap-ramah-lingkungan-mudahkan-ekspor-ini-alasannya</guid><pubDate>Senin 08 Februari 2021 13:43 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/08/320/2358491/kkp-ungkap-alat-tangkap-ramah-lingkungan-mudahkan-ekspor-ini-alasannya-8OLXQLXkab.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nelayan (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/08/320/2358491/kkp-ungkap-alat-tangkap-ramah-lingkungan-mudahkan-ekspor-ini-alasannya-8OLXQLXkab.jpg</image><title>Nelayan (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak nelayan untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan ekosistem laut dengan cara menggunakan alat tangkap ramah lingkungan dan menghindari penangkapan biota laut yang masih berukuran kecil. KKP juga mendorong nelayan menggunakan alat tangkap ramah lingkungan.
&quot;Tolong kita berusaha bertani di laut, kita tanam di laut itu, supaya besar-besar lagi ikannya, supaya subur lagi, dipupuk. Caranya bagaimana, pelan-pelan, karena alat tangkap mahal maka butuh dibantu, nanti alat tangkapnya kami bantu,&quot; ujar Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/2/2021).
Baca Juga: Denmark Akan Bangun Pulau Buatan Pertama Ramah Lingkungan
 
Selain demi sumber daya laut yang berkelanjutan, penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan akan memudahkan ikan hasil tangkapan dipasarkan, khususnya diekspor.
&quot;Hal ini dikarenakan pasar dunia memberlakukan pengetatan untuk ikan yang ditangkap, tidak akan menerima ikan yang ditangkap menggunakan alat tangkap yang merusak lingkungan,&quot; ungkap dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8yNy8xLzEyODAwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Antam menyambut baik aspirasi dan saran para nelayan yang hadir di Aula Gedung KUD Mandiri Mina Fajar Sidik Subang agar pemerintah juga memperhatikan bantuan alat tangkap yang sesuai dengan kapasitas kapal, pelatihan, serta alternatif usaha lain jika nelayan tidak bisa melaut karena cuaca buruk atau paceklik.&quot;Itu yang kami sedang pikirkan, jadi diserasikan ikan darat dan ikan  laut. Seperti di Karawang kita sedang buat contoh pembesaran ikan, baru  satu bulan. Saya setuju sekali, itu masukan bagus, kami harus segera  cari jalan keluarnya. Itu masukan luar biasa,&quot; tuturnya.
Direktur Perizinan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT)  Ridwan Mulyana menambahkan bahwa KKP telah menyiapkan program-program  bantuan dalam masa transisi menuju laut yang berkelanjutan.
&quot;Kita punya program bantuan dalam masa ini, ada yang namanya  permodalan, bantuan kapal dan alat penangkap ikan, kemudian  diversifikasi usaha nelayan, jadi selama bapak-ibu tidak melaut tetap  punya penghasilan. Kita sudah punya standar mengenai alat tangkap,  supaya anak cucu kita masih kenal yang namanya ikan,&quot; tandas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak nelayan untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan ekosistem laut dengan cara menggunakan alat tangkap ramah lingkungan dan menghindari penangkapan biota laut yang masih berukuran kecil. KKP juga mendorong nelayan menggunakan alat tangkap ramah lingkungan.
&quot;Tolong kita berusaha bertani di laut, kita tanam di laut itu, supaya besar-besar lagi ikannya, supaya subur lagi, dipupuk. Caranya bagaimana, pelan-pelan, karena alat tangkap mahal maka butuh dibantu, nanti alat tangkapnya kami bantu,&quot; ujar Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/2/2021).
Baca Juga: Denmark Akan Bangun Pulau Buatan Pertama Ramah Lingkungan
 
Selain demi sumber daya laut yang berkelanjutan, penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan akan memudahkan ikan hasil tangkapan dipasarkan, khususnya diekspor.
&quot;Hal ini dikarenakan pasar dunia memberlakukan pengetatan untuk ikan yang ditangkap, tidak akan menerima ikan yang ditangkap menggunakan alat tangkap yang merusak lingkungan,&quot; ungkap dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8yNy8xLzEyODAwOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Antam menyambut baik aspirasi dan saran para nelayan yang hadir di Aula Gedung KUD Mandiri Mina Fajar Sidik Subang agar pemerintah juga memperhatikan bantuan alat tangkap yang sesuai dengan kapasitas kapal, pelatihan, serta alternatif usaha lain jika nelayan tidak bisa melaut karena cuaca buruk atau paceklik.&quot;Itu yang kami sedang pikirkan, jadi diserasikan ikan darat dan ikan  laut. Seperti di Karawang kita sedang buat contoh pembesaran ikan, baru  satu bulan. Saya setuju sekali, itu masukan bagus, kami harus segera  cari jalan keluarnya. Itu masukan luar biasa,&quot; tuturnya.
Direktur Perizinan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT)  Ridwan Mulyana menambahkan bahwa KKP telah menyiapkan program-program  bantuan dalam masa transisi menuju laut yang berkelanjutan.
&quot;Kita punya program bantuan dalam masa ini, ada yang namanya  permodalan, bantuan kapal dan alat penangkap ikan, kemudian  diversifikasi usaha nelayan, jadi selama bapak-ibu tidak melaut tetap  punya penghasilan. Kita sudah punya standar mengenai alat tangkap,  supaya anak cucu kita masih kenal yang namanya ikan,&quot; tandas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
