<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Daftar Industri yang 'Kebal' Covid-19</title><description>Industri manufaktur masih mencatatkan performa positif pada beberapa subsektornya di tengah pandemi Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/08/320/2358507/daftar-industri-yang-kebal-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/08/320/2358507/daftar-industri-yang-kebal-covid-19"/><item><title>Daftar Industri yang 'Kebal' Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/08/320/2358507/daftar-industri-yang-kebal-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/08/320/2358507/daftar-industri-yang-kebal-covid-19</guid><pubDate>Senin 08 Februari 2021 14:01 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/08/320/2358507/daftar-industri-yang-kebal-covid-19-X1vQOQm4oY.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/08/320/2358507/daftar-industri-yang-kebal-covid-19-X1vQOQm4oY.jpeg</image><title>Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Industri manufaktur masih mencatatkan performa positif pada beberapa subsektornya di tengah pandemi Covid-19. Pada kuartal IV tahun 2020, terdapat beberapa subsektor yang tetap konsiten berkontribusi serta menjadi penopang angka pertumbuhan industri manufaktur.
&amp;ldquo;Memang secara tahunan industri pengolahan nonmigas terkontraksi sebesar 2,22%. Namun bila kita bandingkan dengan kuartal sebelumnya (q-to-q), saya melihat sudah ada tren positif dan pertumbuhan industri sudah mengalami rebound,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (8/2/2021).
Baca Juga: Intip Persiapan 3 Menteri Jokowi Jadikan Maluku Lumbung Ikan Nasional
 
Pada kuartal IV tahun 2020, industri logam dasar tumbuh 11,46% dengan meningkatnya permintaan luar negeri. Kemudian industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh 8,45%, terutama didukung peningkatan permintaan domestik terhadap sabun, hand sanitizer, dan disinfektan serta peningkatan produksi obat-obatan, multivitamin dan suplemen makanan.
&quot;Dari banyaknya sektor industri yang terimbas pandemi Covid-19, sektor industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tetap memiliki demand tinggi sehingga memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian,&quot; sebut Menperin.
Baca Juga: Pelaku Industri Ban Terpuruk akibat Covid-19
 
Selanjutnya, industri makanan dan minuman tumbuh 1,66% pada kuartal IV-2020. Menurut Agus, sektor tersebut merupakan salah satu sektor yang memiliki permintaan tinggi ketika pandemi Covid-19. Sebab, masyarakat perlu mengonsumsi asupan yang berkualitas untuk menjaga kesehatan.
&quot;Industri makanan dan minuman merupakan sektor yang sangat potensial untuk terus dipacu, sektor ini kami proyeksikan agar mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,&quot; imbuhnya.Selain itu, subsektor manufaktur yang juga memberikan kontribusi  positif pada kuartal IV-2020 meliputi industri  semen dan industri
otomotif.  Pada periode tersebut, untuk industri semen  mencatatkan  produksi semen sebesar 18,53 juta ton atau naik 2,91% (q-to-q).  Pengadaan semen dalam negeri pada periode tersebut meningkat sebesar  18,06 juta ton atau 3,11% (q-to-q).
Sementara produksi mobil mencapai 206.937 unit atau naik sebesar  82,21% dari kuartal sebelumnya. Sedangkan penjualan mobil secara  wholesale atau penjualan sampai tingkat diler mencapai 159.981 unit,  atau naik sebesar 43,98% (q-to-q).
Agus menuturkan, berbagai kebijakan dan stimulus telah dirancang  pemerintah guna membangkitkan gairah usaha para produsen kendaraan  bermotor.
&amp;ldquo;Terlebih industri otomotif merupakan satu dari sektor-sektor yang  mendapat prioritas pengembangan dalam implementasi industri 4.0 sesuai  peta jalan Making Indonesia 4.0,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Industri manufaktur masih mencatatkan performa positif pada beberapa subsektornya di tengah pandemi Covid-19. Pada kuartal IV tahun 2020, terdapat beberapa subsektor yang tetap konsiten berkontribusi serta menjadi penopang angka pertumbuhan industri manufaktur.
&amp;ldquo;Memang secara tahunan industri pengolahan nonmigas terkontraksi sebesar 2,22%. Namun bila kita bandingkan dengan kuartal sebelumnya (q-to-q), saya melihat sudah ada tren positif dan pertumbuhan industri sudah mengalami rebound,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (8/2/2021).
Baca Juga: Intip Persiapan 3 Menteri Jokowi Jadikan Maluku Lumbung Ikan Nasional
 
Pada kuartal IV tahun 2020, industri logam dasar tumbuh 11,46% dengan meningkatnya permintaan luar negeri. Kemudian industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh 8,45%, terutama didukung peningkatan permintaan domestik terhadap sabun, hand sanitizer, dan disinfektan serta peningkatan produksi obat-obatan, multivitamin dan suplemen makanan.
&quot;Dari banyaknya sektor industri yang terimbas pandemi Covid-19, sektor industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tetap memiliki demand tinggi sehingga memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian,&quot; sebut Menperin.
Baca Juga: Pelaku Industri Ban Terpuruk akibat Covid-19
 
Selanjutnya, industri makanan dan minuman tumbuh 1,66% pada kuartal IV-2020. Menurut Agus, sektor tersebut merupakan salah satu sektor yang memiliki permintaan tinggi ketika pandemi Covid-19. Sebab, masyarakat perlu mengonsumsi asupan yang berkualitas untuk menjaga kesehatan.
&quot;Industri makanan dan minuman merupakan sektor yang sangat potensial untuk terus dipacu, sektor ini kami proyeksikan agar mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,&quot; imbuhnya.Selain itu, subsektor manufaktur yang juga memberikan kontribusi  positif pada kuartal IV-2020 meliputi industri  semen dan industri
otomotif.  Pada periode tersebut, untuk industri semen  mencatatkan  produksi semen sebesar 18,53 juta ton atau naik 2,91% (q-to-q).  Pengadaan semen dalam negeri pada periode tersebut meningkat sebesar  18,06 juta ton atau 3,11% (q-to-q).
Sementara produksi mobil mencapai 206.937 unit atau naik sebesar  82,21% dari kuartal sebelumnya. Sedangkan penjualan mobil secara  wholesale atau penjualan sampai tingkat diler mencapai 159.981 unit,  atau naik sebesar 43,98% (q-to-q).
Agus menuturkan, berbagai kebijakan dan stimulus telah dirancang  pemerintah guna membangkitkan gairah usaha para produsen kendaraan  bermotor.
&amp;ldquo;Terlebih industri otomotif merupakan satu dari sektor-sektor yang  mendapat prioritas pengembangan dalam implementasi industri 4.0 sesuai  peta jalan Making Indonesia 4.0,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
