<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Industri Ini Tahan Banting di Tengah Covid-19</title><description>Selama di tengah pandemi Covid-19, industri manufaktur masih mencatatkan performa positif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2358656/industri-ini-tahan-banting-di-tengah-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2358656/industri-ini-tahan-banting-di-tengah-covid-19"/><item><title>Industri Ini Tahan Banting di Tengah Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2358656/industri-ini-tahan-banting-di-tengah-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2358656/industri-ini-tahan-banting-di-tengah-covid-19</guid><pubDate>Selasa 09 Februari 2021 05:55 WIB</pubDate><dc:creator>Iffa Naila Safira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/08/320/2358656/industri-ini-tahan-banting-di-tengah-covid-19-Fmjyrh7jch.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Pabrik (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/08/320/2358656/industri-ini-tahan-banting-di-tengah-covid-19-Fmjyrh7jch.jpg</image><title>Ilustrasi Pabrik (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Selama di tengah pandemi Covid-19, industri manufaktur masih mencatatkan performa positif. Beberapa subsektor tetap konsisten berkontribusi serta menjadi penopang angka pertumbuhan industri manufaktur.

&amp;ldquo;Memang secara tahunan industri pengolahan nonmigas terkontraksi sebesar 2,22%. Namun bila kita bandingkan dengan kuartal sebelumnya (q-to-q), saya melihat sudah ada tren positif dan pertumbuhan industri sudah mengalami rebound,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta.

Pada kuartal IV tahun 2020, industri logam dasar tumbuh 11,46%. Selain itu, industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh 8,45%.

&quot;Dari banyaknya sektor industri yang terimbas pandemi Covid-19, sektor industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tetap memiliki demand tinggi sehingga memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian,&quot; sebut Menperin.

Juga industri semen dan otomotif, untuk industri semen mencatatkan produksi semen sebesar 18,53 juta ton atau naik 2,91%. Sementara produksi mobil mencapai 206.937 unit atau naik sebesar 82,21% dari kuartal sebelumnya.

Agus mengatakan, bahwa industri otomotif merupakan satu dari sektor-sektor yang mendapat prioritas pengembangan dalam implementasi industri 4.0 sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

Baca Selengkapnya: Daftar Industri yang 'Kebal' Covid-19</description><content:encoded>JAKARTA - Selama di tengah pandemi Covid-19, industri manufaktur masih mencatatkan performa positif. Beberapa subsektor tetap konsisten berkontribusi serta menjadi penopang angka pertumbuhan industri manufaktur.

&amp;ldquo;Memang secara tahunan industri pengolahan nonmigas terkontraksi sebesar 2,22%. Namun bila kita bandingkan dengan kuartal sebelumnya (q-to-q), saya melihat sudah ada tren positif dan pertumbuhan industri sudah mengalami rebound,&amp;rdquo; kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta.

Pada kuartal IV tahun 2020, industri logam dasar tumbuh 11,46%. Selain itu, industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh 8,45%.

&quot;Dari banyaknya sektor industri yang terimbas pandemi Covid-19, sektor industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tetap memiliki demand tinggi sehingga memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian,&quot; sebut Menperin.

Juga industri semen dan otomotif, untuk industri semen mencatatkan produksi semen sebesar 18,53 juta ton atau naik 2,91%. Sementara produksi mobil mencapai 206.937 unit atau naik sebesar 82,21% dari kuartal sebelumnya.

Agus mengatakan, bahwa industri otomotif merupakan satu dari sektor-sektor yang mendapat prioritas pengembangan dalam implementasi industri 4.0 sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

Baca Selengkapnya: Daftar Industri yang 'Kebal' Covid-19</content:encoded></item></channel></rss>
