<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Meroket, Brent Tembus USD60/Barel</title><description>Harga minyak melonjak sekitar 2% pada akhir perdagangan Senin</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2358934/harga-minyak-meroket-brent-tembus-usd60-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2358934/harga-minyak-meroket-brent-tembus-usd60-barel"/><item><title>Harga Minyak Meroket, Brent Tembus USD60/Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2358934/harga-minyak-meroket-brent-tembus-usd60-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2358934/harga-minyak-meroket-brent-tembus-usd60-barel</guid><pubDate>Selasa 09 Februari 2021 07:47 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/09/320/2358934/harga-minyak-meroket-brent-tembus-usd60-barel-vAF91JKZHp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Minyak Dunia Naik (Foto: Okezone.com/SKK Migas)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/09/320/2358934/harga-minyak-meroket-brent-tembus-usd60-barel-vAF91JKZHp.jpg</image><title>Harga Minyak Dunia Naik (Foto: Okezone.com/SKK Migas)</title></images><description>NEW YORK - Harga minyak melonjak sekitar 2% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Minyak Brent pun melampaui level USD60 per barel.
Harga minyak naik didorong pemotongan pasokan di antara produsen-produsen utama dan harapan stimulus ekonomi AS lebih lanjut.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Minyak Dunia Naik, Dekati Level USD60/Barel
Harga minyak mentah berjangka Brent pengiriman April naik USD1,22 atau 2,1% menjadi USD60,56 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD1,12 atau 2,0% menjadi USD57,97 per barel.
Kedua harga minyak acuan tersebut pun berada di level tertinggi sejak Januari 2020.
&amp;ldquo;Berhasil menembus USD60 lagi terasa seperti pasar akhirnya muncul kembali setelah perjuangan panjang dan (mengambil) nafas yang tepat,&amp;rdquo; kata Wakil Presiden Pasar Minyak Rystad Energy Paola Rodriguez Masiu, dikutip dari Antara, Selasa (9/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Minyak Mentah Naik Imbas Pengetatan Pasokan
Tercatat harga minyak Brent dan WTI telah naik lebih dari 60% sejak awal November 2020, karena optimisme distribusi vaksin virus corona serta pengurangan produksi dari para anggota OPEC+.
&amp;ldquo;Tampaknya ada perubahan paradigma di pasar. Ada perasaan bahwa kelebihan pasokan minyak menghilang lebih cepat dari yang diperkirakan siapa pun,&amp;rdquo; ujar  Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn.Sementara itu, Arab Saudi menjanjikan pemotongan pasokan tambahan pada Februari dan Maret menyusul pengurangan oleh anggota lain dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya.
Investor juga mengawasi paket bantuan Covid-19 senilai USD1,9 triliun untuk Amerika Serikat yang diharapkan akan disahkan segera bulan ini.</description><content:encoded>NEW YORK - Harga minyak melonjak sekitar 2% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Minyak Brent pun melampaui level USD60 per barel.
Harga minyak naik didorong pemotongan pasokan di antara produsen-produsen utama dan harapan stimulus ekonomi AS lebih lanjut.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Minyak Dunia Naik, Dekati Level USD60/Barel
Harga minyak mentah berjangka Brent pengiriman April naik USD1,22 atau 2,1% menjadi USD60,56 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD1,12 atau 2,0% menjadi USD57,97 per barel.
Kedua harga minyak acuan tersebut pun berada di level tertinggi sejak Januari 2020.
&amp;ldquo;Berhasil menembus USD60 lagi terasa seperti pasar akhirnya muncul kembali setelah perjuangan panjang dan (mengambil) nafas yang tepat,&amp;rdquo; kata Wakil Presiden Pasar Minyak Rystad Energy Paola Rodriguez Masiu, dikutip dari Antara, Selasa (9/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Minyak Mentah Naik Imbas Pengetatan Pasokan
Tercatat harga minyak Brent dan WTI telah naik lebih dari 60% sejak awal November 2020, karena optimisme distribusi vaksin virus corona serta pengurangan produksi dari para anggota OPEC+.
&amp;ldquo;Tampaknya ada perubahan paradigma di pasar. Ada perasaan bahwa kelebihan pasokan minyak menghilang lebih cepat dari yang diperkirakan siapa pun,&amp;rdquo; ujar  Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn.Sementara itu, Arab Saudi menjanjikan pemotongan pasokan tambahan pada Februari dan Maret menyusul pengurangan oleh anggota lain dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya.
Investor juga mengawasi paket bantuan Covid-19 senilai USD1,9 triliun untuk Amerika Serikat yang diharapkan akan disahkan segera bulan ini.</content:encoded></item></channel></rss>
