<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Bakal Sulap PFN Jadi Lembaga Pembiayaan Film</title><description>Erick Thohir memiliki rencana besar terhadap transformasi industri perfilman di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359039/erick-thohir-bakal-sulap-pfn-jadi-lembaga-pembiayaan-film</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359039/erick-thohir-bakal-sulap-pfn-jadi-lembaga-pembiayaan-film"/><item><title>Erick Thohir Bakal Sulap PFN Jadi Lembaga Pembiayaan Film</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359039/erick-thohir-bakal-sulap-pfn-jadi-lembaga-pembiayaan-film</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359039/erick-thohir-bakal-sulap-pfn-jadi-lembaga-pembiayaan-film</guid><pubDate>Selasa 09 Februari 2021 10:50 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/09/320/2359039/erick-thohir-bakal-sulap-pfn-jadi-lembaga-pembiayaan-film-ASiN8daRNG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bioskop (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/09/320/2359039/erick-thohir-bakal-sulap-pfn-jadi-lembaga-pembiayaan-film-ASiN8daRNG.jpg</image><title>Bioskop (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memiliki rencana besar terhadap transformasi industri perfilman di Indonesia. Salah satu dukungan yang dilakukan  adalah pembiayaan.

Skema anggaran yang ditempuh Kementerian BUMN  dengan mengkonversi Perum Produksi Film Negara (PFN) menjadi lembaga pembiayaan bagi industri perfilman Indonesia.
 
&amp;nbsp; Baca juga: Berpotensi Rugi Besar, Wonder Woman 1984 Baru Kantongi Rp76,4 Miliar
&quot;Kami mau metamorfosis PFN menjadi lembaga pembiayaan film yang menjadi core business-nya, di mana fokusnya di financing, apakah nanti (pembiayaan) film di awal, yang paling mudah,&quot; ujar Erick Selasa (9/2/2021).

Dalam kajiannya, PFN selaku industri film pelat merah memiliki tugas untuk memproduksi film hinggga medistribusikan ke masyarakat. Erick menilai, langkah itu seharusnya dilakukan oleh industri film swasta.
 
&amp;nbsp; Baca juga: Film Apa Ada Cinta 2045? Sajikan Inovasi Teknologi Indonesia 25 Tahun Mendatang 
Bahkan, dia tidak mengelak banyak industri perfilman Tanah Air mengalami kontraksi keuangan. Karena itu, pemerintah turut andil mengembangkan bisnis tersebut dengan mendukung pihak swasta secara pembiayaan.
&quot;Saya rasa ini peran swasta lah, mereka sudah lebih mampu, sudah  lebih besar. Kami berpikir mengenai PFN ini, daripada bikin film  sekarang industri film sedang berat, kenapa PFN ini tidak menjadi  lembaga pembiayaan buat film? Contohnya di Korea ada, di AS ada, dan  lain-lain,&quot; tutur dia.

Rencana perubahan bisnis inti (core business) PFN ini masih  dalam tahap pembahasan di internal Kementerian BUMN. Dengan begitu,  rencana ini belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

&quot;Kita lagi diskusi internal. Saya dengan pak Wamen Tiko yang  kebetulan banker, bagaimana supaya aman, jangan sampai nanti lembaga  finance ini bermasalah. Tapi kita harus kontribusi supaya dunia industri  film makin besar produksinya,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memiliki rencana besar terhadap transformasi industri perfilman di Indonesia. Salah satu dukungan yang dilakukan  adalah pembiayaan.

Skema anggaran yang ditempuh Kementerian BUMN  dengan mengkonversi Perum Produksi Film Negara (PFN) menjadi lembaga pembiayaan bagi industri perfilman Indonesia.
 
&amp;nbsp; Baca juga: Berpotensi Rugi Besar, Wonder Woman 1984 Baru Kantongi Rp76,4 Miliar
&quot;Kami mau metamorfosis PFN menjadi lembaga pembiayaan film yang menjadi core business-nya, di mana fokusnya di financing, apakah nanti (pembiayaan) film di awal, yang paling mudah,&quot; ujar Erick Selasa (9/2/2021).

Dalam kajiannya, PFN selaku industri film pelat merah memiliki tugas untuk memproduksi film hinggga medistribusikan ke masyarakat. Erick menilai, langkah itu seharusnya dilakukan oleh industri film swasta.
 
&amp;nbsp; Baca juga: Film Apa Ada Cinta 2045? Sajikan Inovasi Teknologi Indonesia 25 Tahun Mendatang 
Bahkan, dia tidak mengelak banyak industri perfilman Tanah Air mengalami kontraksi keuangan. Karena itu, pemerintah turut andil mengembangkan bisnis tersebut dengan mendukung pihak swasta secara pembiayaan.
&quot;Saya rasa ini peran swasta lah, mereka sudah lebih mampu, sudah  lebih besar. Kami berpikir mengenai PFN ini, daripada bikin film  sekarang industri film sedang berat, kenapa PFN ini tidak menjadi  lembaga pembiayaan buat film? Contohnya di Korea ada, di AS ada, dan  lain-lain,&quot; tutur dia.

Rencana perubahan bisnis inti (core business) PFN ini masih  dalam tahap pembahasan di internal Kementerian BUMN. Dengan begitu,  rencana ini belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

&quot;Kita lagi diskusi internal. Saya dengan pak Wamen Tiko yang  kebetulan banker, bagaimana supaya aman, jangan sampai nanti lembaga  finance ini bermasalah. Tapi kita harus kontribusi supaya dunia industri  film makin besar produksinya,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
