<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Game Online Potensial Ekspor, Begini Hitung-hitungan Wamendag</title><description>Produk digital dalam negeri seperti game online memiliki potensi ekspor yang besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359144/game-online-potensial-ekspor-begini-hitung-hitungan-wamendag</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359144/game-online-potensial-ekspor-begini-hitung-hitungan-wamendag"/><item><title>Game Online Potensial Ekspor, Begini Hitung-hitungan Wamendag</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359144/game-online-potensial-ekspor-begini-hitung-hitungan-wamendag</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359144/game-online-potensial-ekspor-begini-hitung-hitungan-wamendag</guid><pubDate>Selasa 09 Februari 2021 13:31 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/09/320/2359144/game-online-potensial-ekspor-begini-hitung-hitungan-wamendag-m8kkbyLW5a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Game Online (Foto: Pixabay)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/09/320/2359144/game-online-potensial-ekspor-begini-hitung-hitungan-wamendag-m8kkbyLW5a.jpg</image><title>Game Online (Foto: Pixabay)</title></images><description>JAKARTA - Produk digital dalam negeri seperti game online memiliki potensi ekspor yang besar. Sayangnya produk digital Indonesia belum dioptimalkan dengan baik sehingga perlu mendapatkan perhatian.
&quot;Kita mungkin belum bisa mengapitalisasi produk-produk digital secara maksimal tetapi harus dimulai. Salah satu yang menjadi potensi adalah game online,&quot; ujar Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga dalam Research Talk 2021, Selasa (9/2/2021).
Baca Juga: Tuai Hujatan, Politisi Ini Akui Bermain Candy Crush Saat Rapat Online
 
Dia menuturkan, negara lain seperti China dan Korea Selatan yang sudah memproduksi dan mengekspor game online ke mancanegara dan memberikan penghasilan kepada negaranya masing-masing. Bahkan di Korea Selatan, ekspor game online memberi kontribusi yang lebih besar dari industri K-pop.
Menurut dia, di Indonesia juga memiliki potensi besar dalam mengembangkan game online sehingga bisa mengikuti jejak China dan Korea Selatan untuk bisa melakukan ekspor game online.
Baca Juga: Ingin Beli Chip Game Higss Domino, 4 Pemuda Mencuri 10 Laptop 
 
&quot;Mungkin kita download-nya gratis. Tetapi begitu dimainkan, biasanya ada beberapa fitur yang kita inginkan harus bayar. Jumlahnya mungkin murah hanya Rp10.000, tetapi kalau yang main misalkan ada 10 juta orang atau lebih, itu jadi potensi yang luar biasa. Itulah sebuah definisi bagaimana ekspor bisa dikembangkan dalam suatu produk digital,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yNi80LzEyNjUwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di sisi lain, ekspor produk digital seperti game online lebih efisien  dan praktis ketimbang ekspor produk konvensional seperti migas dan  nonmigas yang membutuhkan logistik dan distribusi. Hanya melalui gadget  bisa terjadi transaksi perdagangan.
&quot;Saya pikir ini ke depannya bisa dilakukan oleh generasi muda yang  secara kemampuan dan kapabilitas mampu meng-create ini. Memang ini  memiliki banyak tantangan, tidak hanya soal promosi tetapi juga regulasi  yang melibatkan lintas sektor karena berhubungan dengan aspek digital,  kreatif, dan saya pikir Kementerian Perdagangan menjadi eksekutor karena  dalam leading sektor perdagangan,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Produk digital dalam negeri seperti game online memiliki potensi ekspor yang besar. Sayangnya produk digital Indonesia belum dioptimalkan dengan baik sehingga perlu mendapatkan perhatian.
&quot;Kita mungkin belum bisa mengapitalisasi produk-produk digital secara maksimal tetapi harus dimulai. Salah satu yang menjadi potensi adalah game online,&quot; ujar Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga dalam Research Talk 2021, Selasa (9/2/2021).
Baca Juga: Tuai Hujatan, Politisi Ini Akui Bermain Candy Crush Saat Rapat Online
 
Dia menuturkan, negara lain seperti China dan Korea Selatan yang sudah memproduksi dan mengekspor game online ke mancanegara dan memberikan penghasilan kepada negaranya masing-masing. Bahkan di Korea Selatan, ekspor game online memberi kontribusi yang lebih besar dari industri K-pop.
Menurut dia, di Indonesia juga memiliki potensi besar dalam mengembangkan game online sehingga bisa mengikuti jejak China dan Korea Selatan untuk bisa melakukan ekspor game online.
Baca Juga: Ingin Beli Chip Game Higss Domino, 4 Pemuda Mencuri 10 Laptop 
 
&quot;Mungkin kita download-nya gratis. Tetapi begitu dimainkan, biasanya ada beberapa fitur yang kita inginkan harus bayar. Jumlahnya mungkin murah hanya Rp10.000, tetapi kalau yang main misalkan ada 10 juta orang atau lebih, itu jadi potensi yang luar biasa. Itulah sebuah definisi bagaimana ekspor bisa dikembangkan dalam suatu produk digital,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yNi80LzEyNjUwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di sisi lain, ekspor produk digital seperti game online lebih efisien  dan praktis ketimbang ekspor produk konvensional seperti migas dan  nonmigas yang membutuhkan logistik dan distribusi. Hanya melalui gadget  bisa terjadi transaksi perdagangan.
&quot;Saya pikir ini ke depannya bisa dilakukan oleh generasi muda yang  secara kemampuan dan kapabilitas mampu meng-create ini. Memang ini  memiliki banyak tantangan, tidak hanya soal promosi tetapi juga regulasi  yang melibatkan lintas sektor karena berhubungan dengan aspek digital,  kreatif, dan saya pikir Kementerian Perdagangan menjadi eksekutor karena  dalam leading sektor perdagangan,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
