<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Potret Perbankan Nasional, dari Jumlah Kredit hingga Total Simpanan</title><description>Kondisi penyaluran kredit perbankan pada 2019, tercatat mencapai Rp5.616,9 Triliun (naik 6,08% dibandingkan 2018).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359183/potret-perbankan-nasional-dari-jumlah-kredit-hingga-total-simpanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359183/potret-perbankan-nasional-dari-jumlah-kredit-hingga-total-simpanan"/><item><title>Potret Perbankan Nasional, dari Jumlah Kredit hingga Total Simpanan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359183/potret-perbankan-nasional-dari-jumlah-kredit-hingga-total-simpanan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359183/potret-perbankan-nasional-dari-jumlah-kredit-hingga-total-simpanan</guid><pubDate>Selasa 09 Februari 2021 14:15 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/09/320/2359183/potret-perbankan-nasional-dari-jumlah-kredit-hingga-total-simpanan-U4m3r9yUc9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perbankan (Foto: Shutterstcok)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/09/320/2359183/potret-perbankan-nasional-dari-jumlah-kredit-hingga-total-simpanan-U4m3r9yUc9.jpg</image><title>Perbankan (Foto: Shutterstcok)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kondisi penyaluran kredit perbankan pada 2019, tercatat mencapai Rp5.616,9 Triliun (naik 6,08% dibandingkan 2018). Sedangkan pada semester I 2020 pertumbuhan kredit perbankan hanya tumbuh 1,49% menjadi Rp5.549,24 Triliun.
Rasio kredit seret alias non-performing loan (NPL) semester I 2020 berada pada level 3,11% (naik 2,5% periode sama tahun 2019). Berdasarkan jenis penggunaannya per Juni 2020 NPL mencakup kredit modal kerja 3,96%, kredit investasi 2,58% dan kredit konsumsi 2,22%.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penyaluran Kredit dari Penempatan Dana Pemerintah Rp315,51 Triliun, Ini Rinciannya
Mengutip data Koran Sindo, Selasa (9/2/2021) Bank Umum terbagi menjadi dari konvensional dan syariah dengan total keseluruhan 110 bank. Adapun yang termasuk Bank Umum Konvensional yaitu 4 Bank Persero, 24 Bank Pembangunan Daerah, 60 Bank Swasta Nasional, 8 Kantor Cabang Bank Asing. Sedangkan Bank Umum Syariah mencakup 2 Bank Pembangunan Daerah dan 12 Bank Swasta Nasional.
Jumlah rekening simpanan per Desember 2018 sebanyak 275.764.037 rekening dan per Desember 2019 sebanyak 301.586.727 rekening. Dengan total nominal simpanan di Bank Umum per Desember 2019 sebesar Rp6.077 Triliun.
Baca Juga: Pengamat Ungkap Resep Jitu Demi Kerek Permintaan Kredit
Ada juga Bank Pengkreditan/Pembiayaan Rakyat yang memiliki 1.709 bank. Mencakup 1.545 BPR Konvensional dan 164 BPR Syariah. Berikut penyaluran Kredit dan Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Perbankan periode Januari sampai September 2020.
Pada Januari, DPK Rp5.941,72 Triliun dan Kredit Rp5.567,04 Triliun. Februari, DPK Rp6.035,65 Triliun dan Kredit Rp5.603,97 Triliun. Maret, DPK Rp6.214,30 Triliun dan Kredit Rp5.781,56 Triliun. April, DPK Rp6.128,09 Triliun dan Kredit Rp5.676,05 Triliun. Mei, DPK Rp6.175,35 Triliun dan Kredit Rp5.651,48 Triliun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTMvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Juni, DPK Rp6.280,46 Triliun dan Kredit Rp5.617,71 Triliun. Juli, DPK Rp6.308,12 Triliun dan Kredit Rp5.607,29 Triliun. Agustus, DPK Rp6.487,84 Triliun dan Kredit Rp5.594,10 Triliun. September, DPK Rp6.650,87 Triliun dan Kredit Rp5.602,03 Triliun.
Berikut juga rangkuman kegiatan beberapa Bank Umum, Pertama ada Bank BRI, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melakukan terobosan terkait pembuatan OVO Co brand Credit Card dengan PT Visionet Internasional.
BRI dan OVO Co-brand Credit Card menawarkan inovasi dan solusi  transaksi mudah bagi pengguna dan nasabah kedua perusahaan. Melalui  produk ini nasabah tidak perlu repot mengurus pembuatan kartu kredit  baru, tetapi dapat mengakses layanan kartu kredit dengan mudah hanya  melalui aplikasi OVO. Proses pembuatan BRI dan OVO Co-brand Credit Card  sepenuhnya bisa dilakukan secara digital.
Kemudian BRI juga meluncurkan program Kios Warga, sebuah program  kewirausahaan yang disiapkan BRI bersama Taspen untuk para ASN aktif  yang akan pensiun dan pensiunan ASN dengan tujuan independen secara  finansial di masa pensiun.
Selain itu bank ini juga memiliki BRImo, yakni Aplikasi Internet dan  Mobile Banking BRI terbaru berbasis data internet. Aplikasi dan mobile  banking memberikan kemudahan bagi nasabah maupun non nasabah untuk dapat  bertransaksi dengan User Interface dan User Experience terbaru.  Terdapat fitur-fitur menarik lainnya, dengan pilihan Source of Fundi  sumber dana setiap transaksi dapat menggunakan rekening Giro/Tabungan.
Kedua, Bank BTN. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN)  memantapkan digitalisasi produk di masa pandemi. Bank BTN terus  membangun portofolio berkualitas dengan NPL rendah yang sejalan dengan  prinsip bisnis berkelanjutan. Melakukan innovator digital dan rumah bagi  putra-putri bangsa dan Memberikan bantuan layanan internet gratis  kepada pelajar atau siswa di 30 Desa di Jawa Barat untuk kegiatan  belajar daring pada masa pandemi Covid-19.
Ketiga, Bank Mandiri. PT Bank Mandiri Tbk melakukan penyaluran kredit  dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN). Melakukan restrukturasi  kredit terdampak Covid-19. Bank ini juga memiliki platform &quot;Mandiri  Pintar&quot; yang mampu memproses pengajuan kredit mikro produktif untuk  segmen UMKM dengan waktu yang sangat singkat, yaitu hanya 15 menit,  setelah tenaga pemasar mengajukan data debitur melalui Mandiri Pintar.
Keempat, Bank BNI. Bank ini meluncurkan Gerakan Sosial  #AntarkanSemangat, yaitu komunikasi yang menunjukkan kepedulian kepada  nasabah. Kegiatannya memiliki muatan edukasi dan solusi yang disertai  program promosi. Kemudian BNI turut serta menggerakkan ekonomi-sosial  masyarakat, menjaga stabilitas bisnis BNI, serta makin mendekatkan BNI  dengan nasabah.
Bank ini juga menghadirkan BNI Emerald Concierge untuk memberikan  kemudahan dalam memenuhi apa pun kebutuhan nasabah BNI Emerald selama  masa pandemi. Seperti pengiriman bahan makanan dari restoran, pelayanan  farmasi dan obat-obatan, pengiriman kebutuhan rumah tangga, pelayanan  disinfektan, serta informasi dan berita tentang Covid-19.
Kelima, BTPN. Bank ini meluncurkan Jenius, yakni sebuah aplikasi  perbankan digital. Aplikasi ini membantu penggunanya melakukan aktivitas  finansial seperti menabung, bertransaksi, atau mengatur keuangan serta  memungkinkan nasabah untuk memiliki rekening bank. Semua dilakukan dari  satu tempat, dari ponsel baik yang berbasis Android maupun lainnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kondisi penyaluran kredit perbankan pada 2019, tercatat mencapai Rp5.616,9 Triliun (naik 6,08% dibandingkan 2018). Sedangkan pada semester I 2020 pertumbuhan kredit perbankan hanya tumbuh 1,49% menjadi Rp5.549,24 Triliun.
Rasio kredit seret alias non-performing loan (NPL) semester I 2020 berada pada level 3,11% (naik 2,5% periode sama tahun 2019). Berdasarkan jenis penggunaannya per Juni 2020 NPL mencakup kredit modal kerja 3,96%, kredit investasi 2,58% dan kredit konsumsi 2,22%.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penyaluran Kredit dari Penempatan Dana Pemerintah Rp315,51 Triliun, Ini Rinciannya
Mengutip data Koran Sindo, Selasa (9/2/2021) Bank Umum terbagi menjadi dari konvensional dan syariah dengan total keseluruhan 110 bank. Adapun yang termasuk Bank Umum Konvensional yaitu 4 Bank Persero, 24 Bank Pembangunan Daerah, 60 Bank Swasta Nasional, 8 Kantor Cabang Bank Asing. Sedangkan Bank Umum Syariah mencakup 2 Bank Pembangunan Daerah dan 12 Bank Swasta Nasional.
Jumlah rekening simpanan per Desember 2018 sebanyak 275.764.037 rekening dan per Desember 2019 sebanyak 301.586.727 rekening. Dengan total nominal simpanan di Bank Umum per Desember 2019 sebesar Rp6.077 Triliun.
Baca Juga: Pengamat Ungkap Resep Jitu Demi Kerek Permintaan Kredit
Ada juga Bank Pengkreditan/Pembiayaan Rakyat yang memiliki 1.709 bank. Mencakup 1.545 BPR Konvensional dan 164 BPR Syariah. Berikut penyaluran Kredit dan Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Perbankan periode Januari sampai September 2020.
Pada Januari, DPK Rp5.941,72 Triliun dan Kredit Rp5.567,04 Triliun. Februari, DPK Rp6.035,65 Triliun dan Kredit Rp5.603,97 Triliun. Maret, DPK Rp6.214,30 Triliun dan Kredit Rp5.781,56 Triliun. April, DPK Rp6.128,09 Triliun dan Kredit Rp5.676,05 Triliun. Mei, DPK Rp6.175,35 Triliun dan Kredit Rp5.651,48 Triliun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wMy82Ny8xMjQwNTMvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Juni, DPK Rp6.280,46 Triliun dan Kredit Rp5.617,71 Triliun. Juli, DPK Rp6.308,12 Triliun dan Kredit Rp5.607,29 Triliun. Agustus, DPK Rp6.487,84 Triliun dan Kredit Rp5.594,10 Triliun. September, DPK Rp6.650,87 Triliun dan Kredit Rp5.602,03 Triliun.
Berikut juga rangkuman kegiatan beberapa Bank Umum, Pertama ada Bank BRI, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melakukan terobosan terkait pembuatan OVO Co brand Credit Card dengan PT Visionet Internasional.
BRI dan OVO Co-brand Credit Card menawarkan inovasi dan solusi  transaksi mudah bagi pengguna dan nasabah kedua perusahaan. Melalui  produk ini nasabah tidak perlu repot mengurus pembuatan kartu kredit  baru, tetapi dapat mengakses layanan kartu kredit dengan mudah hanya  melalui aplikasi OVO. Proses pembuatan BRI dan OVO Co-brand Credit Card  sepenuhnya bisa dilakukan secara digital.
Kemudian BRI juga meluncurkan program Kios Warga, sebuah program  kewirausahaan yang disiapkan BRI bersama Taspen untuk para ASN aktif  yang akan pensiun dan pensiunan ASN dengan tujuan independen secara  finansial di masa pensiun.
Selain itu bank ini juga memiliki BRImo, yakni Aplikasi Internet dan  Mobile Banking BRI terbaru berbasis data internet. Aplikasi dan mobile  banking memberikan kemudahan bagi nasabah maupun non nasabah untuk dapat  bertransaksi dengan User Interface dan User Experience terbaru.  Terdapat fitur-fitur menarik lainnya, dengan pilihan Source of Fundi  sumber dana setiap transaksi dapat menggunakan rekening Giro/Tabungan.
Kedua, Bank BTN. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN)  memantapkan digitalisasi produk di masa pandemi. Bank BTN terus  membangun portofolio berkualitas dengan NPL rendah yang sejalan dengan  prinsip bisnis berkelanjutan. Melakukan innovator digital dan rumah bagi  putra-putri bangsa dan Memberikan bantuan layanan internet gratis  kepada pelajar atau siswa di 30 Desa di Jawa Barat untuk kegiatan  belajar daring pada masa pandemi Covid-19.
Ketiga, Bank Mandiri. PT Bank Mandiri Tbk melakukan penyaluran kredit  dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN). Melakukan restrukturasi  kredit terdampak Covid-19. Bank ini juga memiliki platform &quot;Mandiri  Pintar&quot; yang mampu memproses pengajuan kredit mikro produktif untuk  segmen UMKM dengan waktu yang sangat singkat, yaitu hanya 15 menit,  setelah tenaga pemasar mengajukan data debitur melalui Mandiri Pintar.
Keempat, Bank BNI. Bank ini meluncurkan Gerakan Sosial  #AntarkanSemangat, yaitu komunikasi yang menunjukkan kepedulian kepada  nasabah. Kegiatannya memiliki muatan edukasi dan solusi yang disertai  program promosi. Kemudian BNI turut serta menggerakkan ekonomi-sosial  masyarakat, menjaga stabilitas bisnis BNI, serta makin mendekatkan BNI  dengan nasabah.
Bank ini juga menghadirkan BNI Emerald Concierge untuk memberikan  kemudahan dalam memenuhi apa pun kebutuhan nasabah BNI Emerald selama  masa pandemi. Seperti pengiriman bahan makanan dari restoran, pelayanan  farmasi dan obat-obatan, pengiriman kebutuhan rumah tangga, pelayanan  disinfektan, serta informasi dan berita tentang Covid-19.
Kelima, BTPN. Bank ini meluncurkan Jenius, yakni sebuah aplikasi  perbankan digital. Aplikasi ini membantu penggunanya melakukan aktivitas  finansial seperti menabung, bertransaksi, atau mengatur keuangan serta  memungkinkan nasabah untuk memiliki rekening bank. Semua dilakukan dari  satu tempat, dari ponsel baik yang berbasis Android maupun lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
