<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Suharso Klaim Covid-19 Bisa Terkendali September 2021</title><description>Pandemi Covid-19 diprediksi mulai terkendali pada September 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359284/menteri-suharso-klaim-covid-19-bisa-terkendali-september-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359284/menteri-suharso-klaim-covid-19-bisa-terkendali-september-2021"/><item><title>Menteri Suharso Klaim Covid-19 Bisa Terkendali September 2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359284/menteri-suharso-klaim-covid-19-bisa-terkendali-september-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359284/menteri-suharso-klaim-covid-19-bisa-terkendali-september-2021</guid><pubDate>Selasa 09 Februari 2021 16:28 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/09/320/2359284/menteri-suharso-klaim-covid-19-bisa-terkendali-september-2021-xX5kuNBffh.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/09/320/2359284/menteri-suharso-klaim-covid-19-bisa-terkendali-september-2021-xX5kuNBffh.jfif</image><title>Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi Covid-19 diprediksi mulai terkendali pada September 2021. Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, ada beberapa syarat untuk bisa mencapai tujuan itu, utamanya terkait angka reproduksi efektif/penularan berada di bawah satu.
&quot;Hasil estimasi, wabah mulai terkendali di September 2021. Itu tercapai jika terjadi penurunan kasus baru secara konsisten. Harus di bawah satu, jadi 0,99, itu bisa dicapai September,&quot; ujar Suharso  dalam sesi konferensi pers di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (9/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Menristek Hibahkan Alat GeNose C19 ke Kemenparekraf 
 
Dia merinci angka 0,9 kasus baru Covid-19 per hari bisa dicapai dengan efikasi vaksin Sinovac sebesar 65%. Itu diberikan sebanyak 2 dosis per orang dengan jeda 14 hari, sehingga efek perlindungan optimal tercapai 14 hari setelah vaksinasi kedua.
&quot;Kemudian, vaksinasi untuk masyarakat umum dapat dimulai pada 1 Maret 2021 dengan 31 ribu vaksinator, sehingga tiap vaksinator bisa melakukan vaksinasi kepada 30 orang per hari,&quot; bebernya.
Baca Juga: Pemulihan Usaha, UMKM Butuh Tambahan Modal hingga Rp50 Juta
 
Dia memaparkan, herd immunity baru bisa dicapai dalam waktu 15 bulan sejak penyuntikan vaksin pertama dilakukan pada Januari 2021 silam. &quot;Dengan demikian, herd immunity 70%  di Indonesia akan dicapai pada Maret 2022,&quot; sambungnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8wOC8xLzEyODYxMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Suharso mengungkapkan, pengendalian pandemi Covid-19 dan pemulihan  ekonomi bisa berjalan lebih cepat jika Indonesia memperoleh tambahan  vaksin dari Pfizer, AstraZaneca, dan Novavak yang punya efikasi lebih  tinggi.
Kemudian, jika jumlah dan kapasitas vaksinator bisa ditambah, serta adanya pelibatan swasta dan kapasitas cold chain.
&quot;Yang sekarang kita perjuangkan haruslah semua daerah menekan  memperlambat atau mengurangi laju pertambahan kasus. Kita harus tekan  sedemikian rupa untuk tetap turun,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi Covid-19 diprediksi mulai terkendali pada September 2021. Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, ada beberapa syarat untuk bisa mencapai tujuan itu, utamanya terkait angka reproduksi efektif/penularan berada di bawah satu.
&quot;Hasil estimasi, wabah mulai terkendali di September 2021. Itu tercapai jika terjadi penurunan kasus baru secara konsisten. Harus di bawah satu, jadi 0,99, itu bisa dicapai September,&quot; ujar Suharso  dalam sesi konferensi pers di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (9/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Menristek Hibahkan Alat GeNose C19 ke Kemenparekraf 
 
Dia merinci angka 0,9 kasus baru Covid-19 per hari bisa dicapai dengan efikasi vaksin Sinovac sebesar 65%. Itu diberikan sebanyak 2 dosis per orang dengan jeda 14 hari, sehingga efek perlindungan optimal tercapai 14 hari setelah vaksinasi kedua.
&quot;Kemudian, vaksinasi untuk masyarakat umum dapat dimulai pada 1 Maret 2021 dengan 31 ribu vaksinator, sehingga tiap vaksinator bisa melakukan vaksinasi kepada 30 orang per hari,&quot; bebernya.
Baca Juga: Pemulihan Usaha, UMKM Butuh Tambahan Modal hingga Rp50 Juta
 
Dia memaparkan, herd immunity baru bisa dicapai dalam waktu 15 bulan sejak penyuntikan vaksin pertama dilakukan pada Januari 2021 silam. &quot;Dengan demikian, herd immunity 70%  di Indonesia akan dicapai pada Maret 2022,&quot; sambungnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8wOC8xLzEyODYxMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Suharso mengungkapkan, pengendalian pandemi Covid-19 dan pemulihan  ekonomi bisa berjalan lebih cepat jika Indonesia memperoleh tambahan  vaksin dari Pfizer, AstraZaneca, dan Novavak yang punya efikasi lebih  tinggi.
Kemudian, jika jumlah dan kapasitas vaksinator bisa ditambah, serta adanya pelibatan swasta dan kapasitas cold chain.
&quot;Yang sekarang kita perjuangkan haruslah semua daerah menekan  memperlambat atau mengurangi laju pertambahan kasus. Kita harus tekan  sedemikian rupa untuk tetap turun,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
