<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dear Investor, Bos BI Buka Peluang Turunkan Suku Bunga Acuan Nih</title><description>Bank Indonesia (BI) masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359347/dear-investor-bos-bi-buka-peluang-turunkan-suku-bunga-acuan-nih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359347/dear-investor-bos-bi-buka-peluang-turunkan-suku-bunga-acuan-nih"/><item><title>Dear Investor, Bos BI Buka Peluang Turunkan Suku Bunga Acuan Nih</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359347/dear-investor-bos-bi-buka-peluang-turunkan-suku-bunga-acuan-nih</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359347/dear-investor-bos-bi-buka-peluang-turunkan-suku-bunga-acuan-nih</guid><pubDate>Selasa 09 Februari 2021 17:53 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/09/320/2359347/dear-investor-bos-bi-buka-peluang-turunkan-suku-bunga-acuan-nih-6mo4W5AlGg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/09/320/2359347/dear-investor-bos-bi-buka-peluang-turunkan-suku-bunga-acuan-nih-6mo4W5AlGg.jpg</image><title>Gubernur BI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) yang saat ini berada di level 3,75% dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan hal ini dikarenakan nilai tukar Rupiah yang masih stabil

&quot;Masih ada ruang tentu saja kami akan melihat kemungkinannya, dengan tetap menjaga stabilitas khususnya nilai tukar Rupiah dan bagaimana lebih efektifnya mendorong pemulihan ekonomi,&amp;rdquo; kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rapat virtual, Selasa (9/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;4 Fakta Menarik BI Tahan Suku Bunga 3,75%&amp;nbsp;
Kata dia, perbaikan ekonomi mulai terjadi di kuartal IV 2020. Namun perbaikannya tidak secepat yang diperkirakan bank sentral.

Rinciannya selama kuartal IV 2020, pertumbuhan ekonomi terkontraksi 2,19% (yoy). Angka ini membaik dari kuartal III yang minus 3,49% (yoy) dan kuartal II minus 5,32% (yoy). Sepanjang tahun lalu, pertumbuhan ekonomi minus 2,07% (yoy).

&amp;ldquo;Arah trennya di triwulan II, III, dan IV terjadi perbaikan kontraksi, selama tahun lalu kontraksi 2,07%. Tapi ini lebih rendah dari perkiraan kami semula kontraksi minus 1% hingga minus 2%&amp;rdquo; bebernya

Perry menuturkan, pemulihan ekonomi tahun ini akan sangat tergantung dengan program vaksinasi. Selain itu juga terkait langkah pemerintah dalam penanganan Covid-19.

&quot;Jadi dilihat perbaikan memang terus berlanjut, namun seberapa cepat akan sangat tergantung dengan vaksinasi,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) yang saat ini berada di level 3,75% dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan hal ini dikarenakan nilai tukar Rupiah yang masih stabil

&quot;Masih ada ruang tentu saja kami akan melihat kemungkinannya, dengan tetap menjaga stabilitas khususnya nilai tukar Rupiah dan bagaimana lebih efektifnya mendorong pemulihan ekonomi,&amp;rdquo; kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rapat virtual, Selasa (9/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;4 Fakta Menarik BI Tahan Suku Bunga 3,75%&amp;nbsp;
Kata dia, perbaikan ekonomi mulai terjadi di kuartal IV 2020. Namun perbaikannya tidak secepat yang diperkirakan bank sentral.

Rinciannya selama kuartal IV 2020, pertumbuhan ekonomi terkontraksi 2,19% (yoy). Angka ini membaik dari kuartal III yang minus 3,49% (yoy) dan kuartal II minus 5,32% (yoy). Sepanjang tahun lalu, pertumbuhan ekonomi minus 2,07% (yoy).

&amp;ldquo;Arah trennya di triwulan II, III, dan IV terjadi perbaikan kontraksi, selama tahun lalu kontraksi 2,07%. Tapi ini lebih rendah dari perkiraan kami semula kontraksi minus 1% hingga minus 2%&amp;rdquo; bebernya

Perry menuturkan, pemulihan ekonomi tahun ini akan sangat tergantung dengan program vaksinasi. Selain itu juga terkait langkah pemerintah dalam penanganan Covid-19.

&quot;Jadi dilihat perbaikan memang terus berlanjut, namun seberapa cepat akan sangat tergantung dengan vaksinasi,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
