<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masyarakat Pakai Ringgit di Perbatasan, Ini PR untuk BI</title><description>Masyarakat di daerah perbatasan masih menggunakan mata uang ringgit sebagai alat transaksi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359364/masyarakat-pakai-ringgit-di-perbatasan-ini-pr-untuk-bi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359364/masyarakat-pakai-ringgit-di-perbatasan-ini-pr-untuk-bi"/><item><title>Masyarakat Pakai Ringgit di Perbatasan, Ini PR untuk BI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359364/masyarakat-pakai-ringgit-di-perbatasan-ini-pr-untuk-bi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359364/masyarakat-pakai-ringgit-di-perbatasan-ini-pr-untuk-bi</guid><pubDate>Selasa 09 Februari 2021 18:26 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/09/320/2359364/masyarakat-pakai-ringgit-di-perbatasan-ini-pr-untuk-bi-JGecCSYREn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mata Uang Asing (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/09/320/2359364/masyarakat-pakai-ringgit-di-perbatasan-ini-pr-untuk-bi-JGecCSYREn.jpg</image><title>Mata Uang Asing (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Masyarakat di daerah perbatasan masih menggunakan mata uang ringgit sebagai alat transaksi. Hal ini menjadi sorotan imbas dari penangkapan penangkapan Zaim Saidi, inisiator penggunaan dinar-dirham di Pasar Muamalah Depok. Pasalnya, penggunaan mata uang asal Malaysia di perbatasan Indonesia-Malaysia masih sering terjadi.
Baca Juga: Diduga Hendak Edarkan 1 Kg Ganja, 4 Warga Papua Ditangkap
 
Melihat fenomena tersebut, Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra menuturkan, hal tersebut kemungkinan terjadi karena kebanyakan barang yang berada di perbatasan berasal dari Malaysia dan transaksi dilakukan dengan masyarakat dari Malaysia.
&quot;Sehingga (ringgit) (digunakan) untuk memudahkan menggunakan mata uang negara tersebut,&quot; ujar Ariston saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (9/2/2021).
Baca Juga: BNPP Sebut Ada 29 Titik Tak Resmi di Lintas Batas Indonesia-Malaysia
 
Namun, di sisi lain Bank Indonesia menyatakan bahwa pihaknya selama ini terus melakukan edukasi penggunaan rupiah di daerah terdepan terpencil dan terluar (3T), termasuk untuk daerah perbatasan.
Seperti menyebarkan informasi mengenai kewajiban penggunaan uang rupiah sebagai alat pembayaran yang sah. Kemudian, rupiah sebagai simbol kedaulatan negara dan ciri-ciri keaslian uang rupiah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8wMy8xLzEyODM2OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Namun, Ariston menyebut Bank Indonesia juga harus harus bekerja sama  dengan pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur di perbatasan sehingga  arus barang dari dalam negeri bisa sampai di perbatasan dalam jumlah  memadai dan harga terjangkau.
&quot;Dengan demikian masyarakat di perbatasan tidak perlu banyak membeli barang dari negara tetangga,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Masyarakat di daerah perbatasan masih menggunakan mata uang ringgit sebagai alat transaksi. Hal ini menjadi sorotan imbas dari penangkapan penangkapan Zaim Saidi, inisiator penggunaan dinar-dirham di Pasar Muamalah Depok. Pasalnya, penggunaan mata uang asal Malaysia di perbatasan Indonesia-Malaysia masih sering terjadi.
Baca Juga: Diduga Hendak Edarkan 1 Kg Ganja, 4 Warga Papua Ditangkap
 
Melihat fenomena tersebut, Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra menuturkan, hal tersebut kemungkinan terjadi karena kebanyakan barang yang berada di perbatasan berasal dari Malaysia dan transaksi dilakukan dengan masyarakat dari Malaysia.
&quot;Sehingga (ringgit) (digunakan) untuk memudahkan menggunakan mata uang negara tersebut,&quot; ujar Ariston saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (9/2/2021).
Baca Juga: BNPP Sebut Ada 29 Titik Tak Resmi di Lintas Batas Indonesia-Malaysia
 
Namun, di sisi lain Bank Indonesia menyatakan bahwa pihaknya selama ini terus melakukan edukasi penggunaan rupiah di daerah terdepan terpencil dan terluar (3T), termasuk untuk daerah perbatasan.
Seperti menyebarkan informasi mengenai kewajiban penggunaan uang rupiah sebagai alat pembayaran yang sah. Kemudian, rupiah sebagai simbol kedaulatan negara dan ciri-ciri keaslian uang rupiah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8wMy8xLzEyODM2OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Namun, Ariston menyebut Bank Indonesia juga harus harus bekerja sama  dengan pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur di perbatasan sehingga  arus barang dari dalam negeri bisa sampai di perbatasan dalam jumlah  memadai dan harga terjangkau.
&quot;Dengan demikian masyarakat di perbatasan tidak perlu banyak membeli barang dari negara tetangga,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
