<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akhirnya, Obligasi Wajib Konversi Garuda Rp1 Triliun Cair</title><description>PT Garuda Indonesia akhirnya telah menyelesaikan proses  pencairan dana hasil penerbitan Obligasi Wajib Konversi (OWK) sebesar  Rp1 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359429/akhirnya-obligasi-wajib-konversi-garuda-rp1-triliun-cair</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359429/akhirnya-obligasi-wajib-konversi-garuda-rp1-triliun-cair"/><item><title>Akhirnya, Obligasi Wajib Konversi Garuda Rp1 Triliun Cair</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359429/akhirnya-obligasi-wajib-konversi-garuda-rp1-triliun-cair</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/320/2359429/akhirnya-obligasi-wajib-konversi-garuda-rp1-triliun-cair</guid><pubDate>Selasa 09 Februari 2021 20:47 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/09/320/2359429/akhirnya-obligasi-wajib-konversi-garuda-rp1-triliun-cair-sJdFuoUJRV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/09/320/2359429/akhirnya-obligasi-wajib-konversi-garuda-rp1-triliun-cair-sJdFuoUJRV.jpg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) akhirnya telah menyelesaikan proses pencairan dana hasil penerbitan Obligasi Wajib Konversi (OWK) sebesar Rp1 triliun. Pencairan dana hasil penerbitan OWK tersebut mengacu pada perjanjian penerbitan OWK pada akhir tahun 2020 lalu.
Di mana dana obligasi tersebut telah disepakati antara Garuda Indonesia dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) selaku pelaksana investasi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI dalam rangka implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasiona (PEN).
Baca Juga:&amp;nbsp; Obligasi Wajib Konversi Garuda Rp1 Triliun Cair Kuartal I-2021
 
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyambut gembira cairnya dana hasil penerbitan OWK sebesar Rp1 triliun ini. Menurutnya, pencairan ini bisa menjadi momentum bagi Garuda Indonesia untuk terus memperkuat upaya pemulihan kinerja perseroan.
&amp;ldquo;Dana hasil penerbitan OWK sebesar Rp1 triliun yang telah kami selesaikan proses pencairannya pada pertengahan kuartal 1 tahun ini, tentunya menjadi momentum tersendiri bagi Garuda Indonesia untuk terus memperkuat upaya pemulihan kinerja sejalan dengan kinerja fundamental operasional Perusahaan yang secara konsisten terus menunjukan pertumbuhan yang positif,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangannya, Selasa (9/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Semarang Banjir, Bandara Ahmad Yani Ditutup Sementara
 
Pencairan dana hasil penerbitan OWK ini telah memperhitungkan kebutuhan modal kerja Perusahaan jangka pendek dan menengah. Namun, perseroan juga tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta aspek compliance terhadap ketentuan Good Corporate Governance (GCG), sehingga penggunaan dana hasil OWK ini dapat berjalan tepat guna sesuai kebutuhan Perusahaan.
&amp;ldquo;Dengan kinerja Perusahaan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif di tengah masa pandemi ini serta kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan penerbangan Garuda Indonesia,&amp;rdquo; ucapnya.
Sebagaimana yang telah disepakati bersama stakeholder terkait dalam  hal ini Kementerian BUMN RI dan Kementerian Keuangan RI melalui PT SMI  selaku pelaksana investasi, dana yang diperoleh dari penerbitan OWK ini  akan dipergunakan untuk mendukung likuiditas, solvabilitas, serta  pembiayaan operasional Perusahaan.
Adapun mengacu pada persetujuan penerbitan OWK yang telah diperoleh  Perusahaan dengan nilai sebesar maksimum 8,5 triliun rupiah dan dengan  tenor maksimum 7 tahun, maka sesuai dengan penandatanganan perjanjian  penerbitan OWK pada akhir Desember 2020 lalu, implementasi pencairan  dana OWK yang telah terlaksana pada tanggal 4 Februari 2021 adalah  sebesar 1 triliun rupiah dengan tenor selama 3 tahun.
Hingga awal kuartal 4-2020 lalu, Garuda Indonesia berhasil  mencatatkan jumlah penumpang tertinggi selama pandemi dimana pada  November 2020 laluz Garuda Indonesia Group berhasil membukukan jumlah  penumpang menembus jumlah angkutan penumpang lebih dari 1,043 juta  penumpang yang meningkat cukup signifikan dari masa awal pandemi di mana  Perusahaan hanya dapat mengangkut 30 ribuan penumpang.
Dari bisnis angkutan kargo, pada November 2020 Garuda Indonesia juga  berhasil mencatatkan pertumbuhan kargo sebesar 12,20 % dari awal kuartal  4 2020, menjadi 24,6 ribu ton angkutan kargo.
Dari aspek pengelolaan biaya produksi Perusahaan, Garuda Indonesia  juga secara konsisten menerapkan upaya upaya strategis yang salah  satunya melalui negosiasi biaya sewa pesawat, negosiasi dengan pihak  ketiga lainnya, serta berbagai optimalisasi biaya penunjang lainnya di  mana penghematan per bulannya yang dapat diperoleh mencapai sebesar  USD15 juta.
&amp;ldquo;Kami optimistis dana dari hasil penerbitan OWK ini akan dapat  menunjang fokus akselerasi kinerja Perseroan secara konsisten&amp;rdquo; kata  Irfan.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) akhirnya telah menyelesaikan proses pencairan dana hasil penerbitan Obligasi Wajib Konversi (OWK) sebesar Rp1 triliun. Pencairan dana hasil penerbitan OWK tersebut mengacu pada perjanjian penerbitan OWK pada akhir tahun 2020 lalu.
Di mana dana obligasi tersebut telah disepakati antara Garuda Indonesia dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) selaku pelaksana investasi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI dalam rangka implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasiona (PEN).
Baca Juga:&amp;nbsp; Obligasi Wajib Konversi Garuda Rp1 Triliun Cair Kuartal I-2021
 
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyambut gembira cairnya dana hasil penerbitan OWK sebesar Rp1 triliun ini. Menurutnya, pencairan ini bisa menjadi momentum bagi Garuda Indonesia untuk terus memperkuat upaya pemulihan kinerja perseroan.
&amp;ldquo;Dana hasil penerbitan OWK sebesar Rp1 triliun yang telah kami selesaikan proses pencairannya pada pertengahan kuartal 1 tahun ini, tentunya menjadi momentum tersendiri bagi Garuda Indonesia untuk terus memperkuat upaya pemulihan kinerja sejalan dengan kinerja fundamental operasional Perusahaan yang secara konsisten terus menunjukan pertumbuhan yang positif,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangannya, Selasa (9/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Semarang Banjir, Bandara Ahmad Yani Ditutup Sementara
 
Pencairan dana hasil penerbitan OWK ini telah memperhitungkan kebutuhan modal kerja Perusahaan jangka pendek dan menengah. Namun, perseroan juga tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta aspek compliance terhadap ketentuan Good Corporate Governance (GCG), sehingga penggunaan dana hasil OWK ini dapat berjalan tepat guna sesuai kebutuhan Perusahaan.
&amp;ldquo;Dengan kinerja Perusahaan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif di tengah masa pandemi ini serta kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan penerbangan Garuda Indonesia,&amp;rdquo; ucapnya.
Sebagaimana yang telah disepakati bersama stakeholder terkait dalam  hal ini Kementerian BUMN RI dan Kementerian Keuangan RI melalui PT SMI  selaku pelaksana investasi, dana yang diperoleh dari penerbitan OWK ini  akan dipergunakan untuk mendukung likuiditas, solvabilitas, serta  pembiayaan operasional Perusahaan.
Adapun mengacu pada persetujuan penerbitan OWK yang telah diperoleh  Perusahaan dengan nilai sebesar maksimum 8,5 triliun rupiah dan dengan  tenor maksimum 7 tahun, maka sesuai dengan penandatanganan perjanjian  penerbitan OWK pada akhir Desember 2020 lalu, implementasi pencairan  dana OWK yang telah terlaksana pada tanggal 4 Februari 2021 adalah  sebesar 1 triliun rupiah dengan tenor selama 3 tahun.
Hingga awal kuartal 4-2020 lalu, Garuda Indonesia berhasil  mencatatkan jumlah penumpang tertinggi selama pandemi dimana pada  November 2020 laluz Garuda Indonesia Group berhasil membukukan jumlah  penumpang menembus jumlah angkutan penumpang lebih dari 1,043 juta  penumpang yang meningkat cukup signifikan dari masa awal pandemi di mana  Perusahaan hanya dapat mengangkut 30 ribuan penumpang.
Dari bisnis angkutan kargo, pada November 2020 Garuda Indonesia juga  berhasil mencatatkan pertumbuhan kargo sebesar 12,20 % dari awal kuartal  4 2020, menjadi 24,6 ribu ton angkutan kargo.
Dari aspek pengelolaan biaya produksi Perusahaan, Garuda Indonesia  juga secara konsisten menerapkan upaya upaya strategis yang salah  satunya melalui negosiasi biaya sewa pesawat, negosiasi dengan pihak  ketiga lainnya, serta berbagai optimalisasi biaya penunjang lainnya di  mana penghematan per bulannya yang dapat diperoleh mencapai sebesar  USD15 juta.
&amp;ldquo;Kami optimistis dana dari hasil penerbitan OWK ini akan dapat  menunjang fokus akselerasi kinerja Perseroan secara konsisten&amp;rdquo; kata  Irfan.</content:encoded></item></channel></rss>
