<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Ungkap Penduduk Muslim Jadi Kekuatan Bisnis Properti Syariah</title><description>Pemerintah meminta kepada para perusahaan pengembang properti untuk bisa mengembangkan bisnis syariah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/470/2359299/wapres-ungkap-penduduk-muslim-jadi-kekuatan-bisnis-properti-syariah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/470/2359299/wapres-ungkap-penduduk-muslim-jadi-kekuatan-bisnis-properti-syariah"/><item><title>Wapres Ungkap Penduduk Muslim Jadi Kekuatan Bisnis Properti Syariah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/470/2359299/wapres-ungkap-penduduk-muslim-jadi-kekuatan-bisnis-properti-syariah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/09/470/2359299/wapres-ungkap-penduduk-muslim-jadi-kekuatan-bisnis-properti-syariah</guid><pubDate>Selasa 09 Februari 2021 16:41 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/09/470/2359299/wapres-ungkap-penduduk-muslim-jadi-kekuatan-bisnis-properti-syariah-SvkbRx0P7Q.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/09/470/2359299/wapres-ungkap-penduduk-muslim-jadi-kekuatan-bisnis-properti-syariah-SvkbRx0P7Q.jpeg</image><title>Rumah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah meminta kepada para perusahaan pengembang properti untuk bisa mengembangkan bisnis syariah. Apalagi, pemerintah juga saat ini sedang mulai fokus pada pengembangan ekonomi syariah.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, salah satu hal yang bisa dilakukan oleh para pengembang properti adalah dengan menggali dan mengembangkan pembiayaan syariah. Apalagi potensi dari ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia juga cukup besar.
Baca Juga: Butuh Rp780 Triliun Bereskan Masalah Backlog, dari Mana Duitnya?
 
&quot;Saya sangat mendukung dan berharap agar APERSI bersama dengan pengembang lainnya dapat menggali dan mengembangkan potensi pengembangan properti dengan pembiayaan syariah dalam rangka mewujudkan pemenuhan perumahan bagi masyarakat Indonesia,&quot; ujarnya dalam acara Munas APERSI secara virtual, Selasa (9/2/2021).
Jika melihat dari sektor keuangan, maka potensi properti syariah juga cukup besar. Mengingat, Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
Baca Juga:&amp;nbsp; Backlog Perumahan Turun 4,5 Juta Rumah pada 2030
 
Komposisi penduduk Indonesia sendiri saat ini menempati posisi keempat dunia. Seharusnya hal ini bisa menjadi daya tarik yang sangat diperhitungkan oleh investor dari banyak negara.
&quot;Besarnya jumlah penduduk muslim di Indonesia tentunya diharapkan menjadi pendorsaaong pertumbuhan bisnis properti syariah,&quot; jelasnya.Dari sisi pembiayaan, pelaku properti juga seharusnya tidak perlu  khawatir. Karena sektor properti syariah ini nantinya akan dibantu atau  didorong oleh berkembangnya perbankan syariah dan keuangan syariah.
Hingga akhir tahun 2020 aset industri jasa keuangan syariah sudah  mencapai Rp1.802,86 triliun. Jika melihat angka tersebut, maka para  pelaku properti seharusnya tidak perlu ragu lagi karena tentunya ini  merupakan angka dan sekaligus potensi yang sangat besar.
&quot;Sejalan dengan pelaksanaan ekonomi syariah, yang dewasa ini terus  berkembang di berbagai penjuru dunia termasuk di Indonesia mendorong  berkembangnya industri perbankan syariah nasional bersama lembaga  keuangan syariah lainya maka Indonesia properti Indonesia juga ikut  tumbuh dan berkembang,&quot; jelas Ma'ruf.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah meminta kepada para perusahaan pengembang properti untuk bisa mengembangkan bisnis syariah. Apalagi, pemerintah juga saat ini sedang mulai fokus pada pengembangan ekonomi syariah.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, salah satu hal yang bisa dilakukan oleh para pengembang properti adalah dengan menggali dan mengembangkan pembiayaan syariah. Apalagi potensi dari ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia juga cukup besar.
Baca Juga: Butuh Rp780 Triliun Bereskan Masalah Backlog, dari Mana Duitnya?
 
&quot;Saya sangat mendukung dan berharap agar APERSI bersama dengan pengembang lainnya dapat menggali dan mengembangkan potensi pengembangan properti dengan pembiayaan syariah dalam rangka mewujudkan pemenuhan perumahan bagi masyarakat Indonesia,&quot; ujarnya dalam acara Munas APERSI secara virtual, Selasa (9/2/2021).
Jika melihat dari sektor keuangan, maka potensi properti syariah juga cukup besar. Mengingat, Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
Baca Juga:&amp;nbsp; Backlog Perumahan Turun 4,5 Juta Rumah pada 2030
 
Komposisi penduduk Indonesia sendiri saat ini menempati posisi keempat dunia. Seharusnya hal ini bisa menjadi daya tarik yang sangat diperhitungkan oleh investor dari banyak negara.
&quot;Besarnya jumlah penduduk muslim di Indonesia tentunya diharapkan menjadi pendorsaaong pertumbuhan bisnis properti syariah,&quot; jelasnya.Dari sisi pembiayaan, pelaku properti juga seharusnya tidak perlu  khawatir. Karena sektor properti syariah ini nantinya akan dibantu atau  didorong oleh berkembangnya perbankan syariah dan keuangan syariah.
Hingga akhir tahun 2020 aset industri jasa keuangan syariah sudah  mencapai Rp1.802,86 triliun. Jika melihat angka tersebut, maka para  pelaku properti seharusnya tidak perlu ragu lagi karena tentunya ini  merupakan angka dan sekaligus potensi yang sangat besar.
&quot;Sejalan dengan pelaksanaan ekonomi syariah, yang dewasa ini terus  berkembang di berbagai penjuru dunia termasuk di Indonesia mendorong  berkembangnya industri perbankan syariah nasional bersama lembaga  keuangan syariah lainya maka Indonesia properti Indonesia juga ikut  tumbuh dan berkembang,&quot; jelas Ma'ruf.</content:encoded></item></channel></rss>
