<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Bersih OCBC NISP Turun 28% Jadi Rp2,1 Triliun</title><description>PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mencatat kinerja yang berkelanjutan dengan Laba Bersih setelah pajak mencapai Rp2,1 Triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/10/278/2359666/laba-bersih-ocbc-nisp-turun-28-jadi-rp2-1-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/10/278/2359666/laba-bersih-ocbc-nisp-turun-28-jadi-rp2-1-triliun"/><item><title>Laba Bersih OCBC NISP Turun 28% Jadi Rp2,1 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/10/278/2359666/laba-bersih-ocbc-nisp-turun-28-jadi-rp2-1-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/10/278/2359666/laba-bersih-ocbc-nisp-turun-28-jadi-rp2-1-triliun</guid><pubDate>Rabu 10 Februari 2021 11:19 WIB</pubDate><dc:creator>Hafid Fuad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/10/278/2359666/laba-bersih-ocbc-nisp-turun-28-jadi-rp2-1-triliun-yYANoUJZn7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/10/278/2359666/laba-bersih-ocbc-nisp-turun-28-jadi-rp2-1-triliun-yYANoUJZn7.jpg</image><title>Rupiah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mencatat kinerja yang berkelanjutan dengan Laba Bersih setelah pajak mencapai Rp2,1 Triliun hingga akhir tahun 2020. Nilai ini menurun 28% dari periode sama tahun lalu di posisi Rp 2,939 triliun pada 2019.

Perseroan menjelaskan meskipun di tengah tekanan kondisi ekonomi namun masih menyalurkan kredit sebesar Rp114,9 Triliun hingga akhir Desember 2020. Penyaluran ini lebih rendah 3% dari 2019 yang menyalurkan kredit hingga Rp119,046 Triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cerita Karmaka Surjaudaja Terjun Jadi Bankir saat Terjadi Sanering
Upaya OCBC NISP dalam melayani nasabah dilaksanakan bersamaan dengan komitmen Bank dalam menjalankan kegiatan usahanya secara pruden. Hal ini tercermin dari rasio NPL (non-performing loan) net yang tercatat sebesar 0,8% dan NPL bruto sebesar 1,9%, berada di bawah rata-rata NPL industri perbankan.

Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja mengatakan kinerja perseroan berkelanjutan sepanjang tahun 2020 meskipun di tengah perlambatan ekonomi global dan nasional. Bila melihat kinerja pertumbuhan laba operasional sebelum dikurangi beban cadangan kerugian penurunan bisa dilihat nilainya tumbuh 14% (YoY), atau naik menjadi Rp5,24 Triliun dari sebelumnya Rp4,58 Triliun di tahun 2019.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pendiri Bank OCBC NISP Karmaka Surjaudaja Meninggal Dunia
&quot;Hal ini didukung pertumbuhan pendapatan operasional sebesar 9% YoY, sementara upaya peningkatan produktivitas dan efesiensi telah berkontribusi positif, antara lain biaya operasional dengan kenaikan sebesar 2% YoY,&quot; ujar Parwati, Jakarta, Rabu (10/2/2021).Pandemi COVID-19 disebutnya banyak memberikan pelajaran bagi Bank  OCBC NISP, mulai dari keterbatasan mobilitas yang mendorong akselerasi  digital hingga perubahan perilaku nasabah yang semakin sadar akan  pengelolaan keuangan dan investasi.

&quot;Fenomena ini kami sambut dengan mengakselerasi kemampuan kami untuk  menghadirkan solusi perbankan yang memungkinkan nasabah individu dan  korporasi mengelola keuangannya dimana saja, didukung dengan kemudahan  dan fleksibilitas dari layanan digital kami, serta berbagai program  pemberdayaan dan edukasi untuk mendukung masyarakat menjaga kesehatan  keuangannya,&amp;rdquo; tambah Parwati.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mencatat kinerja yang berkelanjutan dengan Laba Bersih setelah pajak mencapai Rp2,1 Triliun hingga akhir tahun 2020. Nilai ini menurun 28% dari periode sama tahun lalu di posisi Rp 2,939 triliun pada 2019.

Perseroan menjelaskan meskipun di tengah tekanan kondisi ekonomi namun masih menyalurkan kredit sebesar Rp114,9 Triliun hingga akhir Desember 2020. Penyaluran ini lebih rendah 3% dari 2019 yang menyalurkan kredit hingga Rp119,046 Triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cerita Karmaka Surjaudaja Terjun Jadi Bankir saat Terjadi Sanering
Upaya OCBC NISP dalam melayani nasabah dilaksanakan bersamaan dengan komitmen Bank dalam menjalankan kegiatan usahanya secara pruden. Hal ini tercermin dari rasio NPL (non-performing loan) net yang tercatat sebesar 0,8% dan NPL bruto sebesar 1,9%, berada di bawah rata-rata NPL industri perbankan.

Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja mengatakan kinerja perseroan berkelanjutan sepanjang tahun 2020 meskipun di tengah perlambatan ekonomi global dan nasional. Bila melihat kinerja pertumbuhan laba operasional sebelum dikurangi beban cadangan kerugian penurunan bisa dilihat nilainya tumbuh 14% (YoY), atau naik menjadi Rp5,24 Triliun dari sebelumnya Rp4,58 Triliun di tahun 2019.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pendiri Bank OCBC NISP Karmaka Surjaudaja Meninggal Dunia
&quot;Hal ini didukung pertumbuhan pendapatan operasional sebesar 9% YoY, sementara upaya peningkatan produktivitas dan efesiensi telah berkontribusi positif, antara lain biaya operasional dengan kenaikan sebesar 2% YoY,&quot; ujar Parwati, Jakarta, Rabu (10/2/2021).Pandemi COVID-19 disebutnya banyak memberikan pelajaran bagi Bank  OCBC NISP, mulai dari keterbatasan mobilitas yang mendorong akselerasi  digital hingga perubahan perilaku nasabah yang semakin sadar akan  pengelolaan keuangan dan investasi.

&quot;Fenomena ini kami sambut dengan mengakselerasi kemampuan kami untuk  menghadirkan solusi perbankan yang memungkinkan nasabah individu dan  korporasi mengelola keuangannya dimana saja, didukung dengan kemudahan  dan fleksibilitas dari layanan digital kami, serta berbagai program  pemberdayaan dan edukasi untuk mendukung masyarakat menjaga kesehatan  keuangannya,&amp;rdquo; tambah Parwati.</content:encoded></item></channel></rss>
