<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Sriwijaya Air SJ 182 Tidak Lewati Area Awan yang Timbulkan Guncangan</title><description>Laporan awal mengenai penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/10/320/2359905/sriwijaya-air-sj-182-tidak-lewati-area-awan-yang-timbulkan-guncangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/10/320/2359905/sriwijaya-air-sj-182-tidak-lewati-area-awan-yang-timbulkan-guncangan"/><item><title>   Sriwijaya Air SJ 182 Tidak Lewati Area Awan yang Timbulkan Guncangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/10/320/2359905/sriwijaya-air-sj-182-tidak-lewati-area-awan-yang-timbulkan-guncangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/10/320/2359905/sriwijaya-air-sj-182-tidak-lewati-area-awan-yang-timbulkan-guncangan</guid><pubDate>Rabu 10 Februari 2021 16:21 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/10/320/2359905/sriwijaya-air-sj-182-tidak-lewati-area-awan-yang-timbulkan-guncangan-P9aXvWtOcg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/10/320/2359905/sriwijaya-air-sj-182-tidak-lewati-area-awan-yang-timbulkan-guncangan-P9aXvWtOcg.jpg</image><title>Pesawat (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis laporan awal mengenai penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Salah satu yang diungkap adalah mengenai kondisi cuaca pada saat penerbangan.

Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Kapten Nurcahyo Utomo mengatakan, jalur penerbangan Sriwijaya Air SJ-182 tidak melintasi awan signifikan. Hal tersebut terungkap dari data radar cuaca pukul 14.38 WIB dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

&quot;Pergerakan pesawat menunjukkan pesawat ini tidak melalui area dengan awan signifikan,&quot; ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Terungkap! Ini Kronologi dan Detik-Detik Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182&amp;nbsp;
Menurut Nurcahyo, hal tersebut menunjukan jika jalur yang dilalui pesawat SJ-182 juga bukan area hujan. Tak hanya itu, jalur yang dilewati juga tidak melalui area in cloud turbulence atau turbulensi yang terjadi dalam awan yang signifikan.

&quot;Dan bukan area awan hujan dan tidak di awan yang menimbulkan guncangan,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8zMC8xLzEyODE1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebagai informasi, Pesawat Sriwijaya Air dengan rute Jakarta-Pontianak terbang pada 9 Januari 2021. Pesawat dengan nomor penerbangan SJ-182 itu diawaki oleh 2 pilot, 4 awak kabin dan membawa 56 penumpang.

Pesawat terbang pada pukul 14.36 WIB dari Bandara Soekarno Hatta. Kemudian pada pukul. Pesawat SJ-182 itu hilang kontak dan dinyatakan jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki beberapa menit setelahnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis laporan awal mengenai penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Salah satu yang diungkap adalah mengenai kondisi cuaca pada saat penerbangan.

Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Kapten Nurcahyo Utomo mengatakan, jalur penerbangan Sriwijaya Air SJ-182 tidak melintasi awan signifikan. Hal tersebut terungkap dari data radar cuaca pukul 14.38 WIB dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

&quot;Pergerakan pesawat menunjukkan pesawat ini tidak melalui area dengan awan signifikan,&quot; ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Terungkap! Ini Kronologi dan Detik-Detik Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182&amp;nbsp;
Menurut Nurcahyo, hal tersebut menunjukan jika jalur yang dilalui pesawat SJ-182 juga bukan area hujan. Tak hanya itu, jalur yang dilewati juga tidak melalui area in cloud turbulence atau turbulensi yang terjadi dalam awan yang signifikan.

&quot;Dan bukan area awan hujan dan tidak di awan yang menimbulkan guncangan,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8zMC8xLzEyODE1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebagai informasi, Pesawat Sriwijaya Air dengan rute Jakarta-Pontianak terbang pada 9 Januari 2021. Pesawat dengan nomor penerbangan SJ-182 itu diawaki oleh 2 pilot, 4 awak kabin dan membawa 56 penumpang.

Pesawat terbang pada pukul 14.36 WIB dari Bandara Soekarno Hatta. Kemudian pada pukul. Pesawat SJ-182 itu hilang kontak dan dinyatakan jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki beberapa menit setelahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
