<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KNKT Terus Cari CVR SJ-182, Sampai Pakai Alat Peniup Lumpur</title><description>Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terus melakukan pencarian memory kotak hitam atau black box.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/10/320/2360065/knkt-terus-cari-cvr-sj-182-sampai-pakai-alat-peniup-lumpur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/10/320/2360065/knkt-terus-cari-cvr-sj-182-sampai-pakai-alat-peniup-lumpur"/><item><title>KNKT Terus Cari CVR SJ-182, Sampai Pakai Alat Peniup Lumpur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/10/320/2360065/knkt-terus-cari-cvr-sj-182-sampai-pakai-alat-peniup-lumpur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/10/320/2360065/knkt-terus-cari-cvr-sj-182-sampai-pakai-alat-peniup-lumpur</guid><pubDate>Rabu 10 Februari 2021 20:42 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/10/320/2360065/knkt-terus-cari-cvr-sj-182-sampai-pakai-alat-peniup-lumpur-nlZU97a1ln.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Black Box Sriwijaya Air (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/10/320/2360065/knkt-terus-cari-cvr-sj-182-sampai-pakai-alat-peniup-lumpur-nlZU97a1ln.jpg</image><title>Black Box Sriwijaya Air (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terus melakukan pencarian memory kotak hitam atau black box berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Penemuan CVR ini akan membantu KNKT dalam melakukan investigasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pencarian CVR. Dalam proses pencarian CVR, pihaknya akan dibantu oleh Kementerian Perhubungan hingga Badan SAR Nasional (Basarnas).
Baca Juga: Sriwijaya Air SJ-182 Sempat 2 Kali Rusak dan Masuk Bengkel Sebelum Jatuh
 
&quot;Sepanjang masih sanggup akan kita lakukan dengan dibantu oleh Kementerian Perhubungan, Basarnas, masyarakat Kepulauan Seribu. Kami belum berfikir kalau tidak ketemu,&quot; ujarnya dalam acara konferensi pers virtual, Rabu (10/2/2021).
Sementara itu, Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan, dalam mencari CVR dari Sriwijaya Air Sj-182, pihaknya akan menggunakan mesin peniup lumpur. Mengingat, kemungkinan keberadaan CVR ini sudah tertimbun lumpur.
Baca Juga: Ternyata Tuas Pengatur Mesin Sriwijaya Air SJ-182 Sempat Bermasalah
 
&quot;Kita sudah menggunakan mulai kemarin peniup lumpur supaya diharapkan lebih bersih posisi dari CVR, kemarin sudah tiup pagi, sorenya penyelam datang air lumpur dari sungai gak keliatan hasil ditiup ini kondisinya baik. sudah mulai terlihat bagian-bagian area ditengarai,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8zMC8xLzEyODE1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Nurcahyo sendiri mengaku jika pihaknya sudah memiliki titik koordinat dari memory CVR tersebut. Pencarian masih akan mengacu pada ditemukannya Flight Data Recorder (FDR) hingga casing dari CVR itu sendiri.
&quot;Kami sudah memiliki koordinatnya posisinya ini mengacu pada FDR, juga elektronik modul dan casing cvr. Dari temuan benda ini kita lokasi kita buat 25x25 meter,&quot; jelasnya.Pihaknya juga lanjut Nurcahyo sudah memuat garis kotak-kotak di bawah  laut.Nantinya, para penyelam akan melakukan pencarian secara manual di  setiap kotak-kotak itu.
&quot;Dan kita sudah membuat garis dibawah laut. Kita sudah membuat kotak  kotak 5x5 meter. Karena dugaan kami cvr terendam di bawah lumpur,&quot;  jelasnya.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan memory CVR dari  Sriwijaya Air SJ-182 bisa segera ditemukan. Sehingga, bisa melengkapi  hasil investigasi yang dianalisis oleh KNKT lewat FDR.
&quot;Mudah-mudahan tidak lama CVR bisa ditemukan. Kalau tidak ditemukan  pengaruhnya sangat signifikan, karena kami tidak memiliki data apa  diskusi para pilot dan bagaimana komunikasi keduanya apa yang terjadi di  kokpit kita enggak begitu tahu karena enggak ada CVR dan menjadi  kendala jika tidak ditemukan CVR,&quot; jelasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terus melakukan pencarian memory kotak hitam atau black box berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Penemuan CVR ini akan membantu KNKT dalam melakukan investigasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pencarian CVR. Dalam proses pencarian CVR, pihaknya akan dibantu oleh Kementerian Perhubungan hingga Badan SAR Nasional (Basarnas).
Baca Juga: Sriwijaya Air SJ-182 Sempat 2 Kali Rusak dan Masuk Bengkel Sebelum Jatuh
 
&quot;Sepanjang masih sanggup akan kita lakukan dengan dibantu oleh Kementerian Perhubungan, Basarnas, masyarakat Kepulauan Seribu. Kami belum berfikir kalau tidak ketemu,&quot; ujarnya dalam acara konferensi pers virtual, Rabu (10/2/2021).
Sementara itu, Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan, dalam mencari CVR dari Sriwijaya Air Sj-182, pihaknya akan menggunakan mesin peniup lumpur. Mengingat, kemungkinan keberadaan CVR ini sudah tertimbun lumpur.
Baca Juga: Ternyata Tuas Pengatur Mesin Sriwijaya Air SJ-182 Sempat Bermasalah
 
&quot;Kita sudah menggunakan mulai kemarin peniup lumpur supaya diharapkan lebih bersih posisi dari CVR, kemarin sudah tiup pagi, sorenya penyelam datang air lumpur dari sungai gak keliatan hasil ditiup ini kondisinya baik. sudah mulai terlihat bagian-bagian area ditengarai,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8zMC8xLzEyODE1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Nurcahyo sendiri mengaku jika pihaknya sudah memiliki titik koordinat dari memory CVR tersebut. Pencarian masih akan mengacu pada ditemukannya Flight Data Recorder (FDR) hingga casing dari CVR itu sendiri.
&quot;Kami sudah memiliki koordinatnya posisinya ini mengacu pada FDR, juga elektronik modul dan casing cvr. Dari temuan benda ini kita lokasi kita buat 25x25 meter,&quot; jelasnya.Pihaknya juga lanjut Nurcahyo sudah memuat garis kotak-kotak di bawah  laut.Nantinya, para penyelam akan melakukan pencarian secara manual di  setiap kotak-kotak itu.
&quot;Dan kita sudah membuat garis dibawah laut. Kita sudah membuat kotak  kotak 5x5 meter. Karena dugaan kami cvr terendam di bawah lumpur,&quot;  jelasnya.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan memory CVR dari  Sriwijaya Air SJ-182 bisa segera ditemukan. Sehingga, bisa melengkapi  hasil investigasi yang dianalisis oleh KNKT lewat FDR.
&quot;Mudah-mudahan tidak lama CVR bisa ditemukan. Kalau tidak ditemukan  pengaruhnya sangat signifikan, karena kami tidak memiliki data apa  diskusi para pilot dan bagaimana komunikasi keduanya apa yang terjadi di  kokpit kita enggak begitu tahu karena enggak ada CVR dan menjadi  kendala jika tidak ditemukan CVR,&quot; jelasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
