<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sepi Pembeli, Penjualan Pernak-pernik Imlek Turun 30%</title><description>Penjualan pernak-pernik Imlek mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya sebagai dampak  pandemi COVID-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/10/455/2359889/sepi-pembeli-penjualan-pernak-pernik-imlek-turun-30</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/10/455/2359889/sepi-pembeli-penjualan-pernak-pernik-imlek-turun-30"/><item><title>Sepi Pembeli, Penjualan Pernak-pernik Imlek Turun 30%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/10/455/2359889/sepi-pembeli-penjualan-pernak-pernik-imlek-turun-30</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/10/455/2359889/sepi-pembeli-penjualan-pernak-pernik-imlek-turun-30</guid><pubDate>Rabu 10 Februari 2021 19:29 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/10/455/2359889/sepi-pembeli-penjualan-pernak-pernik-imlek-turun-30-PKvYq30agN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Imlek (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/10/455/2359889/sepi-pembeli-penjualan-pernak-pernik-imlek-turun-30-PKvYq30agN.jpg</image><title>Imlek (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Penjualan pernak-pernik Imlek di Kota Pontianak, Kalimantan Barat mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya sebagai dampak pandemi COVID-19.
&quot;Permintaan pernak-pernik Imlek oleh warga Tionghoa tetap ada, tetapi mengalami penurunan hingga sebesar 20% hingga 30% apabila dibanding tahun-tahun sebelumnya dampak pandemi COVID-19,&quot; kata Ratna, satu di antara pemilik toko pernak-pernik Imlek di kawasan Jalan Gajah Mada Pontianak, dilansir dari Antara, Rabu (10/2/2021).
Dia menjelaskan perayaan Imlek tahun ini memang tidak digelar meriah seperti tahun-tahun sebelumnya tapi rumah harus tetap dihias.
Baca Juga: 7 Tradisi Unik Masyarakat Keturunan Tionghoa saat Imlek
 
Dari pantauan di lapangan, menjelang perayaan Imlek yang tahun ini jatuh pada tanggal 12 Februari 2021, pernak-pernik Imlek banyak dijual di pasar salah satunya sepanjang Jalan Gajah Mada, Pontianak.
Toko Ratna sudah berdiri puluhan tahun, mereka menjual berbagai pernak-pernik Imlek, seperti lampion, angpao, shio, pajangan dan masih banyak lagi.
&quot;Kami buka toko sudah lama, barang yang dijual juga banyak, untuk pernak-pernik yang paling banyak dicari warga Tionghoa setiap tahunnya adalah shio dan lampion,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8wOS8xLzEyODY2NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Karena pandemi toko Ratna menyediakan barang tidak sebanyak biasanya. &quot;Karena pandemi kami memasok barang hanya sedikit jadi tidak semua permintaan bisa terpenuhi,&quot; katanya.
Hal serupa juga terlihat di Toko PJ yang sudah berdiri belasan tahun.  &quot;Biarpun permintaan pelanggan masih ada tapi tidak sebanyak biasanya,&quot; kata salah satu karyawan toko PJ, Aji.
Toko PJ tetap menjual stok baru, walaupun permintaan dari pembeli jauh berkurang dan pendapatan pada tahun ini turun.
&quot;Penurunan pendapatan untuk tahun ini bisa mencapai 80%,&quot; kata dia.Sebelumnya, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melarang pesta  kembang api pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh untuk mencegah terjadinya  kerumunan yang berpotensi penyebaran COVID-19.
Larangan pesta kembang api itu agar tidak terjadi kerumunan dan mencegah penyebaran COVID-19 di Kota Pontianak.
&quot;Tetapi untuk ibadah di kelenteng, kita persilakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,&quot; ujarnya.
Ia mengimbau kepada warga yang akan merayakan Imlek untuk  merayakannya secara sederhana serta tidak melakukan kegiatan yang bisa  menyebabkan munculnya klaster baru penyebaran COVID-19. Acara-acara atau  kegiatan yang mengumpulkan orang banyak memang tidak diperkenankan di  tengah kondisi pandemi COVID-19 ini.
&quot;Tahun ini merupakan tahun kesabaran dan penuh keprihatinan bagi kita semua, dimana pandemi COVID-19 masih terjadi,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Penjualan pernak-pernik Imlek di Kota Pontianak, Kalimantan Barat mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya sebagai dampak pandemi COVID-19.
&quot;Permintaan pernak-pernik Imlek oleh warga Tionghoa tetap ada, tetapi mengalami penurunan hingga sebesar 20% hingga 30% apabila dibanding tahun-tahun sebelumnya dampak pandemi COVID-19,&quot; kata Ratna, satu di antara pemilik toko pernak-pernik Imlek di kawasan Jalan Gajah Mada Pontianak, dilansir dari Antara, Rabu (10/2/2021).
Dia menjelaskan perayaan Imlek tahun ini memang tidak digelar meriah seperti tahun-tahun sebelumnya tapi rumah harus tetap dihias.
Baca Juga: 7 Tradisi Unik Masyarakat Keturunan Tionghoa saat Imlek
 
Dari pantauan di lapangan, menjelang perayaan Imlek yang tahun ini jatuh pada tanggal 12 Februari 2021, pernak-pernik Imlek banyak dijual di pasar salah satunya sepanjang Jalan Gajah Mada, Pontianak.
Toko Ratna sudah berdiri puluhan tahun, mereka menjual berbagai pernak-pernik Imlek, seperti lampion, angpao, shio, pajangan dan masih banyak lagi.
&quot;Kami buka toko sudah lama, barang yang dijual juga banyak, untuk pernak-pernik yang paling banyak dicari warga Tionghoa setiap tahunnya adalah shio dan lampion,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8wOS8xLzEyODY2NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Karena pandemi toko Ratna menyediakan barang tidak sebanyak biasanya. &quot;Karena pandemi kami memasok barang hanya sedikit jadi tidak semua permintaan bisa terpenuhi,&quot; katanya.
Hal serupa juga terlihat di Toko PJ yang sudah berdiri belasan tahun.  &quot;Biarpun permintaan pelanggan masih ada tapi tidak sebanyak biasanya,&quot; kata salah satu karyawan toko PJ, Aji.
Toko PJ tetap menjual stok baru, walaupun permintaan dari pembeli jauh berkurang dan pendapatan pada tahun ini turun.
&quot;Penurunan pendapatan untuk tahun ini bisa mencapai 80%,&quot; kata dia.Sebelumnya, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melarang pesta  kembang api pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh untuk mencegah terjadinya  kerumunan yang berpotensi penyebaran COVID-19.
Larangan pesta kembang api itu agar tidak terjadi kerumunan dan mencegah penyebaran COVID-19 di Kota Pontianak.
&quot;Tetapi untuk ibadah di kelenteng, kita persilakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,&quot; ujarnya.
Ia mengimbau kepada warga yang akan merayakan Imlek untuk  merayakannya secara sederhana serta tidak melakukan kegiatan yang bisa  menyebabkan munculnya klaster baru penyebaran COVID-19. Acara-acara atau  kegiatan yang mengumpulkan orang banyak memang tidak diperkenankan di  tengah kondisi pandemi COVID-19 ini.
&quot;Tahun ini merupakan tahun kesabaran dan penuh keprihatinan bagi kita semua, dimana pandemi COVID-19 masih terjadi,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
