<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap Fakta! Masih Banyak Masyarakat Tak Miliki Aset Investasi</title><description>Meski pertumbuhan ekonomi terkoreksi akibat dampak pandemi Covid-19,  namun industri pasar modal mampu mencatatkan pertumbuhan signifikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/11/278/2360384/terungkap-fakta-masih-banyak-masyarakat-tak-miliki-aset-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/11/278/2360384/terungkap-fakta-masih-banyak-masyarakat-tak-miliki-aset-investasi"/><item><title>Terungkap Fakta! Masih Banyak Masyarakat Tak Miliki Aset Investasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/11/278/2360384/terungkap-fakta-masih-banyak-masyarakat-tak-miliki-aset-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/11/278/2360384/terungkap-fakta-masih-banyak-masyarakat-tak-miliki-aset-investasi</guid><pubDate>Kamis 11 Februari 2021 12:16 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/11/278/2360384/terungkap-fakta-masih-banyak-masyarakat-tak-miliki-aset-investasi-1E4N4SKwWC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/11/278/2360384/terungkap-fakta-masih-banyak-masyarakat-tak-miliki-aset-investasi-1E4N4SKwWC.jpg</image><title>Saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Meski pertumbuhan ekonomi terkoreksi akibat dampak pandemi Covid-19, namun industri pasar modal mampu mencatatkan pertumbuhan signifikan. Namun dibalik pertumbuhan tersebut, penetrasi minat investasi dan perencanaan keuangan untuk investasi masih belum optimal.
Berdasarkan data yang dihimpun program konsultasi keuangan Lifepal, 65,98% masyarakat Indonesia dinyatakan tidak memiliki aset investasi dalam jumlah yang semestinya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BEI Ajak Masyarakat Jadi Whistleblower
Mengutip Neraca, seperti rilisnya di Jakarta, kemarin disebutkan, dari 500 orang partisipan dalam sesi tersebut, hanya 34,02% yang memiliki aset investasi dalam jumlah ideal. Aset investasi diklasifikasikan menjadi dua, yaitu: aset riil, atau aset yang dapat dilihat fisik atau wujudnya. Jenis investasi dari aset riil meliputi properti, tanah, gedung, rumah, logam mulia (emas), berlian, dan perak.
Kemudian aset keuangan, atau aset yang tak berwujud yang memiliki nilai karena adanya klaim kontrak. Jenis investasi dari aset keuangan meliputi deposito, saham, reksa dana, surat utang, atau piutang di P2P lending.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mengintip Prospek Sektor Konsumer di Pasar Modal
Pada intinya, aset ini dibedakan dengan aset lancar dan aset untuk penggunaan pribadi. Karena nilai dari aset investasi akan naik seiring dengan berjalannya waktu. Kecakapan seseorang dalam menggandakan kekayaan di masa depan dinilai dari rasio aset investasi berbanding kekayaan bersih. Sangat disarankan agar seseorang memiliki nilai rasio di atas 50% dan terus tumbuh seiring dengan bertambahnya usia.
Nilai rasio di bawah 50% menandakan bahwa jumlah aset investasi yang kita miliki berada di bawah kekayaan bersih. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan kondisi seseorang yang &amp;ldquo;kurang berinvestasi&amp;rdquo;. Sebagai informasi, investasi bisa diartikan sebagai sebuah kegiatan menempatkan dana pada satu atau lebih dari satu jenis aset selama periode tertentu, dengan harapan mendapat penghasilan atau peningkatan nilai investasi.Dengan adanya peningkatan nilai aset yang dulu kita beli, maka kita  pun bisa menjual aset itu di kemudian hari dan menggunakan dananya untuk  menjadi sarana dalam merealisasikan tujuan finansial kita. Tujuan  finansial setiap orang berbeda-beda, beberapa di antaranya adalah  membeli kendaraan, hunian baru, mempersiapkan lonjakan biaya hidup  karena kelahiran anak, membiayai pendidikan anak, atau mengumpulkan dana  pensiun.
Oleh karena itu, sebelum mencari tahu produk investasi apa yang  sesuai dengan profil risiko, cetuskanlah terlebih dulu apa yang menjadi  tujuan baik di jangka pendek, menengah, atau panjang. Selanjutnya dalam  merealisasikan tujuan finansial tanpa memiliki keamanan finansial adalah  tindakan yang berbahaya. Keamanan yang dimaksud adalah sudah memiliki  dana darurat dalam jumlah ideal, terlindungi oleh asuransi, dan apabila  memiliki utang, jumlahnya tergolong wajar.
Seperti diketahui, segala risiko yang muncul harus bisa dimitigasi  dengan baik agar keuangan kita tetap sehat. Keamanan finansial saat  inilah yang seharusnya menjadi prioritas utama sebelum memusatkan  perhatian ke masa depan. Karena tanpa keamanan finansial yang baik,  besar kemungkinan kita akan mengeluarkan dana dalam jumlah besar atau  bahkan kehilangan aset saat menghadapi risiko-risiko dalam hidup.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Meski pertumbuhan ekonomi terkoreksi akibat dampak pandemi Covid-19, namun industri pasar modal mampu mencatatkan pertumbuhan signifikan. Namun dibalik pertumbuhan tersebut, penetrasi minat investasi dan perencanaan keuangan untuk investasi masih belum optimal.
Berdasarkan data yang dihimpun program konsultasi keuangan Lifepal, 65,98% masyarakat Indonesia dinyatakan tidak memiliki aset investasi dalam jumlah yang semestinya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: BEI Ajak Masyarakat Jadi Whistleblower
Mengutip Neraca, seperti rilisnya di Jakarta, kemarin disebutkan, dari 500 orang partisipan dalam sesi tersebut, hanya 34,02% yang memiliki aset investasi dalam jumlah ideal. Aset investasi diklasifikasikan menjadi dua, yaitu: aset riil, atau aset yang dapat dilihat fisik atau wujudnya. Jenis investasi dari aset riil meliputi properti, tanah, gedung, rumah, logam mulia (emas), berlian, dan perak.
Kemudian aset keuangan, atau aset yang tak berwujud yang memiliki nilai karena adanya klaim kontrak. Jenis investasi dari aset keuangan meliputi deposito, saham, reksa dana, surat utang, atau piutang di P2P lending.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mengintip Prospek Sektor Konsumer di Pasar Modal
Pada intinya, aset ini dibedakan dengan aset lancar dan aset untuk penggunaan pribadi. Karena nilai dari aset investasi akan naik seiring dengan berjalannya waktu. Kecakapan seseorang dalam menggandakan kekayaan di masa depan dinilai dari rasio aset investasi berbanding kekayaan bersih. Sangat disarankan agar seseorang memiliki nilai rasio di atas 50% dan terus tumbuh seiring dengan bertambahnya usia.
Nilai rasio di bawah 50% menandakan bahwa jumlah aset investasi yang kita miliki berada di bawah kekayaan bersih. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan kondisi seseorang yang &amp;ldquo;kurang berinvestasi&amp;rdquo;. Sebagai informasi, investasi bisa diartikan sebagai sebuah kegiatan menempatkan dana pada satu atau lebih dari satu jenis aset selama periode tertentu, dengan harapan mendapat penghasilan atau peningkatan nilai investasi.Dengan adanya peningkatan nilai aset yang dulu kita beli, maka kita  pun bisa menjual aset itu di kemudian hari dan menggunakan dananya untuk  menjadi sarana dalam merealisasikan tujuan finansial kita. Tujuan  finansial setiap orang berbeda-beda, beberapa di antaranya adalah  membeli kendaraan, hunian baru, mempersiapkan lonjakan biaya hidup  karena kelahiran anak, membiayai pendidikan anak, atau mengumpulkan dana  pensiun.
Oleh karena itu, sebelum mencari tahu produk investasi apa yang  sesuai dengan profil risiko, cetuskanlah terlebih dulu apa yang menjadi  tujuan baik di jangka pendek, menengah, atau panjang. Selanjutnya dalam  merealisasikan tujuan finansial tanpa memiliki keamanan finansial adalah  tindakan yang berbahaya. Keamanan yang dimaksud adalah sudah memiliki  dana darurat dalam jumlah ideal, terlindungi oleh asuransi, dan apabila  memiliki utang, jumlahnya tergolong wajar.
Seperti diketahui, segala risiko yang muncul harus bisa dimitigasi  dengan baik agar keuangan kita tetap sehat. Keamanan finansial saat  inilah yang seharusnya menjadi prioritas utama sebelum memusatkan  perhatian ke masa depan. Karena tanpa keamanan finansial yang baik,  besar kemungkinan kita akan mengeluarkan dana dalam jumlah besar atau  bahkan kehilangan aset saat menghadapi risiko-risiko dalam hidup.</content:encoded></item></channel></rss>
