<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Louis Vuitton Jadi Perusahaan Terbesar di Eropa</title><description>LVMH Mo&amp;euml;t Hennessy Louis Vuitton atau LVMH kini menjadi perusahaan terbesar di pasar saham Eropa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/11/278/2360498/louis-vuitton-jadi-perusahaan-terbesar-di-eropa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/11/278/2360498/louis-vuitton-jadi-perusahaan-terbesar-di-eropa"/><item><title>Louis Vuitton Jadi Perusahaan Terbesar di Eropa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/11/278/2360498/louis-vuitton-jadi-perusahaan-terbesar-di-eropa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/11/278/2360498/louis-vuitton-jadi-perusahaan-terbesar-di-eropa</guid><pubDate>Kamis 11 Februari 2021 14:46 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/11/278/2360498/louis-vuitton-jadi-perusahaan-terbesar-di-eropa-SL0NlLILly.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/11/278/2360498/louis-vuitton-jadi-perusahaan-terbesar-di-eropa-SL0NlLILly.jpg</image><title>Saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Grup perusahaan barang-barang mewah Perancis, LVMH Mo&amp;euml;t Hennessy Louis Vuitton atau LVMH kini menjadi perusahaan terbesar di pasar saham Eropa mengungguli Nestle, pabrik makanan terbesar Swiss. Hal itu disebabkan penjualan di Asia yang tetap tinggi tahun lalu, menurut data hari Rabu 10 Februari 2021.

Mengutip VoA Indonesia, Jakarta, Kamis (11/2/2021), modal usaha LVMH mencapai 271 miliar Euro (USD328 miliar) pada perdagangan tengah hari, menempatkannya di atas Nestle dengan modal 265 miliar euro.
Baca juga: Batal Diakuisisi, Tiffany Justru Gugat Louis Vuitton
Grup LVMH terdiri atas pembuat barang-barang dari bahan kulit Louis Vuitton dan grup sampanye dan minuman keras Moet-Hennessy. Grup itu juga mempunyai produk bermerek seperti Kenzo, Guerlain, Fendi, Celine, Chaumet, Sephora, dan Bulgari.

Saham LVMH merosot pada Februari dan Maret 2020 ketika pandemi virus corona merebak, tetapi pada awal November telah bangkit dengan kenaikan hampir 24 persen pada 510,90 euro. Sejak 1 Januari saham grup perusahaan itu naik hampir lima persen.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rambah Bisnis Baru, Louis Vuitton Buka Rumah Makan
Grup ini mencatat 34 persen dari penjualannya di Asia tahun lalu, dibandingkan dengan 24 persen di Amerika, dan berhasil meningkatkan penjualan daring karena menurunnya pembeli yang datang ke berbagai tokonya.</description><content:encoded>JAKARTA - Grup perusahaan barang-barang mewah Perancis, LVMH Mo&amp;euml;t Hennessy Louis Vuitton atau LVMH kini menjadi perusahaan terbesar di pasar saham Eropa mengungguli Nestle, pabrik makanan terbesar Swiss. Hal itu disebabkan penjualan di Asia yang tetap tinggi tahun lalu, menurut data hari Rabu 10 Februari 2021.

Mengutip VoA Indonesia, Jakarta, Kamis (11/2/2021), modal usaha LVMH mencapai 271 miliar Euro (USD328 miliar) pada perdagangan tengah hari, menempatkannya di atas Nestle dengan modal 265 miliar euro.
Baca juga: Batal Diakuisisi, Tiffany Justru Gugat Louis Vuitton
Grup LVMH terdiri atas pembuat barang-barang dari bahan kulit Louis Vuitton dan grup sampanye dan minuman keras Moet-Hennessy. Grup itu juga mempunyai produk bermerek seperti Kenzo, Guerlain, Fendi, Celine, Chaumet, Sephora, dan Bulgari.

Saham LVMH merosot pada Februari dan Maret 2020 ketika pandemi virus corona merebak, tetapi pada awal November telah bangkit dengan kenaikan hampir 24 persen pada 510,90 euro. Sejak 1 Januari saham grup perusahaan itu naik hampir lima persen.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Rambah Bisnis Baru, Louis Vuitton Buka Rumah Makan
Grup ini mencatat 34 persen dari penjualannya di Asia tahun lalu, dibandingkan dengan 24 persen di Amerika, dan berhasil meningkatkan penjualan daring karena menurunnya pembeli yang datang ke berbagai tokonya.</content:encoded></item></channel></rss>
