<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Terpilih Jadi Co-Chair Koalisi Menkeu Dunia</title><description>Sri Mulyani Indrawati terpilih sebagai Co-Chair dari  the Coalition of Finance Ministers for Climate Action (Koalisi) periode  2021-2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/11/320/2360510/sri-mulyani-terpilih-jadi-co-chair-koalisi-menkeu-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/11/320/2360510/sri-mulyani-terpilih-jadi-co-chair-koalisi-menkeu-dunia"/><item><title>Sri Mulyani Terpilih Jadi Co-Chair Koalisi Menkeu Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/11/320/2360510/sri-mulyani-terpilih-jadi-co-chair-koalisi-menkeu-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/11/320/2360510/sri-mulyani-terpilih-jadi-co-chair-koalisi-menkeu-dunia</guid><pubDate>Kamis 11 Februari 2021 14:58 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/11/320/2360510/sri-mulyani-terpilih-jadi-co-chair-koalisi-menkeu-dunia-BKUAYmmkTm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (instagram @SMIndrawati)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/11/320/2360510/sri-mulyani-terpilih-jadi-co-chair-koalisi-menkeu-dunia-BKUAYmmkTm.jpg</image><title>Sri Mulyani (instagram @SMIndrawati)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terpilih sebagai Co-Chair dari the Coalition of Finance Ministers for Climate Action (Koalisi) periode 2021-2023 menggantikan Menteri Keuangan Chile. Pemilihan Co-Chair ini dilakukan melalui pemungutan suara (voting) yang diikuti oleh para Menteri Keuangan dari 52 negara anggota Koalisi untuk memilih satu diantara 3 Menteri Keuangan: Indonesia, Filipina dan Uganda pada Rabu 10 Februari 2021.

Sebagaimana diumumkan oleh Sekretariat Koalisi, Indonesia akan menjalankan peran tersebut bersama dengan Finlandia sebagai Co-Chair Koalisi. Terpilihnya Menteri Keuangan Sri Mulyani menambahkan exposure, posisi strategis dan peran Indonesia yang kian penting di dunia internasional setelah penetapan Indonesia sebagai Presidensi G20 tahun 2022 dan Chairmanship ASEAN tahun 2023.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Pungut Pajak Karpet Impor, Hitungannya per Meter
Terpilihnya Indonesia menjadi co-chair Koalisi mengafirmasi kepercayaan komunitas aksi perubahan iklim global yang besar pada Indonesia.


&amp;ldquo;Indonesia dipercaya global untuk mengarahkan dan menangani masalah perubahan iklim. Hal ini tentunya tidak lepas dari berbagai aksi nyata mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia selama ini&amp;rdquo;, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (11/2/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani: Holding BUMN Ultra Mikro Itu Sinergi Bukan Saling Kanibal
Indonesia memiliki komitmen yang kuat dalam upaya pengendalian perubahan iklim melalui berbagai kebijakan dan instrumen. Kebijakan dan instrumen terkait pendanaan antara lain penandaan APBN untuk perubahan iklim (budget tagging), pembentukan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) selaku pengelola beragam dana terkait kehutanan, energi dan sumber daya mineral, perdagangan karbon dan lainnya terkait lingkungan hidup di berbagai Kementerian/Lembaga, pembentukan Pooling Fund Bencana (PFB) sebagai bagian dari Strategi Pendanaan dan Asuransi Risiko Bencana atau Disaster Risk Financing and Insurance (DRFI), dan aktivasi instrumen pembiayaan inovatif seperti Green Sukuk.

Menteri Keuangan Sri Mulyani lebih lanjut menyatakan akan menjalankan peran yang optimal sebagai Co-Chair dan meningkatkan reputasi Indonesia di dunia internasional. Seiring dengan peran strategis dalam Koalisi ini, pengarusutamaan (mainstreaming) isu perubahan iklim dalam program pembangunan nasional telah dan akan terus dilaksanakan dalam rangka mengurangi emisi sesuai Nationally Determined Contribution (NDC) yang merupakan komitmen Indonesia terhadap persetujuan Paris sebesar 29% dengan upaya sendiri, atau 41% dengan dukungan internasional di tahun 2030.Menteri Keuangan Indonesia bergabung dengan Koalisi pada 5 Juli 2019

Sri Mulyani mengatakan, koalisi merupakan forum yang dibentuk untuk mendukung upaya  kolektif para Menteri Keuangan negara-negara anggota dalam menggunakan  kebijakan fiskal, manajemen keuangan publik dan mobilisasi pendanaan  perubahan iklim untuk mendorong aksi perubahan iklim di level domestik  maupun globa.


Koalisi ini diinisiasi pada Sidang Tahunan IMF-World Bank pada bulan  Oktober 2018 di Bali dan secara resmi diluncurkan pada IMF-World Bank  Spring Meeting bulan April 2019. Dalam menjalankan kegiatannya, Koalisi  berpedoman pada Helsinki Principles: 6 (enam) prinsip aspiratif dan  tidak mengikat yang mempromosikan aksi iklim nasional terutama melalui  kebijakan fiskal dan keuangan publik.

Dalam menjalankan berbagai aktivitasnya, Koalisi dipimpin oleh dua  Co-Chair, yaitu satu Menteri Keuangan yang mewakili negara-negara maju,  dan satu Menteri Keuangan dari negara yang mewakili negara-negara  berkembang. Perwakilan negara maju dalam posisi Co-Chair oleh Finlandia  telah disetujui Koalisi pada pertemuan Koalisi tingkat Menteri Keuangan  pada ke-4 tanggal 12 Oktober 2020.

Disamping berbagi pengalaman, posisi sebagai Co-Chair ini akan  memberikan peluang kontribusi Indonesia untuk memajukan dan meningkatkan  peran strategis Koalisi serta bersinergi dengan forum internasional  lainnya seperti G20 dan ASEAN. Indonesia juga akan berperan dalam  menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terpilih sebagai Co-Chair dari the Coalition of Finance Ministers for Climate Action (Koalisi) periode 2021-2023 menggantikan Menteri Keuangan Chile. Pemilihan Co-Chair ini dilakukan melalui pemungutan suara (voting) yang diikuti oleh para Menteri Keuangan dari 52 negara anggota Koalisi untuk memilih satu diantara 3 Menteri Keuangan: Indonesia, Filipina dan Uganda pada Rabu 10 Februari 2021.

Sebagaimana diumumkan oleh Sekretariat Koalisi, Indonesia akan menjalankan peran tersebut bersama dengan Finlandia sebagai Co-Chair Koalisi. Terpilihnya Menteri Keuangan Sri Mulyani menambahkan exposure, posisi strategis dan peran Indonesia yang kian penting di dunia internasional setelah penetapan Indonesia sebagai Presidensi G20 tahun 2022 dan Chairmanship ASEAN tahun 2023.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Pungut Pajak Karpet Impor, Hitungannya per Meter
Terpilihnya Indonesia menjadi co-chair Koalisi mengafirmasi kepercayaan komunitas aksi perubahan iklim global yang besar pada Indonesia.


&amp;ldquo;Indonesia dipercaya global untuk mengarahkan dan menangani masalah perubahan iklim. Hal ini tentunya tidak lepas dari berbagai aksi nyata mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia selama ini&amp;rdquo;, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (11/2/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani: Holding BUMN Ultra Mikro Itu Sinergi Bukan Saling Kanibal
Indonesia memiliki komitmen yang kuat dalam upaya pengendalian perubahan iklim melalui berbagai kebijakan dan instrumen. Kebijakan dan instrumen terkait pendanaan antara lain penandaan APBN untuk perubahan iklim (budget tagging), pembentukan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) selaku pengelola beragam dana terkait kehutanan, energi dan sumber daya mineral, perdagangan karbon dan lainnya terkait lingkungan hidup di berbagai Kementerian/Lembaga, pembentukan Pooling Fund Bencana (PFB) sebagai bagian dari Strategi Pendanaan dan Asuransi Risiko Bencana atau Disaster Risk Financing and Insurance (DRFI), dan aktivasi instrumen pembiayaan inovatif seperti Green Sukuk.

Menteri Keuangan Sri Mulyani lebih lanjut menyatakan akan menjalankan peran yang optimal sebagai Co-Chair dan meningkatkan reputasi Indonesia di dunia internasional. Seiring dengan peran strategis dalam Koalisi ini, pengarusutamaan (mainstreaming) isu perubahan iklim dalam program pembangunan nasional telah dan akan terus dilaksanakan dalam rangka mengurangi emisi sesuai Nationally Determined Contribution (NDC) yang merupakan komitmen Indonesia terhadap persetujuan Paris sebesar 29% dengan upaya sendiri, atau 41% dengan dukungan internasional di tahun 2030.Menteri Keuangan Indonesia bergabung dengan Koalisi pada 5 Juli 2019

Sri Mulyani mengatakan, koalisi merupakan forum yang dibentuk untuk mendukung upaya  kolektif para Menteri Keuangan negara-negara anggota dalam menggunakan  kebijakan fiskal, manajemen keuangan publik dan mobilisasi pendanaan  perubahan iklim untuk mendorong aksi perubahan iklim di level domestik  maupun globa.


Koalisi ini diinisiasi pada Sidang Tahunan IMF-World Bank pada bulan  Oktober 2018 di Bali dan secara resmi diluncurkan pada IMF-World Bank  Spring Meeting bulan April 2019. Dalam menjalankan kegiatannya, Koalisi  berpedoman pada Helsinki Principles: 6 (enam) prinsip aspiratif dan  tidak mengikat yang mempromosikan aksi iklim nasional terutama melalui  kebijakan fiskal dan keuangan publik.

Dalam menjalankan berbagai aktivitasnya, Koalisi dipimpin oleh dua  Co-Chair, yaitu satu Menteri Keuangan yang mewakili negara-negara maju,  dan satu Menteri Keuangan dari negara yang mewakili negara-negara  berkembang. Perwakilan negara maju dalam posisi Co-Chair oleh Finlandia  telah disetujui Koalisi pada pertemuan Koalisi tingkat Menteri Keuangan  pada ke-4 tanggal 12 Oktober 2020.

Disamping berbagi pengalaman, posisi sebagai Co-Chair ini akan  memberikan peluang kontribusi Indonesia untuk memajukan dan meningkatkan  peran strategis Koalisi serta bersinergi dengan forum internasional  lainnya seperti G20 dan ASEAN. Indonesia juga akan berperan dalam  menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang.</content:encoded></item></channel></rss>
