<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PGN Targetkan Bangun 500.000 Jargas, dari Mana Dananya?</title><description>PGN menargetkan pembangunan jaringan gas (Jargas) pada 2021 sebanyak 500.000 sambungan rumah tangga (SR) di 24 kota.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/12/278/2361100/pgn-targetkan-bangun-500-000-jargas-dari-mana-dananya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/12/278/2361100/pgn-targetkan-bangun-500-000-jargas-dari-mana-dananya"/><item><title>PGN Targetkan Bangun 500.000 Jargas, dari Mana Dananya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/12/278/2361100/pgn-targetkan-bangun-500-000-jargas-dari-mana-dananya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/12/278/2361100/pgn-targetkan-bangun-500-000-jargas-dari-mana-dananya</guid><pubDate>Jum'at 12 Februari 2021 17:11 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/12/278/2361100/pgn-targetkan-bangun-500-000-jargas-dari-mana-dananya-MyRqG7HWwR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PGN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/12/278/2361100/pgn-targetkan-bangun-500-000-jargas-dari-mana-dananya-MyRqG7HWwR.jpg</image><title>PGN (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk menargetkan pembangunan jaringan gas (Jargas) pada 2021 sebanyak 500.000 sambungan rumah tangga (SR) di 24 kota. Pembangunan ini dilakukan dalam rangka untuk mengurangi subsidi impor.
Dari jumlah tersebut, 130.000 SR menggunakan dana APBN. Sedangkan sisanya yakni sebanyak 369.000 menggunakan skema kerjasama dan investasi mandiri.
Baca Juga: Sengketa Pajak Rp3,06 Triliun, Gas Bumi PGN Semakin Diperluas
 
Sebagai gambaran, pada 2020 lalu, perusahaan yang menjadi bagian dari holding migas ini telah menyelesaikan penugasan dari pemerintah untuk membangun Jargas dengan dana APBN 2020 sebanyak kurang lebih 127.864 SR di 23 kabupaten atau kota. Dengan pencapaian ini, kini telah ada lebih dari 422.000 pelanggan aktif di sektor rumah tangga di 60 kota atau kabupaten di 17 provinsi.
Direktur Komersial PGN Faris Aziz mengatakan, sebanyak 220.000 SR dengan skema Kerjasama dan investasi mandiri ditargetkan dapat direalisasikan wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Karawang, dan Cilegon.
Baca Juga: Sengketa Pajak Triliunan Rupiah, Begini Penjelasan PGN
 
&amp;ldquo;Potensi pemanfaatan gas bumi masih luas di berbagai wilayah. Sehingga menurutnya, hal ini mendorong Subholding Gas untuk pemanfaatan gas bumi secara massif dan terus-menerus di skala nasional,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangannya, Jumat (12/2/2021).
Berbagai benefit dapat diperoleh dengan migrasi ke penggunaan gas melalui jaringan gas, antara lain kepastian penyediaan gas yang selalu tersedia karena disalurkan menggunakan pipa gas 24 jam tanpa putus. Dengan kandungan gas metana berkualitas tinggi akan menghasilkan api biru karena pembakaran yang sempurna.
&amp;ldquo;Rumah tangga juga lebih mudah merencanakan keuangan keluarganya,  karena tagihan gas bernilai tetap setiap bulannya dan mudah dibayarkan  melalui berbagai e-wallet maupun channel payment di sekitar lokasi  tempat tinggal,&amp;rdquo; ucap Faris.
Selain pembangunan jargas, holding perusahaan migas ini juga akan  mengembangkan layanan gas bumi dengan mengusung teknologi seperti  standar hidup modern seperti di negara Jepang, Korea, Singapura, dan  Eropa.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk menargetkan pembangunan jaringan gas (Jargas) pada 2021 sebanyak 500.000 sambungan rumah tangga (SR) di 24 kota. Pembangunan ini dilakukan dalam rangka untuk mengurangi subsidi impor.
Dari jumlah tersebut, 130.000 SR menggunakan dana APBN. Sedangkan sisanya yakni sebanyak 369.000 menggunakan skema kerjasama dan investasi mandiri.
Baca Juga: Sengketa Pajak Rp3,06 Triliun, Gas Bumi PGN Semakin Diperluas
 
Sebagai gambaran, pada 2020 lalu, perusahaan yang menjadi bagian dari holding migas ini telah menyelesaikan penugasan dari pemerintah untuk membangun Jargas dengan dana APBN 2020 sebanyak kurang lebih 127.864 SR di 23 kabupaten atau kota. Dengan pencapaian ini, kini telah ada lebih dari 422.000 pelanggan aktif di sektor rumah tangga di 60 kota atau kabupaten di 17 provinsi.
Direktur Komersial PGN Faris Aziz mengatakan, sebanyak 220.000 SR dengan skema Kerjasama dan investasi mandiri ditargetkan dapat direalisasikan wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Karawang, dan Cilegon.
Baca Juga: Sengketa Pajak Triliunan Rupiah, Begini Penjelasan PGN
 
&amp;ldquo;Potensi pemanfaatan gas bumi masih luas di berbagai wilayah. Sehingga menurutnya, hal ini mendorong Subholding Gas untuk pemanfaatan gas bumi secara massif dan terus-menerus di skala nasional,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangannya, Jumat (12/2/2021).
Berbagai benefit dapat diperoleh dengan migrasi ke penggunaan gas melalui jaringan gas, antara lain kepastian penyediaan gas yang selalu tersedia karena disalurkan menggunakan pipa gas 24 jam tanpa putus. Dengan kandungan gas metana berkualitas tinggi akan menghasilkan api biru karena pembakaran yang sempurna.
&amp;ldquo;Rumah tangga juga lebih mudah merencanakan keuangan keluarganya,  karena tagihan gas bernilai tetap setiap bulannya dan mudah dibayarkan  melalui berbagai e-wallet maupun channel payment di sekitar lokasi  tempat tinggal,&amp;rdquo; ucap Faris.
Selain pembangunan jargas, holding perusahaan migas ini juga akan  mengembangkan layanan gas bumi dengan mengusung teknologi seperti  standar hidup modern seperti di negara Jepang, Korea, Singapura, dan  Eropa.</content:encoded></item></channel></rss>
