<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Sedih Produksi Daging Indonesia Rendah</title><description>Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyoroti industri daging Indonesia yang masih tertinggal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/12/320/2361027/erick-thohir-sedih-produksi-daging-indonesia-rendah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/12/320/2361027/erick-thohir-sedih-produksi-daging-indonesia-rendah"/><item><title>Erick Thohir Sedih Produksi Daging Indonesia Rendah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/12/320/2361027/erick-thohir-sedih-produksi-daging-indonesia-rendah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/12/320/2361027/erick-thohir-sedih-produksi-daging-indonesia-rendah</guid><pubDate>Jum'at 12 Februari 2021 14:41 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/12/320/2361027/erick-thohir-sedih-produksi-daging-indonesia-rendah-y2w0Zf69m4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Daging Sapi (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/12/320/2361027/erick-thohir-sedih-produksi-daging-indonesia-rendah-y2w0Zf69m4.jpg</image><title>Daging Sapi (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyoroti industri daging Indonesia yang masih tertinggal. Dia mengaku sedih melihat industri daging di Indonesia karena tingkat produksinya lebih kecil dibandingkan dengan negara lain.
&quot;Sangat sedih kalau kita lihat, misalnya di industri daging. Itu banyak negara yang justru jauh lebih besar produksi dagingnya di bandingkan Indonesia,&quot; ujar Erick Jumat (12/2/2021).
Baca Juga: Jamin Ketersediaan Daging Sapi, Apa yang Dilakukan Kemendag?
 
Dari data pemerintah impor daging mencapai 1,5 juta ton per tahunnya. Jumlah impor tersebut mengindikasikan tingkat produksi daging di dalam negeri masih rendah. Padahal, daging sebagai industri halal sangat potensial di Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8yNC80LzEyNzg0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Masalah ini dicatat pemerintah sebagai tugas lain yang harus diselesaikan. Mantan Bos Inter Milan itu memastikan pemerintah akan mendorong pelaku usaha seperti UMKM dan industri makro untuk secara intensif meningkatkan produksi daging di Tanah Air.
&quot;Yang jelas ini adalah potensi, yang namanya makanan itu potensi. Industri daging itu ke depan harus kita kembangkan, apalagi  impor daging 1,5 juta setiap tahunnya,&quot; kata dia.
Tak hanya daging, produk halal seperti fesyen dan make up pun menjadi  perhatian. Indonesia sebagai negara dengan tingkat konsumsi yang  tinggi, dinilai tepat jika budaya konsumerisme bersumber dari  produk-produk dalam negeri.
Langkah itu bisa direalisasikan jika industri halal mendapat bantuan  di sisi pembiayaan untuk menggenjot tingkat produksinya. Karenanya,  pemerintah melalui skema pengembangan ekonomi dan keuangan syariah  menjadi alternatif untuk membantu pelaku usaha.
&quot;Itu menjadi hak konsumer yang kita lakukan. Industri halal ini luar  biasa, ada makanan ada fesyen, ada make up yang tidak kalah pentingnya,  hal-hal ini yang saya rasa menjadi dorongan. Disitulah fungsinya bank  syariah, financial syariah juga mendukung menciptakan  pengusaha-pengusaha baru, UMKM, dan industri secara bersahabat,&quot; tutur  Erick.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyoroti industri daging Indonesia yang masih tertinggal. Dia mengaku sedih melihat industri daging di Indonesia karena tingkat produksinya lebih kecil dibandingkan dengan negara lain.
&quot;Sangat sedih kalau kita lihat, misalnya di industri daging. Itu banyak negara yang justru jauh lebih besar produksi dagingnya di bandingkan Indonesia,&quot; ujar Erick Jumat (12/2/2021).
Baca Juga: Jamin Ketersediaan Daging Sapi, Apa yang Dilakukan Kemendag?
 
Dari data pemerintah impor daging mencapai 1,5 juta ton per tahunnya. Jumlah impor tersebut mengindikasikan tingkat produksi daging di dalam negeri masih rendah. Padahal, daging sebagai industri halal sangat potensial di Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8yNC80LzEyNzg0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Masalah ini dicatat pemerintah sebagai tugas lain yang harus diselesaikan. Mantan Bos Inter Milan itu memastikan pemerintah akan mendorong pelaku usaha seperti UMKM dan industri makro untuk secara intensif meningkatkan produksi daging di Tanah Air.
&quot;Yang jelas ini adalah potensi, yang namanya makanan itu potensi. Industri daging itu ke depan harus kita kembangkan, apalagi  impor daging 1,5 juta setiap tahunnya,&quot; kata dia.
Tak hanya daging, produk halal seperti fesyen dan make up pun menjadi  perhatian. Indonesia sebagai negara dengan tingkat konsumsi yang  tinggi, dinilai tepat jika budaya konsumerisme bersumber dari  produk-produk dalam negeri.
Langkah itu bisa direalisasikan jika industri halal mendapat bantuan  di sisi pembiayaan untuk menggenjot tingkat produksinya. Karenanya,  pemerintah melalui skema pengembangan ekonomi dan keuangan syariah  menjadi alternatif untuk membantu pelaku usaha.
&quot;Itu menjadi hak konsumer yang kita lakukan. Industri halal ini luar  biasa, ada makanan ada fesyen, ada make up yang tidak kalah pentingnya,  hal-hal ini yang saya rasa menjadi dorongan. Disitulah fungsinya bank  syariah, financial syariah juga mendukung menciptakan  pengusaha-pengusaha baru, UMKM, dan industri secara bersahabat,&quot; tutur  Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
