<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Simak Strategi Bisnis Bank Syariah Indonesia</title><description>Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberi bocoran  strategi bisnis PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/12/320/2361119/simak-strategi-bisnis-bank-syariah-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/12/320/2361119/simak-strategi-bisnis-bank-syariah-indonesia"/><item><title>Simak Strategi Bisnis Bank Syariah Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/12/320/2361119/simak-strategi-bisnis-bank-syariah-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/12/320/2361119/simak-strategi-bisnis-bank-syariah-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 12 Februari 2021 18:02 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/12/320/2361119/simak-strategi-bisnis-bank-syariah-indonesia-ESGqH7946g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perbankan (Foto: Shutterstcok)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/12/320/2361119/simak-strategi-bisnis-bank-syariah-indonesia-ESGqH7946g.jpg</image><title>Perbankan (Foto: Shutterstcok)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberi bocoran strategi bisnis PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) tahun ini. Strateginya antara lain pengembangan industri halal dan fintech.
Untuk industri halal, Erick bersama tim yang terdiri dari manajemen BSI, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, tengah melakukan pemetaan ihwal potensi undustri halal di Indonesia.
Baca Juga: Erick Thohir: Lahirnya BSI Bukan Ingin Monopoli Bank Syariah Lain
 
&quot;Untuk tatun 2021 ini kita akan memprioritaskan dua hal yaitu kita akan mapping lagi mana potensi halal yang ada di Indonesia. Kondisinya seperti apa? Di situlah kita membantu industri halal berkembang baik di dalam negeri dan di luar negeri,&quot; ujar Erick Jumat (12/2/2021).
Kerja sama dari tiga kementerian dan satu lembaga negara itu terkait dengan area operasi BSI. Dimana, industri halal di Indonesia dan di luar negeri menjadi salah satu fokus bisnis BSI. Hal tersebut berkaitan dengan rana atau cakupan kerja dari Mendag, UKM, dan BKPM.
Baca Juga: Erick Thohir: Saya Tak Mau Bank Syariah Indonesia Bermasalah jika Ganti Pemerintahan
 
Untuk Kementerian Koperasi dan UKM, akan melaksanakan tugas di area industri halal di kalangan masyarakat menengah, khususnya para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kemendag akan menggedor bisnis halal di luar negeri. Sementara BKPM bertugas pada wilayah investasi.
&quot;Yang jelas keberpihakannya pada UMKM, lalu menteri perdagangan, dimana, kita juga ingin menggedor, kita ingin jadi market tetap setelah kita kuasai market kita, kita juga pergi ke luar negeri. Dan terakhir adalah kepala BKPM yang jelas merupakan kepala investasi,&quot; katanya.Terkait fintech, tim akan memaksinalkan operasional atau kinerja  emiten berbasia digital. Mantan Bos Inter Milan itu menilai, penggunaan  digital untuk menyesuaikan kebutuhan perusahaan.
Dia wanti-wanti jangan sampai BSI tertinggal dengan bank konvensional  lantaran sumber daya yang digunakan tidak sesuai dengan perkembangan  zaman.
&quot;Kedua ada fintec ini yang generasi mudah yang sekarang pokoknya  mudah semua, ini juga jangan sampai kita tertinggal dengan bank  konvensional ketika bank konvensional sudah berbicara bank digital, kita  pakai sistem yang ketinggalan, jangan,&quot; tutur dia.
Dia memastikan, BSI yang menjadi lokomotif penggunaan teknologi.  &quot;Justru baru merger harusnya akan lebih cepat bergerak karena  kepemimpinan solid disitulah kami mendukung juga,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberi bocoran strategi bisnis PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) tahun ini. Strateginya antara lain pengembangan industri halal dan fintech.
Untuk industri halal, Erick bersama tim yang terdiri dari manajemen BSI, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, tengah melakukan pemetaan ihwal potensi undustri halal di Indonesia.
Baca Juga: Erick Thohir: Lahirnya BSI Bukan Ingin Monopoli Bank Syariah Lain
 
&quot;Untuk tatun 2021 ini kita akan memprioritaskan dua hal yaitu kita akan mapping lagi mana potensi halal yang ada di Indonesia. Kondisinya seperti apa? Di situlah kita membantu industri halal berkembang baik di dalam negeri dan di luar negeri,&quot; ujar Erick Jumat (12/2/2021).
Kerja sama dari tiga kementerian dan satu lembaga negara itu terkait dengan area operasi BSI. Dimana, industri halal di Indonesia dan di luar negeri menjadi salah satu fokus bisnis BSI. Hal tersebut berkaitan dengan rana atau cakupan kerja dari Mendag, UKM, dan BKPM.
Baca Juga: Erick Thohir: Saya Tak Mau Bank Syariah Indonesia Bermasalah jika Ganti Pemerintahan
 
Untuk Kementerian Koperasi dan UKM, akan melaksanakan tugas di area industri halal di kalangan masyarakat menengah, khususnya para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kemendag akan menggedor bisnis halal di luar negeri. Sementara BKPM bertugas pada wilayah investasi.
&quot;Yang jelas keberpihakannya pada UMKM, lalu menteri perdagangan, dimana, kita juga ingin menggedor, kita ingin jadi market tetap setelah kita kuasai market kita, kita juga pergi ke luar negeri. Dan terakhir adalah kepala BKPM yang jelas merupakan kepala investasi,&quot; katanya.Terkait fintech, tim akan memaksinalkan operasional atau kinerja  emiten berbasia digital. Mantan Bos Inter Milan itu menilai, penggunaan  digital untuk menyesuaikan kebutuhan perusahaan.
Dia wanti-wanti jangan sampai BSI tertinggal dengan bank konvensional  lantaran sumber daya yang digunakan tidak sesuai dengan perkembangan  zaman.
&quot;Kedua ada fintec ini yang generasi mudah yang sekarang pokoknya  mudah semua, ini juga jangan sampai kita tertinggal dengan bank  konvensional ketika bank konvensional sudah berbicara bank digital, kita  pakai sistem yang ketinggalan, jangan,&quot; tutur dia.
Dia memastikan, BSI yang menjadi lokomotif penggunaan teknologi.  &quot;Justru baru merger harusnya akan lebih cepat bergerak karena  kepemimpinan solid disitulah kami mendukung juga,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
