<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sering Belanja Online, Intip 5 Cara Terhindar dari Hidup Boros</title><description>Semenjak tersedia belanja online dan kartu kredit, kegiatan belanja menjadi lebih mudah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/12/622/2360988/sering-belanja-online-intip-5-cara-terhindar-dari-hidup-boros</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/12/622/2360988/sering-belanja-online-intip-5-cara-terhindar-dari-hidup-boros"/><item><title>Sering Belanja Online, Intip 5 Cara Terhindar dari Hidup Boros</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/12/622/2360988/sering-belanja-online-intip-5-cara-terhindar-dari-hidup-boros</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/12/622/2360988/sering-belanja-online-intip-5-cara-terhindar-dari-hidup-boros</guid><pubDate>Jum'at 12 Februari 2021 21:14 WIB</pubDate><dc:creator>Alya Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/12/622/2360988/sering-belanja-online-intip-5-cara-terhindar-dari-hidup-boros-hPwbxAYZMA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Belanja Online (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/12/622/2360988/sering-belanja-online-intip-5-cara-terhindar-dari-hidup-boros-hPwbxAYZMA.jpg</image><title>Belanja Online (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Semenjak tersedia belanja online dan kartu kredit, kegiatan belanja menjadi lebih mudah. Ketika berbelanja semudah ini, tidak heran banyak yang akhirnya melakukan pembelian impulsif.
Belanja impulsif itu merupakan kebiasaan belanja hal tidak penting secara berlebihan. Hal ini tentu akan merugikan dan membuat boros keuangan.
Nah, seperti dilansir dari Real Simple, Jumat (12/2/2021) berikut ini strategi menekan belanja impulsif agar keuangan tetap terkontrol.
Baca Juga: Untung Rugi Belanja Online, Baca di Sini
1. Pikirkan Sebelum Membeli
Setiap ingin membeli barang, sebaiknya dipikir dan dilihat kembali kegunaannya. Penting dan menjadi prioritas atau tidak. Jika bukan menjadi prioritas maka jangan dibeli, karena akan menyebabkan keborosan.
2. Tetapkan Anggaran
Jika saat ini tidak menggunakan aplikasi atau program pencatatan uang, sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulai. Ada banyak aplikasi gratis yang memudahkan untuk melacak dan mencatat apa yang dibelanjakan dan bahkan dapat membantu mengatur anggaran.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8xMi8yMi8xMDY0NzcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
3. Luangkan Waktu Istirahat dari Berbelanja
Saat dorongan berbelanja berubah menjadi kebiasaan buruk, harus memutuskan siklus sepenuhnya sebelum dapat berbelanja lagi dengan cara yang sehat. Dibutuhkan 21 hari untuk menghentikan sebuah kebiasaan, jadi jika sudah terbiasa berbelanja secara berlebihan, maka perlu menghindari berbelanja setidaknya selama 21 hari untuk mempelajari cara-cara baru dalam berbelanja.
4. Pertimbangkan Kebutuhan
Membuat daftar hal-hal yang sebenarnya dibutuhkan adalah cara yang  bagus untuk mengurangi pembelian impulsif. Tanyakan kembali kepada diri  apakah barang tersebut dibutuhkan atau tidak. Jika tidak terlalu  dibutuhkan maka cari barang lain yang menjadi prioritas.
5. Waspadai Trik Ritel
Terkadang toko menjanjikan dan memberikan iming-iming promosi beli  barang banyak mendapatkan diskon besar. Tentu hal ini merupakan trik  toko agar pembeli tertarik dan membeli barang lebih banyak. Nah hal ini  perlu diwaspadai ketika sedang berbelanja supaya tidak tergoda.</description><content:encoded>JAKARTA - Semenjak tersedia belanja online dan kartu kredit, kegiatan belanja menjadi lebih mudah. Ketika berbelanja semudah ini, tidak heran banyak yang akhirnya melakukan pembelian impulsif.
Belanja impulsif itu merupakan kebiasaan belanja hal tidak penting secara berlebihan. Hal ini tentu akan merugikan dan membuat boros keuangan.
Nah, seperti dilansir dari Real Simple, Jumat (12/2/2021) berikut ini strategi menekan belanja impulsif agar keuangan tetap terkontrol.
Baca Juga: Untung Rugi Belanja Online, Baca di Sini
1. Pikirkan Sebelum Membeli
Setiap ingin membeli barang, sebaiknya dipikir dan dilihat kembali kegunaannya. Penting dan menjadi prioritas atau tidak. Jika bukan menjadi prioritas maka jangan dibeli, karena akan menyebabkan keborosan.
2. Tetapkan Anggaran
Jika saat ini tidak menggunakan aplikasi atau program pencatatan uang, sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulai. Ada banyak aplikasi gratis yang memudahkan untuk melacak dan mencatat apa yang dibelanjakan dan bahkan dapat membantu mengatur anggaran.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8xMi8yMi8xMDY0NzcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
3. Luangkan Waktu Istirahat dari Berbelanja
Saat dorongan berbelanja berubah menjadi kebiasaan buruk, harus memutuskan siklus sepenuhnya sebelum dapat berbelanja lagi dengan cara yang sehat. Dibutuhkan 21 hari untuk menghentikan sebuah kebiasaan, jadi jika sudah terbiasa berbelanja secara berlebihan, maka perlu menghindari berbelanja setidaknya selama 21 hari untuk mempelajari cara-cara baru dalam berbelanja.
4. Pertimbangkan Kebutuhan
Membuat daftar hal-hal yang sebenarnya dibutuhkan adalah cara yang  bagus untuk mengurangi pembelian impulsif. Tanyakan kembali kepada diri  apakah barang tersebut dibutuhkan atau tidak. Jika tidak terlalu  dibutuhkan maka cari barang lain yang menjadi prioritas.
5. Waspadai Trik Ritel
Terkadang toko menjanjikan dan memberikan iming-iming promosi beli  barang banyak mendapatkan diskon besar. Tentu hal ini merupakan trik  toko agar pembeli tertarik dan membeli barang lebih banyak. Nah hal ini  perlu diwaspadai ketika sedang berbelanja supaya tidak tergoda.</content:encoded></item></channel></rss>
