<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Urai Kemacetan, Menteri Basuki Hilangkan Perlintasan KA di Slamet Riyadi</title><description>Pemerintah meresmikan Flyover Purwosari, di Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, Sabtu (13/2/2021) kemarin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/14/320/2361677/urai-kemacetan-menteri-basuki-hilangkan-perlintasan-ka-di-slamet-riyadi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/14/320/2361677/urai-kemacetan-menteri-basuki-hilangkan-perlintasan-ka-di-slamet-riyadi"/><item><title>Urai Kemacetan, Menteri Basuki Hilangkan Perlintasan KA di Slamet Riyadi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/14/320/2361677/urai-kemacetan-menteri-basuki-hilangkan-perlintasan-ka-di-slamet-riyadi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/14/320/2361677/urai-kemacetan-menteri-basuki-hilangkan-perlintasan-ka-di-slamet-riyadi</guid><pubDate>Minggu 14 Februari 2021 10:14 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/14/320/2361677/urai-kemacetan-menteri-basuki-hilangkan-perlintasan-ka-di-slamet-riyadi-yPtW6bT969.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fly over (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/14/320/2361677/urai-kemacetan-menteri-basuki-hilangkan-perlintasan-ka-di-slamet-riyadi-yPtW6bT969.jpg</image><title>Fly over (Reuters)</title></images><description>JAKARTA -  Pemerintah meresmikan Flyover Purwosari, di Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, Sabtu (13/2/2021) kemarin. Dibangunnya Flyover tersebut untuk mengatasi kemacetan yang terjadi akibat adanya perlintasan sebidang  antara Jl. Slamet Riyadi dengan rel kereta api.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono,mengatakan, Flyover Purwosari dibangun untuk mengatasi masalah kemacetan yang kerap terjadi pada jam sibuk di Jalan Slamet Riyadi yang dilalui arus lalu lintas dari arah Kartosuro (Yogyakarta/Semarang) menuju pusat Kota Solo.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tol Cipali Ambles, Truk Gandeng Cs Dibatasi hingga 28 Maret
&amp;ldquo;Setelah diresmikan pagi ini, nanti siang Flyover Purwosari ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,&quot; kata Menteri Basuki di Jakarta, Minggu (14/2/2021).

Dalam laporannya, Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian mengatakan, Flyover Purwosari ini dibangun dengan menggunakan Teknologi Corrugated Mortar Busa yang mengkombinasikan dua bahan untuk struktur bangunan atas jembatan yaitu baja struktur bergelombang dengan material ringan Mortar Busa.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bayar Tol Tanpa Berhenti Ditargetkan Akhir 2023
&amp;ldquo;Selain dinilai lebih menghemat biaya, keunggulan Mortar Busa juga lebih efisien, cepat dan murah&amp;rdquo;, jelas Hedy.

Keberadaan Flyover Purwosari ini sangat vital sebagai  gerbang masuk Kota Solo dari arah barat.


&amp;ldquo;FO Purwosari ini akan meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Solo dan sekitarnya. Selain itu sebagai penanda memasuki Kota Solo, dibagian ujung tepat sebelum memasuki FO Purwosari dipercantik dengan ilustrasi tarian gambyong yang merupakan tarian tradisional selamat datang dari Jawa Tengah&amp;rdquo;, lanjut Hedy.Walikota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan, penyelesaian pembangunan  Flyover Purwosari sebenarnya ditargetkan rampung Maret 2021. Namun  Februari 2021 ini flyover sudah selesai dan bisa dioperasikan. &amp;ldquo;Atas  nama Pemerintah Kota Surakarta saya mengucap terima kasih atas semua  pihak yang telah memberi dukungan pada penyelesaian flyover ini,&quot;  tuturnya.

Flyover Purwosari memiliki total panjang penanganan 2.475 meter,  242  meter (oprit barat), 198 meter (jembatan), 260 meter (oprit timur),  dengan 4 bentang (3 pilar, 2 abutmen). Selain itu memiliki lebar lajur  2x3,5 meter, bahu jalan 2,5 meter, dan clearance perlintasan KA 6,75  meter.

Kemudian jalan pendekat menggunakan teknologi timbunan mortar busa  yang terdiri dari sisi barat  dan sisi timur serta 2 buah Corrugated  Steel Structure (CSS) dengan span sepanjang 22 meter.

Pembangunan Flyover Purwosari dikerjakan oleh kontraktor PT. Wijaya  Karya (Persero) Tbk dengan biaya Rp 114,18 miliar. Dengan adanya Pandemi  COVID-19, alokasi anggaran pada TA 2020 berkurang 30% dan dialihkan  pada TA 2021. Paket pembangunan Flyover Purwosari mendapatkan tambahan  untuk pekerjaan beautifikasi senilai Rp 9,524 miliar yang diusulkan oleh  Walikota Solo dan telah mendapatkan persetujuan dari Dirjen Bina Marga,  Kementerian PUPR.

Untuk mendukung keselamatan pengendara, Flyover Purwosari dilengkapi  dengan penerangan LED 10 watt dengan jarak tiang setiap 5 meter mulai  dari awal oprit hingga ujung oprit. Kemudian di trotoar juga dipasang  lampu taman dan di sepanjang jalur lambat dilengkapi penerangan dari  dinding retaining wall flyover. Untuk mempercantik tampilannya pada  malam hari, di tiap sisi jembatan juga diberikan hiasan lampu warna  warni yang dapat berubah bentuk dan tulisan.</description><content:encoded>JAKARTA -  Pemerintah meresmikan Flyover Purwosari, di Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, Sabtu (13/2/2021) kemarin. Dibangunnya Flyover tersebut untuk mengatasi kemacetan yang terjadi akibat adanya perlintasan sebidang  antara Jl. Slamet Riyadi dengan rel kereta api.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono,mengatakan, Flyover Purwosari dibangun untuk mengatasi masalah kemacetan yang kerap terjadi pada jam sibuk di Jalan Slamet Riyadi yang dilalui arus lalu lintas dari arah Kartosuro (Yogyakarta/Semarang) menuju pusat Kota Solo.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tol Cipali Ambles, Truk Gandeng Cs Dibatasi hingga 28 Maret
&amp;ldquo;Setelah diresmikan pagi ini, nanti siang Flyover Purwosari ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,&quot; kata Menteri Basuki di Jakarta, Minggu (14/2/2021).

Dalam laporannya, Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian mengatakan, Flyover Purwosari ini dibangun dengan menggunakan Teknologi Corrugated Mortar Busa yang mengkombinasikan dua bahan untuk struktur bangunan atas jembatan yaitu baja struktur bergelombang dengan material ringan Mortar Busa.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bayar Tol Tanpa Berhenti Ditargetkan Akhir 2023
&amp;ldquo;Selain dinilai lebih menghemat biaya, keunggulan Mortar Busa juga lebih efisien, cepat dan murah&amp;rdquo;, jelas Hedy.

Keberadaan Flyover Purwosari ini sangat vital sebagai  gerbang masuk Kota Solo dari arah barat.


&amp;ldquo;FO Purwosari ini akan meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Solo dan sekitarnya. Selain itu sebagai penanda memasuki Kota Solo, dibagian ujung tepat sebelum memasuki FO Purwosari dipercantik dengan ilustrasi tarian gambyong yang merupakan tarian tradisional selamat datang dari Jawa Tengah&amp;rdquo;, lanjut Hedy.Walikota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan, penyelesaian pembangunan  Flyover Purwosari sebenarnya ditargetkan rampung Maret 2021. Namun  Februari 2021 ini flyover sudah selesai dan bisa dioperasikan. &amp;ldquo;Atas  nama Pemerintah Kota Surakarta saya mengucap terima kasih atas semua  pihak yang telah memberi dukungan pada penyelesaian flyover ini,&quot;  tuturnya.

Flyover Purwosari memiliki total panjang penanganan 2.475 meter,  242  meter (oprit barat), 198 meter (jembatan), 260 meter (oprit timur),  dengan 4 bentang (3 pilar, 2 abutmen). Selain itu memiliki lebar lajur  2x3,5 meter, bahu jalan 2,5 meter, dan clearance perlintasan KA 6,75  meter.

Kemudian jalan pendekat menggunakan teknologi timbunan mortar busa  yang terdiri dari sisi barat  dan sisi timur serta 2 buah Corrugated  Steel Structure (CSS) dengan span sepanjang 22 meter.

Pembangunan Flyover Purwosari dikerjakan oleh kontraktor PT. Wijaya  Karya (Persero) Tbk dengan biaya Rp 114,18 miliar. Dengan adanya Pandemi  COVID-19, alokasi anggaran pada TA 2020 berkurang 30% dan dialihkan  pada TA 2021. Paket pembangunan Flyover Purwosari mendapatkan tambahan  untuk pekerjaan beautifikasi senilai Rp 9,524 miliar yang diusulkan oleh  Walikota Solo dan telah mendapatkan persetujuan dari Dirjen Bina Marga,  Kementerian PUPR.

Untuk mendukung keselamatan pengendara, Flyover Purwosari dilengkapi  dengan penerangan LED 10 watt dengan jarak tiang setiap 5 meter mulai  dari awal oprit hingga ujung oprit. Kemudian di trotoar juga dipasang  lampu taman dan di sepanjang jalur lambat dilengkapi penerangan dari  dinding retaining wall flyover. Untuk mempercantik tampilannya pada  malam hari, di tiap sisi jembatan juga diberikan hiasan lampu warna  warni yang dapat berubah bentuk dan tulisan.</content:encoded></item></channel></rss>
