<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapal Kandas di Raja Ampat Buat Kerusakan Terumbu Karang</title><description>BKKPN Kupang Wilayah Kerja Raja Ampat tengah mengumpulkan bukti kerusakan ekosistem terumbu karang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/14/320/2361815/kapal-kandas-di-raja-ampat-buat-kerusakan-terumbu-karang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/14/320/2361815/kapal-kandas-di-raja-ampat-buat-kerusakan-terumbu-karang"/><item><title>Kapal Kandas di Raja Ampat Buat Kerusakan Terumbu Karang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/14/320/2361815/kapal-kandas-di-raja-ampat-buat-kerusakan-terumbu-karang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/14/320/2361815/kapal-kandas-di-raja-ampat-buat-kerusakan-terumbu-karang</guid><pubDate>Minggu 14 Februari 2021 15:31 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/14/320/2361815/kapal-kandas-di-raja-ampat-buat-kerusakan-terumbu-karang-FBmZ4Q0Nxt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laut (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/14/320/2361815/kapal-kandas-di-raja-ampat-buat-kerusakan-terumbu-karang-FBmZ4Q0Nxt.jpg</image><title>Laut (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Wilayah Kerja Raja Ampat tengah mengumpulkan bukti kerusakan ekosistem terumbu karang akibat kejadian kapal kandas di Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) Suaka Alam Perairan (SAP) Raja Ampat, tepatnya di sebelah barat Pulau Yefmo, Kampung Meosmanggara, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kab. Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.
Tim yang terdiri dari BKKPN Kupang Wilker Raja Ampat, Satuan Pengawas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (Satwas SDKP) Wilayah Kerja Raja Ampat dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Raja Ampat memperoleh hasil bahwa kapal yang mengalami kandas pada 2 Februari 2021 adalah KM. Sabuk Nusantara 62 berukuran 750 GT. Kapal ini merupakan kapal penumpang dan barang jenis perintis milik Kementerian Perhubungan yang dioperasikan oleh PT. Pelayaran Berkat Abadi Jaya Makmur (Surabaya).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gandeng Anak Buag, Calon Petahana Abdul Faris Umlati Resmi Daftar Pilkada Raja Ampat 
Di sekitar lokasi kejadian ditemukan beberapa kerusakan dan patahan karang. Terlihat patahan/rusak karang sepanjang 46 meter dengan lebar bervariasi antara 1 sampai 5 meter pada kedalaman 1 hingga 2 meter. Luas kerusakan terumbu karang diperkirakan mencapai 230 meter persegi.
Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) Tb. Haeru Rahayu sangat menyayangkan kejadian ini dan memerintahkan agar bukti kerusakan ekosistem dapat dikumpulkan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pariwisata Raja Ampat Kembali Dibuka, Wisatawan Wajib Registrasi Online
&amp;ldquo;Kejadian kapal kandas seperti ini sangat disayangkan karena berpotensi besar merusak ekosistem laut terutama terumbu karang. Oleh karena itu saya sudah memerintahkan kepada tim di lapangan agar mengumpulkan bukti kerusakan ekosistem yang terjadi,&amp;rdquo; terang Tebe di Jakarta, Minggu (14/2/2021).Lebih lanjut, Tebe menjelaskan bahwa bukti kerusakan ekosistem  tersebut nantinya dapat digunakan oleh aparat penegak hukum sebagai  dasar penuntutan ganti rugi kerusakan ekosistem terumbu karang akibat  kejadian kapal kandas ini.
Di tempat terpisah, Plt. Kepala BKKPN Kupang, Imam Fauzi menjelaskan  perlunya upaya preventif kejadian kapal kandas di dalam KKPN SAP Raja  Ampat dengan tetap memperhatikan terlayaninya kebutuhan masyarakat  terhadap transportasi publik kapal perintis.
&amp;ldquo;SAP Raja Ampat ini memiliki kontur dasar laut unik yang dapat  menyebabkan kapal mudah kandas jika nahkoda tidak mengetahui  karakteristiknya, oleh karena itu perlu penyusunan peta alur pelayaran  dan penyediaan titik labuh di dalam KKPN SAP Raja Ampat sebagai tindakan  preventif yang bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan dan Dinas  Perhubungan Kab. Raja Ampat,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Wilayah Kerja Raja Ampat tengah mengumpulkan bukti kerusakan ekosistem terumbu karang akibat kejadian kapal kandas di Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) Suaka Alam Perairan (SAP) Raja Ampat, tepatnya di sebelah barat Pulau Yefmo, Kampung Meosmanggara, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kab. Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.
Tim yang terdiri dari BKKPN Kupang Wilker Raja Ampat, Satuan Pengawas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (Satwas SDKP) Wilayah Kerja Raja Ampat dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Raja Ampat memperoleh hasil bahwa kapal yang mengalami kandas pada 2 Februari 2021 adalah KM. Sabuk Nusantara 62 berukuran 750 GT. Kapal ini merupakan kapal penumpang dan barang jenis perintis milik Kementerian Perhubungan yang dioperasikan oleh PT. Pelayaran Berkat Abadi Jaya Makmur (Surabaya).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gandeng Anak Buag, Calon Petahana Abdul Faris Umlati Resmi Daftar Pilkada Raja Ampat 
Di sekitar lokasi kejadian ditemukan beberapa kerusakan dan patahan karang. Terlihat patahan/rusak karang sepanjang 46 meter dengan lebar bervariasi antara 1 sampai 5 meter pada kedalaman 1 hingga 2 meter. Luas kerusakan terumbu karang diperkirakan mencapai 230 meter persegi.
Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) Tb. Haeru Rahayu sangat menyayangkan kejadian ini dan memerintahkan agar bukti kerusakan ekosistem dapat dikumpulkan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pariwisata Raja Ampat Kembali Dibuka, Wisatawan Wajib Registrasi Online
&amp;ldquo;Kejadian kapal kandas seperti ini sangat disayangkan karena berpotensi besar merusak ekosistem laut terutama terumbu karang. Oleh karena itu saya sudah memerintahkan kepada tim di lapangan agar mengumpulkan bukti kerusakan ekosistem yang terjadi,&amp;rdquo; terang Tebe di Jakarta, Minggu (14/2/2021).Lebih lanjut, Tebe menjelaskan bahwa bukti kerusakan ekosistem  tersebut nantinya dapat digunakan oleh aparat penegak hukum sebagai  dasar penuntutan ganti rugi kerusakan ekosistem terumbu karang akibat  kejadian kapal kandas ini.
Di tempat terpisah, Plt. Kepala BKKPN Kupang, Imam Fauzi menjelaskan  perlunya upaya preventif kejadian kapal kandas di dalam KKPN SAP Raja  Ampat dengan tetap memperhatikan terlayaninya kebutuhan masyarakat  terhadap transportasi publik kapal perintis.
&amp;ldquo;SAP Raja Ampat ini memiliki kontur dasar laut unik yang dapat  menyebabkan kapal mudah kandas jika nahkoda tidak mengetahui  karakteristiknya, oleh karena itu perlu penyusunan peta alur pelayaran  dan penyediaan titik labuh di dalam KKPN SAP Raja Ampat sebagai tindakan  preventif yang bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan dan Dinas  Perhubungan Kab. Raja Ampat,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
