<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Momentum Valentine, Penjual Coklat Berbentuk Kelamin Ini Kebanjiran Pesanan</title><description>Perayaan Valentine membuat orang-orang menyiapkan hadiah untuk orang terkasih.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/14/455/2361695/momentum-valentine-penjual-coklat-berbentuk-kelamin-ini-kebanjiran-pesanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/14/455/2361695/momentum-valentine-penjual-coklat-berbentuk-kelamin-ini-kebanjiran-pesanan"/><item><title>Momentum Valentine, Penjual Coklat Berbentuk Kelamin Ini Kebanjiran Pesanan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/14/455/2361695/momentum-valentine-penjual-coklat-berbentuk-kelamin-ini-kebanjiran-pesanan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/14/455/2361695/momentum-valentine-penjual-coklat-berbentuk-kelamin-ini-kebanjiran-pesanan</guid><pubDate>Minggu 14 Februari 2021 09:23 WIB</pubDate><dc:creator>Indira Arri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/14/455/2361695/momentum-valentine-penjual-coklat-berbentuk-kelamin-ini-kebanjiran-pesanan-JsOuI81dP6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pebisnis Coklat (Tangkapan video iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/14/455/2361695/momentum-valentine-penjual-coklat-berbentuk-kelamin-ini-kebanjiran-pesanan-JsOuI81dP6.jpg</image><title>Pebisnis Coklat (Tangkapan video iNews)</title></images><description>JAKARTA - Perayaan Valentine membuat orang-orang menyiapkan hadiah untuk orang terkasih. Tentu saja, hal ini menjadi peluang bagi para pebisnis di Indonesia.

Bunga dan coklat, identik dengan perayaan valentine atau hari kasih sayang. Tak jarang sejumlah pengarajin coklat atau bunga menawarkan ragam bentuk anti mainstream guna menarik perhatian pembeli.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Peluang Bisnis Cokelat Valentine, Ini Hitung-Hitungannya 
Seorang pengrajin coklat berskala rumahan di kawasan Kuta Utara Badung Made Wira Astina Suberna banjir orderan sejak beberapa hari menjelang valentine. Salah satu produk andalannya yang laris manis adalah coklat cotol.

Coklat yang menyerupai kelamin pria yang prioritas dijual untuk pembeli dewasa. Menurutnya, coklat menggemaskan ini sudah booming tiga tahun lalu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Peluang Bisnis Hari Valentine, Jual Rangkaian Bunga secara Online 
&quot;Bentuknya aneh, unik dan satu-satunya di Bali, dan untuk orang dewasa,&quot; ujarnya.Selain bentuk dan warna yang bervariasi. Rasanya juga dipastikan tidak membuat sakit tenggorokan.

Dirinya mengaku hanya mengandalkan media sosial untuk pemasaran  coklatnya. Pria yang juga berprofesi sebagai nakes ini mematok harga  mulai dari Rp45 ribu hingga Rp100 ribu untuk coklat-coklatnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Perayaan Valentine membuat orang-orang menyiapkan hadiah untuk orang terkasih. Tentu saja, hal ini menjadi peluang bagi para pebisnis di Indonesia.

Bunga dan coklat, identik dengan perayaan valentine atau hari kasih sayang. Tak jarang sejumlah pengarajin coklat atau bunga menawarkan ragam bentuk anti mainstream guna menarik perhatian pembeli.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Peluang Bisnis Cokelat Valentine, Ini Hitung-Hitungannya 
Seorang pengrajin coklat berskala rumahan di kawasan Kuta Utara Badung Made Wira Astina Suberna banjir orderan sejak beberapa hari menjelang valentine. Salah satu produk andalannya yang laris manis adalah coklat cotol.

Coklat yang menyerupai kelamin pria yang prioritas dijual untuk pembeli dewasa. Menurutnya, coklat menggemaskan ini sudah booming tiga tahun lalu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Peluang Bisnis Hari Valentine, Jual Rangkaian Bunga secara Online 
&quot;Bentuknya aneh, unik dan satu-satunya di Bali, dan untuk orang dewasa,&quot; ujarnya.Selain bentuk dan warna yang bervariasi. Rasanya juga dipastikan tidak membuat sakit tenggorokan.

Dirinya mengaku hanya mengandalkan media sosial untuk pemasaran  coklatnya. Pria yang juga berprofesi sebagai nakes ini mematok harga  mulai dari Rp45 ribu hingga Rp100 ribu untuk coklat-coklatnya.</content:encoded></item></channel></rss>
