<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sosok Sukanto Tanoto, Miliarder Sawit Asal RI yang Dikabarkan Beli Istana di Jerman</title><description>Sukanto Tanoto, salah satu pengusaha Indonesia kembali menarik perhatian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/14/455/2361778/sosok-sukanto-tanoto-miliarder-sawit-asal-ri-yang-dikabarkan-beli-istana-di-jerman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/14/455/2361778/sosok-sukanto-tanoto-miliarder-sawit-asal-ri-yang-dikabarkan-beli-istana-di-jerman"/><item><title>Sosok Sukanto Tanoto, Miliarder Sawit Asal RI yang Dikabarkan Beli Istana di Jerman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/14/455/2361778/sosok-sukanto-tanoto-miliarder-sawit-asal-ri-yang-dikabarkan-beli-istana-di-jerman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/14/455/2361778/sosok-sukanto-tanoto-miliarder-sawit-asal-ri-yang-dikabarkan-beli-istana-di-jerman</guid><pubDate>Minggu 14 Februari 2021 14:36 WIB</pubDate><dc:creator>Dian Ayu Anggraini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/14/455/2361778/sosok-sukanto-tanoto-miliarder-sawit-asal-ri-yang-dikabarkan-beli-istana-di-jerman-JQWTVxbkvZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sawit (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/14/455/2361778/sosok-sukanto-tanoto-miliarder-sawit-asal-ri-yang-dikabarkan-beli-istana-di-jerman-JQWTVxbkvZ.jpg</image><title>Sawit (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Sukanto Tanoto, salah satu pengusaha Indonesia kembali menarik perhatian. Sebelumnya mempunyai tanah di kawasan ibu kota baru, kini dirinya dikabarkan membeli kompleks Ludwig, bekas istana Raja Ludwig di M&amp;uuml;nchen senilai 350 juta Euro atau setara Rp6 triliun.

Nama Sukanto Tanoto sendiri di Indonesia sudah tidak asing. Bahkan, dia menduduki peringkat 22 sebagai orang terkaya di Indonesia tahun 2020 versi Forbes.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Miliarder Sukanto Tanoto Dikabarkan Beli Bekas Istana Raja di Jerman Rp5,9 Triliun
Dilansir dari laman Asia Pacific Resources International Limited (APRIL), Minggu (14/2/2021), pengusaha sukses asal Medan yang mendirikan kelompok bisnis besar bernama Royal Golden Eagle (RGE) ini, memulai bisnisnya dari sebuah toko kecil yang menyediakan suku cadang, sekitar 50 tahun yang lalu.

Hingga kini Tanoto telah berhasil mengantarkan RGE menjadi bisnis grup yang berbasis di Singapura. Di bawah kepemimpinannya, RGE telah memiliki aset aset lebih dari US$20 miliar dan total pekerja mencapai 60.000 orang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bangun Ibu Kota Baru, Konsesi Lahan Sukanto Tanoto Segera Dicabut
Kelompok bisnis RGE, bergerak di berbagai industri yang mengelola sumber daya alam berkelanjutan. Di antaranya industri kertas dan pulp oleh (APRIL - Asia Pacific Resources International Holding Ltd dan Asia Symbol), industri perkebunan Kelapa Sawit (Asian Agri dan Apical), serat viscose (Sateri), specialty cellulose (Bracell Limited), dan pengembangan energy (Pacific Oil &amp;amp; Gas).

Produk yang dihasilkan kelompok bisnis RGE telah dipasarkan di banyak negara. Mulai dari Indonesia, Tiongkok, Brasil, Malaysia, Filipina, Finlandia, hingga Kanada. Jaringan pemasarannya pun telah tersebar di empat benua.

Dalam menjalankan bisnisnya, Tanoto selalu berusaha agar bisa bermanfaat untuk banyak pihak. Maka dari itu dia percaya bahwa kesuksesan perusahaan bergantung pada tanggung jawab terhadap masyakarat.Dari sanalah lahir prinsip 5C yang selalu dia terapkan ketika  menjalankan bisnisnya. Kelima prinsip tersebut di antaranya adalah good  for community, good for costumer, good for country, good for climate,  dan good for company.

Setiap unit bisnis di bawah naungan RGE selalu mengutamakan tanggung  jawab sosial kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Maka dari itu,  dalam setiap program CSRnya, perusahaan melibatkan kemitraan dengan  masyarakat lokal, menyediakan kemampuan bertanam, menyediakan berbagai  pelatihan hingga bantuan ekonomi.

Pada 1981 Tanoto membentuk Tanoto Foundation yang memiliki fokus  mengurangi kemiskinan melalui program pendidikan, pemberdayaan dan  peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Tanoto Foundation menyediakan bantuan berupa beasiswa bagi pelajar  dan guru, membangun infrastruktur sekolah, hingga menyediakan  perlengkapan sekolah seperti buku. Selain itu, Tanoto Foundation juga  menyediakan sarana kesehatan di daerah terpencil serta tim respon cepat  untuk membantu daerah yang terkena bencana alam.

Sukanto Tanoto merupakan anggota INSEAD International Council, the  Wharton Board of Overseers, the Wharton Executive Board for Asia, serta  teribat dalam banyak badan kemasyarakatan dan industri.

Tanoto adalah penerima Wharton School Dean&amp;rsquo;s Medal Award, yang  merupakan pengakuan atas kontribusinya sebagai individu terhadap  kemajuan ekonomi global serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dia  juga berada dalam jajaran penerima penghargaan sebelumnya seperti  termasuk beberapa kepala negara, penerima hadiah nobel serta beberapa  pemimpin perusahaan.</description><content:encoded>JAKARTA - Sukanto Tanoto, salah satu pengusaha Indonesia kembali menarik perhatian. Sebelumnya mempunyai tanah di kawasan ibu kota baru, kini dirinya dikabarkan membeli kompleks Ludwig, bekas istana Raja Ludwig di M&amp;uuml;nchen senilai 350 juta Euro atau setara Rp6 triliun.

Nama Sukanto Tanoto sendiri di Indonesia sudah tidak asing. Bahkan, dia menduduki peringkat 22 sebagai orang terkaya di Indonesia tahun 2020 versi Forbes.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Miliarder Sukanto Tanoto Dikabarkan Beli Bekas Istana Raja di Jerman Rp5,9 Triliun
Dilansir dari laman Asia Pacific Resources International Limited (APRIL), Minggu (14/2/2021), pengusaha sukses asal Medan yang mendirikan kelompok bisnis besar bernama Royal Golden Eagle (RGE) ini, memulai bisnisnya dari sebuah toko kecil yang menyediakan suku cadang, sekitar 50 tahun yang lalu.

Hingga kini Tanoto telah berhasil mengantarkan RGE menjadi bisnis grup yang berbasis di Singapura. Di bawah kepemimpinannya, RGE telah memiliki aset aset lebih dari US$20 miliar dan total pekerja mencapai 60.000 orang.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bangun Ibu Kota Baru, Konsesi Lahan Sukanto Tanoto Segera Dicabut
Kelompok bisnis RGE, bergerak di berbagai industri yang mengelola sumber daya alam berkelanjutan. Di antaranya industri kertas dan pulp oleh (APRIL - Asia Pacific Resources International Holding Ltd dan Asia Symbol), industri perkebunan Kelapa Sawit (Asian Agri dan Apical), serat viscose (Sateri), specialty cellulose (Bracell Limited), dan pengembangan energy (Pacific Oil &amp;amp; Gas).

Produk yang dihasilkan kelompok bisnis RGE telah dipasarkan di banyak negara. Mulai dari Indonesia, Tiongkok, Brasil, Malaysia, Filipina, Finlandia, hingga Kanada. Jaringan pemasarannya pun telah tersebar di empat benua.

Dalam menjalankan bisnisnya, Tanoto selalu berusaha agar bisa bermanfaat untuk banyak pihak. Maka dari itu dia percaya bahwa kesuksesan perusahaan bergantung pada tanggung jawab terhadap masyakarat.Dari sanalah lahir prinsip 5C yang selalu dia terapkan ketika  menjalankan bisnisnya. Kelima prinsip tersebut di antaranya adalah good  for community, good for costumer, good for country, good for climate,  dan good for company.

Setiap unit bisnis di bawah naungan RGE selalu mengutamakan tanggung  jawab sosial kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Maka dari itu,  dalam setiap program CSRnya, perusahaan melibatkan kemitraan dengan  masyarakat lokal, menyediakan kemampuan bertanam, menyediakan berbagai  pelatihan hingga bantuan ekonomi.

Pada 1981 Tanoto membentuk Tanoto Foundation yang memiliki fokus  mengurangi kemiskinan melalui program pendidikan, pemberdayaan dan  peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Tanoto Foundation menyediakan bantuan berupa beasiswa bagi pelajar  dan guru, membangun infrastruktur sekolah, hingga menyediakan  perlengkapan sekolah seperti buku. Selain itu, Tanoto Foundation juga  menyediakan sarana kesehatan di daerah terpencil serta tim respon cepat  untuk membantu daerah yang terkena bencana alam.

Sukanto Tanoto merupakan anggota INSEAD International Council, the  Wharton Board of Overseers, the Wharton Executive Board for Asia, serta  teribat dalam banyak badan kemasyarakatan dan industri.

Tanoto adalah penerima Wharton School Dean&amp;rsquo;s Medal Award, yang  merupakan pengakuan atas kontribusinya sebagai individu terhadap  kemajuan ekonomi global serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dia  juga berada dalam jajaran penerima penghargaan sebelumnya seperti  termasuk beberapa kepala negara, penerima hadiah nobel serta beberapa  pemimpin perusahaan.</content:encoded></item></channel></rss>
