<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba BTN Melesat 665,71% Jadi Rp1,6 Triliun</title><description>PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan perolehan laba bersih meroket 665,71% secara tahunan (year-on-year/yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/15/278/2362248/laba-btn-melesat-665-71-jadi-rp1-6-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/15/278/2362248/laba-btn-melesat-665-71-jadi-rp1-6-triliun"/><item><title>Laba BTN Melesat 665,71% Jadi Rp1,6 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/15/278/2362248/laba-btn-melesat-665-71-jadi-rp1-6-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/15/278/2362248/laba-btn-melesat-665-71-jadi-rp1-6-triliun</guid><pubDate>Senin 15 Februari 2021 13:22 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/15/278/2362248/laba-btn-melesat-665-71-jadi-rp1-6-triliun-uECBGqXN0B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank BTN (Foto: Dokumentasi BTN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/15/278/2362248/laba-btn-melesat-665-71-jadi-rp1-6-triliun-uECBGqXN0B.jpg</image><title>Bank BTN (Foto: Dokumentasi BTN)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan perolehan laba bersih meroket 665,71% secara tahunan (year-on-year/yoy). Di tengah tekanan pandemi, Bank BTN sukses meraih laba bersih senilai Rp1,60 triliun pada kuartal IV/2020, melambung tinggi dari posisi Rp209 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.
Plt. Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan lompatan laba bersih tersebut ditopang oleh lima strategi utama perseroan yang digelar sepanjang 2020. Selain itu, sektor perumahan juga menjadi penopang suburnya pundi-pundi laba BTN karena bergerak positif di tengah koreksi pertumbuhan ekonomi akibat pandemi.
Baca Juga:&amp;nbsp;17 Ribu Debitur BTN Ajukan Restrukturisasi Kredit
&amp;ldquo;Dengan strategi tersebut membuktikan kami tidak hanya bisa memperbaiki kinerja bisnis tapi juga bertahan di tengah tekanan akibat pandemi. Tahun ini, kami optimistis dengan strategi tersebut beserta potensi di sektor properti, Bank BTN akan mencetak laba bersih yang terus melaju positif,&amp;rdquo; jelas Nixon dalam keterangannya, Senin (15/2/2021).
Dalam laporan keuangan emiten bersandi saham BBTN tersebut, laba bersih perseroan ditopang pendapatan bunga sebesar Rp25,16 triliun pada kuartal IV/2020. Pendapatan bunga tersebut disumbang oleh penyaluran kredit yang tetap bertumbuh meski berada di bawah tekanan pandemi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xNS82Ny8xMjYwNDIvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dengan pertumbuhan sebesar 8,63% yoy menjadi Rp120,72 triliun per kuartal IV/2020 menjadi penopang utama pertumbuhan kredit di BTN. Dengan catatan  positif KPR Subsidi tersebut, membuat kredit perumahan BTN secara total naik sebesar 2,29% yoy menjadi Rp234,78 triliun per kuartal IV/2020.
Di segmen kredit non perumahan, BBTN tercatat telah menyalurkan kredit senilai Rp25,32 triliun. Kinerja penyaluran tersebut ditopang oleh kredit korporasi dan kredit konsumer yang naik masing-masing sebesar 77,81% dan 4,55% menjadi Rp11,94 triliun dan Rp5,11 triliun per 31 Desember 2020. Dengan total penyaluran tersebut, kredit Bank BTN tercatat mencapai Rp260,11 triliun atau naik 1,68% yoy pada kuartal IV/2020 dari Rp255,82 triliun di kuartal IV/2019.Kualitas kredit bank yang menginjak usia 71 tahun pada 9 Februari  lalu ini juga mencatatkan tren membaik. Per 31 Desember 2020, Non  Performing Loan (NPL) net Bank BTN tercatat sebesar 2,06% atau turun 90  bps dari 2,96% di periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu rasio coverage Bank BTN juga meningkat mencapai lebih  dari 2 kali lipat sebagai antisipasi penurunan kualitas kredit akibat  pandemi Covid-19. Pada kuartal IV/2020, rasio coverage Bank BTN tercatat  sebesar 115,02% atau melonjak dari 50,01% pada kuartal IV/2019.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BBTN  menguat dengan cost  of fund (CoF) yang membaik. DPK bank spesialis pembiayaan perumahan  tersebut mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 23,84% yoy dari  Rp225,4 triliun pada kuartal IV/2019 menjadi Rp279,13 triliun di periode  yang sama tahun lalu. Peningkatan DPK Bank BTN didominasi oleh kenaikan  giro sebesar 38,24% menjadi Rp72,04 triliun per kuartal IV/2020. Dengan  peningkatan DPK tersebut, loan to deposit ratio (LDR) BBTN pun terus  turun ke level 93,19% pada kuartal IV/2020 dari 113,50% di kuartal  IV/2019. CoF perseroan juga terus mencatatkan penurunan menjadi 4,79% di  kuartal IV/2020 dari 5,68% di kuartal IV/2019.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan perolehan laba bersih meroket 665,71% secara tahunan (year-on-year/yoy). Di tengah tekanan pandemi, Bank BTN sukses meraih laba bersih senilai Rp1,60 triliun pada kuartal IV/2020, melambung tinggi dari posisi Rp209 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.
Plt. Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan lompatan laba bersih tersebut ditopang oleh lima strategi utama perseroan yang digelar sepanjang 2020. Selain itu, sektor perumahan juga menjadi penopang suburnya pundi-pundi laba BTN karena bergerak positif di tengah koreksi pertumbuhan ekonomi akibat pandemi.
Baca Juga:&amp;nbsp;17 Ribu Debitur BTN Ajukan Restrukturisasi Kredit
&amp;ldquo;Dengan strategi tersebut membuktikan kami tidak hanya bisa memperbaiki kinerja bisnis tapi juga bertahan di tengah tekanan akibat pandemi. Tahun ini, kami optimistis dengan strategi tersebut beserta potensi di sektor properti, Bank BTN akan mencetak laba bersih yang terus melaju positif,&amp;rdquo; jelas Nixon dalam keterangannya, Senin (15/2/2021).
Dalam laporan keuangan emiten bersandi saham BBTN tersebut, laba bersih perseroan ditopang pendapatan bunga sebesar Rp25,16 triliun pada kuartal IV/2020. Pendapatan bunga tersebut disumbang oleh penyaluran kredit yang tetap bertumbuh meski berada di bawah tekanan pandemi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xNS82Ny8xMjYwNDIvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dengan pertumbuhan sebesar 8,63% yoy menjadi Rp120,72 triliun per kuartal IV/2020 menjadi penopang utama pertumbuhan kredit di BTN. Dengan catatan  positif KPR Subsidi tersebut, membuat kredit perumahan BTN secara total naik sebesar 2,29% yoy menjadi Rp234,78 triliun per kuartal IV/2020.
Di segmen kredit non perumahan, BBTN tercatat telah menyalurkan kredit senilai Rp25,32 triliun. Kinerja penyaluran tersebut ditopang oleh kredit korporasi dan kredit konsumer yang naik masing-masing sebesar 77,81% dan 4,55% menjadi Rp11,94 triliun dan Rp5,11 triliun per 31 Desember 2020. Dengan total penyaluran tersebut, kredit Bank BTN tercatat mencapai Rp260,11 triliun atau naik 1,68% yoy pada kuartal IV/2020 dari Rp255,82 triliun di kuartal IV/2019.Kualitas kredit bank yang menginjak usia 71 tahun pada 9 Februari  lalu ini juga mencatatkan tren membaik. Per 31 Desember 2020, Non  Performing Loan (NPL) net Bank BTN tercatat sebesar 2,06% atau turun 90  bps dari 2,96% di periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu rasio coverage Bank BTN juga meningkat mencapai lebih  dari 2 kali lipat sebagai antisipasi penurunan kualitas kredit akibat  pandemi Covid-19. Pada kuartal IV/2020, rasio coverage Bank BTN tercatat  sebesar 115,02% atau melonjak dari 50,01% pada kuartal IV/2019.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BBTN  menguat dengan cost  of fund (CoF) yang membaik. DPK bank spesialis pembiayaan perumahan  tersebut mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 23,84% yoy dari  Rp225,4 triliun pada kuartal IV/2019 menjadi Rp279,13 triliun di periode  yang sama tahun lalu. Peningkatan DPK Bank BTN didominasi oleh kenaikan  giro sebesar 38,24% menjadi Rp72,04 triliun per kuartal IV/2020. Dengan  peningkatan DPK tersebut, loan to deposit ratio (LDR) BBTN pun terus  turun ke level 93,19% pada kuartal IV/2020 dari 113,50% di kuartal  IV/2019. CoF perseroan juga terus mencatatkan penurunan menjadi 4,79% di  kuartal IV/2020 dari 5,68% di kuartal IV/2019.</content:encoded></item></channel></rss>
