<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Luar Negeri RI Tembus Rp5.807 Triliun, BI: Masih Sehat</title><description>Bank Indonesia (BI) memastikan utang  luar negeri (ULN)  Indonesia tetap sehat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/15/320/2362152/utang-luar-negeri-ri-tembus-rp5-807-triliun-bi-masih-sehat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/15/320/2362152/utang-luar-negeri-ri-tembus-rp5-807-triliun-bi-masih-sehat"/><item><title>Utang Luar Negeri RI Tembus Rp5.807 Triliun, BI: Masih Sehat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/15/320/2362152/utang-luar-negeri-ri-tembus-rp5-807-triliun-bi-masih-sehat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/15/320/2362152/utang-luar-negeri-ri-tembus-rp5-807-triliun-bi-masih-sehat</guid><pubDate>Senin 15 Februari 2021 11:27 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/15/320/2362152/utang-luar-negeri-ri-tembus-rp5-807-triliun-bi-masih-sehat-2LZPiV983S.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/15/320/2362152/utang-luar-negeri-ri-tembus-rp5-807-triliun-bi-masih-sehat-2LZPiV983S.jpg</image><title>Rupiah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan utang  luar negeri (ULN)  Indonesia tetap sehat. Hal ini didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan  ULN yang sehat tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir triwulan IV 2020 yang tetap terjaga di kisaran 39,4%, meskipun meningkat dibandingkan dengan rasio pada triwulan sebelumnya sebesar 38,1%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Utang Luar Negeri RI Dekati Rp6.000 Triliun
&quot;Struktur ULN Indonesia yang tetap sehat juga tercermin dari besarnya pangsa ULN berjangka panjang yang mencapai 89,1% dari total ULN,&quot; kata Erwin di Jakarta, Senin (15/2/2021).

Kata dia, dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp5.807 Triliun di Akhir 2020
&quot;Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,&quot; imbuhnya.

Sebagai informasi, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan IV 2020 tercatat sebesar USD17,5 miliar atau Rp5.807 triliun. Rinciannya terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar USD209,2 miliar  dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD208,3 miliar.Saat ini, ULN Pemerintah tumbuh meningkat dibandingkan triwulan  sebelumnya. Pada triwulan IV 2020, ULN Pemerintah tercatat sebesar  USD206,4 miliar  atau tumbuh 3,3% (yoy), lebih tinggi dibandingkan  pertumbuhan triwulan III 2020 sebesar 1,6% (yoy).

Perkembangan ini didukung oleh terjaganya kepercayaan investor  sehingga mendorong masuknya aliran modal asing di pasar Surat Berharga  Negara (SBN), di samping adanya penarikan sebagian komitmen pinjaman  luar negeri untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19 dan program  Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

ULN Pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan  akuntabel untuk mendukung belanja prioritas, yang diantaranya mencakup  sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,9% dari total ULN  Pemerintah), sektor konstruksi (16,7%), sektor jasa pendidikan (16,7%),  dan sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib  (11,9%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,1%),&quot; imbuhnya.

ULN swasta tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya.  Pertumbuhan ULN swasta pada akhir triwulan IV 2020 tercatat 3,8% (yoy),  lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya  sebesar 6,2% (yoy). Perkembangan ini didorong oleh melambatnya  pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) serta kontraksi  pertumbuhan ULN lembaga keuangan (LK) yang lebih dalam. Pada akhir  triwulan IV 2020, ULN PBLK tumbuh sebesar 6,4% (yoy), melambat dari  pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 8,4% (yoy).

Selain itu, kontraksi ULN LK tercatat sebesar 4,7% (yoy), lebih besar  dari kontraksi pada triwulan sebelumnya yang tercatat 0,9% (yoy).  Berdasarkan sektornya, ULN terbesar dengan pangsa mencapai 77,1% dari  total ULN swasta bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi,  sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA),  sektor industri pengolahan, dan sektor pertambangan dan penggalian.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan utang  luar negeri (ULN)  Indonesia tetap sehat. Hal ini didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan  ULN yang sehat tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir triwulan IV 2020 yang tetap terjaga di kisaran 39,4%, meskipun meningkat dibandingkan dengan rasio pada triwulan sebelumnya sebesar 38,1%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Utang Luar Negeri RI Dekati Rp6.000 Triliun
&quot;Struktur ULN Indonesia yang tetap sehat juga tercermin dari besarnya pangsa ULN berjangka panjang yang mencapai 89,1% dari total ULN,&quot; kata Erwin di Jakarta, Senin (15/2/2021).

Kata dia, dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp5.807 Triliun di Akhir 2020
&quot;Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,&quot; imbuhnya.

Sebagai informasi, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan IV 2020 tercatat sebesar USD17,5 miliar atau Rp5.807 triliun. Rinciannya terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar USD209,2 miliar  dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD208,3 miliar.Saat ini, ULN Pemerintah tumbuh meningkat dibandingkan triwulan  sebelumnya. Pada triwulan IV 2020, ULN Pemerintah tercatat sebesar  USD206,4 miliar  atau tumbuh 3,3% (yoy), lebih tinggi dibandingkan  pertumbuhan triwulan III 2020 sebesar 1,6% (yoy).

Perkembangan ini didukung oleh terjaganya kepercayaan investor  sehingga mendorong masuknya aliran modal asing di pasar Surat Berharga  Negara (SBN), di samping adanya penarikan sebagian komitmen pinjaman  luar negeri untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19 dan program  Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

ULN Pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan  akuntabel untuk mendukung belanja prioritas, yang diantaranya mencakup  sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,9% dari total ULN  Pemerintah), sektor konstruksi (16,7%), sektor jasa pendidikan (16,7%),  dan sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib  (11,9%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,1%),&quot; imbuhnya.

ULN swasta tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya.  Pertumbuhan ULN swasta pada akhir triwulan IV 2020 tercatat 3,8% (yoy),  lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya  sebesar 6,2% (yoy). Perkembangan ini didorong oleh melambatnya  pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) serta kontraksi  pertumbuhan ULN lembaga keuangan (LK) yang lebih dalam. Pada akhir  triwulan IV 2020, ULN PBLK tumbuh sebesar 6,4% (yoy), melambat dari  pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 8,4% (yoy).

Selain itu, kontraksi ULN LK tercatat sebesar 4,7% (yoy), lebih besar  dari kontraksi pada triwulan sebelumnya yang tercatat 0,9% (yoy).  Berdasarkan sektornya, ULN terbesar dengan pangsa mencapai 77,1% dari  total ULN swasta bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi,  sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA),  sektor industri pengolahan, dan sektor pertambangan dan penggalian.</content:encoded></item></channel></rss>
