<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Ekspor RI di Januari Capai USD15,30 Miliar, Naik 12%</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Januari 2021 mencapai USD15,30 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/15/320/2362158/ekspor-ri-di-januari-capai-usd15-30-miliar-naik-12</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/15/320/2362158/ekspor-ri-di-januari-capai-usd15-30-miliar-naik-12"/><item><title>   Ekspor RI di Januari Capai USD15,30 Miliar, Naik 12%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/15/320/2362158/ekspor-ri-di-januari-capai-usd15-30-miliar-naik-12</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/15/320/2362158/ekspor-ri-di-januari-capai-usd15-30-miliar-naik-12</guid><pubDate>Senin 15 Februari 2021 11:31 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/15/320/2362158/ekspor-ri-di-januari-capai-usd15-30-miliar-naik-12-vPtK8wnC2W.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/15/320/2362158/ekspor-ri-di-januari-capai-usd15-30-miliar-naik-12-vPtK8wnC2W.jpg</image><title>Ekspor Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Januari 2021 mencapai USD15,30 miliar. Angka ekspor ini lebih tinggi atau naik 12,24% dibanding ekspor Indonesia per Januari 2020 sebesar USD13,63 miliar (secara year on year/YoY).
Sementara, kinerja ekspor bulan Januari 2021 menurun 7,48% dibandingkan Desember 2020.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan penurunan ekspor ini dikarenakan sektor migas dan non migas dibandingkan bulan Desember. Rinciannya, sektor migas turun 13,24% hanya USD0,8 miliar sedangkan sektor non migas turun 7,11% capai USD14,42%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Neraca Perdagangan Januari Diramal Surplus USD1,5 Miliar&amp;nbsp;
Sebagai perbandingan, ekspor migas pada Desember 2020 tembus USD1,02 miliar sedangkan non migas capai USD15,52 miliar
&quot;Ini disebabkan penurunan pada ekspor sektor migas dan non migas dan di awal Januari itu masuknya tahun baru jadi mulai bergeliat ,&quot; ujar Suhariyanto dalam video virtual, Senin (15/2/2021)Sedangkan perbandingan secara year on year (yoy) neraca dagang pada Januari 2020 naik 12,24% yaitu tembus USD13,68 miliar.
&quot;Kenaikan ini dikarenakan non migas dan migas, secara year on year ekspor mengalami peningkatan &quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Trenggono Bakal Naikkan Ekspor Udang 3 Kali Lipat ke AS dan China
Dia menambahkan ekspor Indonesia terbesar di Thailand. Kendati demikian ekspor Indonesia mengalami penurunan di Amerika Serikat dan China serta Taiwan.
&quot;Kita tertinggi di Thailand namun di Tiongkok ekspor kita turun. Sedangkan total ekspor ke Asean mencapai USD3,05 miliar dan Uni Eropa tembus USD1,17 miliar,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Januari 2021 mencapai USD15,30 miliar. Angka ekspor ini lebih tinggi atau naik 12,24% dibanding ekspor Indonesia per Januari 2020 sebesar USD13,63 miliar (secara year on year/YoY).
Sementara, kinerja ekspor bulan Januari 2021 menurun 7,48% dibandingkan Desember 2020.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan penurunan ekspor ini dikarenakan sektor migas dan non migas dibandingkan bulan Desember. Rinciannya, sektor migas turun 13,24% hanya USD0,8 miliar sedangkan sektor non migas turun 7,11% capai USD14,42%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Neraca Perdagangan Januari Diramal Surplus USD1,5 Miliar&amp;nbsp;
Sebagai perbandingan, ekspor migas pada Desember 2020 tembus USD1,02 miliar sedangkan non migas capai USD15,52 miliar
&quot;Ini disebabkan penurunan pada ekspor sektor migas dan non migas dan di awal Januari itu masuknya tahun baru jadi mulai bergeliat ,&quot; ujar Suhariyanto dalam video virtual, Senin (15/2/2021)Sedangkan perbandingan secara year on year (yoy) neraca dagang pada Januari 2020 naik 12,24% yaitu tembus USD13,68 miliar.
&quot;Kenaikan ini dikarenakan non migas dan migas, secara year on year ekspor mengalami peningkatan &quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Trenggono Bakal Naikkan Ekspor Udang 3 Kali Lipat ke AS dan China
Dia menambahkan ekspor Indonesia terbesar di Thailand. Kendati demikian ekspor Indonesia mengalami penurunan di Amerika Serikat dan China serta Taiwan.
&quot;Kita tertinggi di Thailand namun di Tiongkok ekspor kita turun. Sedangkan total ekspor ke Asean mencapai USD3,05 miliar dan Uni Eropa tembus USD1,17 miliar,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
