<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPS Catat Ekspor Pertanian Januari 2021 Naik 13,91%</title><description>Nilai ekspor Indonesia Januari 2021 mencapai USD15,30 miliar atau naik 12,24% dibanding Januari 2020 (yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/15/320/2362280/bps-catat-ekspor-pertanian-januari-2021-naik-13-91</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/15/320/2362280/bps-catat-ekspor-pertanian-januari-2021-naik-13-91"/><item><title>BPS Catat Ekspor Pertanian Januari 2021 Naik 13,91%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/15/320/2362280/bps-catat-ekspor-pertanian-januari-2021-naik-13-91</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/15/320/2362280/bps-catat-ekspor-pertanian-januari-2021-naik-13-91</guid><pubDate>Senin 15 Februari 2021 13:54 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/15/320/2362280/bps-catat-ekspor-pertanian-januari-2021-naik-13-91-7pClQiBYhk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/15/320/2362280/bps-catat-ekspor-pertanian-januari-2021-naik-13-91-7pClQiBYhk.jpg</image><title>Petani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data perkembangan ekpor-impor Indonesia. Nilai ekspor Indonesia Januari 2021 mencapai USD15,30 miliar atau naik 12,24% dibanding Januari 2020 (yoy).
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menuturkan peningkatan nilai ekspor ini terjadi karena adanya pertumbuhan ekspor migas sebesar 8,30% dan non migas naik lebih tinggi yaitu 12,49%. Menurut sektor, kenaikan ini karena ekspor semua mengalami kenaikan yakni pertambangan dan lainnya sebesar 16,92%, pertanian 13,91%, industri pengolahan 11,72% dan ekspor migas naik 8,3%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Neraca Perdagangan Januari Diramal Surplus USD1,5 Miliar&amp;nbsp;
&quot;Jadi secara year on year nilai ekspor Januari pada 2021 ini mengalami peningkatan 12,24%. Menurut sektor, mengalami kenaikan yang menggembirakan, bahkan sampai dengan dua digit,&amp;rdquo; terangnya Kecut di Jakarta, Senin (15/2/2021).
Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri menjelaskan peningkatan secara spartan ekspor sektor pertanian dan berkontribusi besar terhadap perekonomian makro merupakan capaian yang diraih dari hasil kerja dan program yang bagus. Tidak hanya fokus pada produksi, Kementan di bawah komando Syahrul Yasin Limpo memacu hingga aspek hilir agar terjadi kenaikan ekspor pertanian.
Baca Juga: Game Online Potensial Ekspor, Begini Hitung-hitungan Wamendag
&amp;ldquo;Kementan memiliki program jangka panjang Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks,- red), sebagai upaya percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Program ini untuk mengakomodir semua kepentingan para pelaku pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir. Program ini dirancang untuk menggerakkan roda ekonomi nasional, mulai dari sisi produksi sampai proses pengolahan,&quot; ucapnya.Selain itu, Kementan pun memiliki program yang tujuannya utamanya  menggairahkan komoditas ekspor dan peningkatan kesejahteraan petani  yakni mensinergikan hulu dengan hilir salah satunya melalui pengembangan  korporasi berbasis komoditi tanaman pangan, hortikultura dan komoditas  strategis ekspor lainnya. Di sisi lain, peningkatan ekspor pun terpacu  dengan tersedianya kemudahan pelayanan.
&amp;ldquo;Pencapaian peningkatan ekspor tentunya dari banyaknya perubahan dan  adanya program terobosan yang implementatif dan inovatif sehingga  membangun sektor pertanian yang maju, mandiri dan modern. Artinya  penggunaan teknologi modern menjadi kunci dan adanya kemudahan serta  sinergitas pemerintah dengan pelaku usaha, petani dan perintah terbangun  dengan baik,&amp;rdquo; jelas Kuntoro.
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data perkembangan ekpor-impor Indonesia. Nilai ekspor Indonesia Januari 2021 mencapai USD15,30 miliar atau naik 12,24% dibanding Januari 2020 (yoy).
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menuturkan peningkatan nilai ekspor ini terjadi karena adanya pertumbuhan ekspor migas sebesar 8,30% dan non migas naik lebih tinggi yaitu 12,49%. Menurut sektor, kenaikan ini karena ekspor semua mengalami kenaikan yakni pertambangan dan lainnya sebesar 16,92%, pertanian 13,91%, industri pengolahan 11,72% dan ekspor migas naik 8,3%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Neraca Perdagangan Januari Diramal Surplus USD1,5 Miliar&amp;nbsp;
&quot;Jadi secara year on year nilai ekspor Januari pada 2021 ini mengalami peningkatan 12,24%. Menurut sektor, mengalami kenaikan yang menggembirakan, bahkan sampai dengan dua digit,&amp;rdquo; terangnya Kecut di Jakarta, Senin (15/2/2021).
Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri menjelaskan peningkatan secara spartan ekspor sektor pertanian dan berkontribusi besar terhadap perekonomian makro merupakan capaian yang diraih dari hasil kerja dan program yang bagus. Tidak hanya fokus pada produksi, Kementan di bawah komando Syahrul Yasin Limpo memacu hingga aspek hilir agar terjadi kenaikan ekspor pertanian.
Baca Juga: Game Online Potensial Ekspor, Begini Hitung-hitungan Wamendag
&amp;ldquo;Kementan memiliki program jangka panjang Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks,- red), sebagai upaya percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Program ini untuk mengakomodir semua kepentingan para pelaku pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir. Program ini dirancang untuk menggerakkan roda ekonomi nasional, mulai dari sisi produksi sampai proses pengolahan,&quot; ucapnya.Selain itu, Kementan pun memiliki program yang tujuannya utamanya  menggairahkan komoditas ekspor dan peningkatan kesejahteraan petani  yakni mensinergikan hulu dengan hilir salah satunya melalui pengembangan  korporasi berbasis komoditi tanaman pangan, hortikultura dan komoditas  strategis ekspor lainnya. Di sisi lain, peningkatan ekspor pun terpacu  dengan tersedianya kemudahan pelayanan.
&amp;ldquo;Pencapaian peningkatan ekspor tentunya dari banyaknya perubahan dan  adanya program terobosan yang implementatif dan inovatif sehingga  membangun sektor pertanian yang maju, mandiri dan modern. Artinya  penggunaan teknologi modern menjadi kunci dan adanya kemudahan serta  sinergitas pemerintah dengan pelaku usaha, petani dan perintah terbangun  dengan baik,&amp;rdquo; jelas Kuntoro.
</content:encoded></item></channel></rss>
