<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cari Cuan, GLOB Rambah Bisnis Jual Mesin dan Biji Kopi</title><description>PT Global Teleshop Tbk (GLOB) menambah lini usaha perdagangan ke sektor gaya hidup (lifestyle).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/16/278/2363109/cari-cuan-glob-rambah-bisnis-jual-mesin-dan-biji-kopi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/16/278/2363109/cari-cuan-glob-rambah-bisnis-jual-mesin-dan-biji-kopi"/><item><title>Cari Cuan, GLOB Rambah Bisnis Jual Mesin dan Biji Kopi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/16/278/2363109/cari-cuan-glob-rambah-bisnis-jual-mesin-dan-biji-kopi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/16/278/2363109/cari-cuan-glob-rambah-bisnis-jual-mesin-dan-biji-kopi</guid><pubDate>Selasa 16 Februari 2021 16:43 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/16/278/2363109/cari-cuan-glob-rambah-bisnis-jual-mesin-dan-biji-kopi-sORL7qEKBW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/16/278/2363109/cari-cuan-glob-rambah-bisnis-jual-mesin-dan-biji-kopi-sORL7qEKBW.jpg</image><title>Saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Global Teleshop Tbk (GLOB) menambah lini usaha perdagangan ke sektor gaya hidup (lifestyle)  setelah mengalihkan operasi seluruh toko fisik ke PT Trio Distribusi.

Sekretaris Perusahaan Global Teleshop, Djoko Harijanto dalam siaran  persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, saat ini perseroan juga menjual  mesin kopi dan biji kopi selain perangkat elektronik.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Naik Tak Karuan, BEI Setop Sementara Saham GLOB
Perseroan, lanjutnya, berkeyakinan bisnis tersebut memiliki prospek  yang baik di masa mendatang dan dapat membawa dampak positif terhadap  kinerja keuangan.&amp;ldquo;Ditunjang oleh laba kotor dari bisnis kopi ini yang  relatif lebih tinggi daripada bisnis handphone,&amp;rdquo;ujar Djoko mengutip Neraca.

Terkait dengan produk dagangan baru dan terlihat sangat berbeda dari  produk sebelumnya itu, GLOB menjelaskan tidak melakukan perubahan  Anggaran Dasar. Pasalnya, dalam praktik bisnis perseroan masih dalam  usaha perdagangan. Pada tahun ini, perseroan akan fokus di bisnis gaya  hidup tersebut dan tetap menggenjot penjualan handphone dan aksesorisnya  secara online dengan posisi perseroan sebagai penjual resmi di market  place.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gembok Dibuka, Saham DCII Langsung Liar Naik 25% di Sesi I
Adapun, pada kuartal I/2020 perseroan telah menyerahkan operasional  toko fisik ke PT Trio Distribusi. Setelah alih operasi itu, GLOB  memperoleh pendapatan yang tetap setiap bulan dari Trio Distribusi  walaupun status kepemilikan toko masih di GLOB. Berdasarkan laporan  keuangan per 30 September 2021, GLOB membukukan penurunan pendapatan  sebesar 86,34 persen secara tahunan menjadi Rp26,32 miliar dari  sebelumnya Rp192,74 miliar.

Namun, beban keuangan yang berkurang membuat rugi perseroan turun  menjadi Rp2,05 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu  rugi Rp35,09 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Global Teleshop Tbk (GLOB) menambah lini usaha perdagangan ke sektor gaya hidup (lifestyle)  setelah mengalihkan operasi seluruh toko fisik ke PT Trio Distribusi.

Sekretaris Perusahaan Global Teleshop, Djoko Harijanto dalam siaran  persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, saat ini perseroan juga menjual  mesin kopi dan biji kopi selain perangkat elektronik.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Naik Tak Karuan, BEI Setop Sementara Saham GLOB
Perseroan, lanjutnya, berkeyakinan bisnis tersebut memiliki prospek  yang baik di masa mendatang dan dapat membawa dampak positif terhadap  kinerja keuangan.&amp;ldquo;Ditunjang oleh laba kotor dari bisnis kopi ini yang  relatif lebih tinggi daripada bisnis handphone,&amp;rdquo;ujar Djoko mengutip Neraca.

Terkait dengan produk dagangan baru dan terlihat sangat berbeda dari  produk sebelumnya itu, GLOB menjelaskan tidak melakukan perubahan  Anggaran Dasar. Pasalnya, dalam praktik bisnis perseroan masih dalam  usaha perdagangan. Pada tahun ini, perseroan akan fokus di bisnis gaya  hidup tersebut dan tetap menggenjot penjualan handphone dan aksesorisnya  secara online dengan posisi perseroan sebagai penjual resmi di market  place.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gembok Dibuka, Saham DCII Langsung Liar Naik 25% di Sesi I
Adapun, pada kuartal I/2020 perseroan telah menyerahkan operasional  toko fisik ke PT Trio Distribusi. Setelah alih operasi itu, GLOB  memperoleh pendapatan yang tetap setiap bulan dari Trio Distribusi  walaupun status kepemilikan toko masih di GLOB. Berdasarkan laporan  keuangan per 30 September 2021, GLOB membukukan penurunan pendapatan  sebesar 86,34 persen secara tahunan menjadi Rp26,32 miliar dari  sebelumnya Rp192,74 miliar.

Namun, beban keuangan yang berkurang membuat rugi perseroan turun  menjadi Rp2,05 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu  rugi Rp35,09 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
