<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Daya Saing Holding BUMN Ultra Mikro Bisa Kalahkan Fintech</title><description>Integrasi BUMN untuk UMi diharap bisa menggenjot pengembangan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/16/320/2362828/daya-saing-holding-bumn-ultra-mikro-bisa-kalahkan-fintech</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/16/320/2362828/daya-saing-holding-bumn-ultra-mikro-bisa-kalahkan-fintech"/><item><title>Daya Saing Holding BUMN Ultra Mikro Bisa Kalahkan Fintech</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/16/320/2362828/daya-saing-holding-bumn-ultra-mikro-bisa-kalahkan-fintech</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/16/320/2362828/daya-saing-holding-bumn-ultra-mikro-bisa-kalahkan-fintech</guid><pubDate>Selasa 16 Februari 2021 11:51 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/16/320/2362828/daya-saing-holding-bumn-ultra-mikro-bisa-kalahkan-fintech-etagSTp2dF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kementerian BUMN (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/16/320/2362828/daya-saing-holding-bumn-ultra-mikro-bisa-kalahkan-fintech-etagSTp2dF.jpg</image><title>Kementerian BUMN (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian BUMN berencana mengintegrasikan ekosistem ultra mikro pada tiga BUMN, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Holding BUMN untuk UMi diharap bisa menggenjot pengembangan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
Kemitraan Holding BUMN Ultra Mikro dan UMKM diproyeksi memiliki daya saing lebih tinggi dari perusahaan teknologi finansial (fintech). Bahkan mampu memperluas penerima manfaat hingga ke pelosok Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani: Holding BUMN Ultra Mikro Itu Sinergi Bukan Saling Kanibal
Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai, salah satu anggota holding yakni PT Bank BRI (Persero) memiliki kapabilitas untuk mengurangi berbagai program pengembangan UMKM dan ultra mikro yang selama ini banyak terduplikasi di antara ketiga perusahaan. Kemudian, efisiensi dana dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dan PT Pegadaian (Persero) akan lebih mudah terwujud pasca integrasi ini berlangsung.
Kondisi tersebut diprediksi berdampak pada semakin cepatnya PNM dan Pegadaian dalam menjalankan tugasnya, dan dapat memiliki daya saing lebih tinggi saat berhadapan dengan perusahaan-perusahaan fintech.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wMS80LzEyMzAxNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Strategi digitalisasi bagi PNM dan Pegadaian dapat lebih cepat. Dalam jangka panjang mereka juga bisa menguatkan segmen market masing-masing perusahaan,&quot; ujar Toto Selasa (16/2/2021).
Integrasi BUMN pembiayaan itu juga dinilai untuk pengembangan UMi dan UMKM. Karena kebijakan itu akan membantu pemerintah menaikkan kelas pelaku usaha ultra mikro dan UMKM.
&quot;Masih ada puluhan juta pelaku UMKM yang belum terlayani akses financing-nya. Kalau sinergi tiga BUMN ini bisa dijalankan, tentu harapannya jumlah bisnis ultra mikro yang naik kelas bisa bertambah signifikan,&quot; kata dia.Saat ini, akses permodalan menjadi salah satu kendala yang dihadapi  sebagian besar pelaku UMKM. Khususnya pelaku Ultra Mikro yang  mendominasi, tercatat lebih dari 98% dari total pelaku Ultra Mikro di  Indonesia.
Sebanyak 65% dari sekitar 54 juta pelaku usaha atau pekerja segmen  Ultra Mikro masih belum terlayani oleh lembaga keuangan formal, dan  sangat bergantung dengan lembaga nonformal yang mempunyai struktur  pembiayaan yang sangat tidak menguntungkan bagi mereka.
Dalam paparannya saat Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR belum lama  ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut integrasi BUMN ini akan  memperkuat bisnis masing-masing perusahaan, terlebih karena kekuatan  eksisting BRI sebagai bank dengan jaringan luas dan kemampuan besar  dalam mengumpulkan dana murah. Eksistensi PNM dan Pegadaian tetap  terjaga pasca integrasi terwujud nanti. Bisnis kedua perusahaan ini juga  dijamin tak akan hilang.
Menurut Sri Mulyani, integrasi BUMN untuk UMi dan UMKM nanti akan  menerapkan model co-existence. Sinergi dan simbiosis mutualisme antar  ketiga perusahaan akan dikawal dengan pembentukan Key Performance  Indicators (KPI) yang ketat.
&amp;ldquo;Jadi itu sinergi atau mutualisme tidak kemudian saling mengambil  alih. Bentuk ko-eksistensi ini akan kami wujudkan dalam bentuk KPI, di  mana tadi ada dari sisi manajemen maupun dari Kementerian BUMN  menjanjikan bahwa model kerja mereka justru akan semakin diperkuat,&amp;rdquo;  tuturnya.
Adanya integrasi ini diyakini membawa berbagai manfaat, salah satunya  peningkatan literasi keuangan nasional, yakni jumlah pelaku UMi yang  tidak terlayani lembaga keuangan formal menurun dari sekitar 68% pada  2018 menjadi 42% pada 2024.
Kemenkeu memproyeksikan integrasi BUMN untuk UMi dan UMKM ini akan  mempercepat tercapainya target Rencana Pembangunan Jangka Menengah  Nasional (RPJMN), yakni meningkatkan rasio kredit UMKM terhadap total  kredit perbankan, dari 19,75% pada 2020 menjadi 22% pada 2024.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XI DPR Fathan Subchi. D menyampaikan  proses pembentukan holding akan cepat dan selesai pada pertengahan  tahun. &quot;Juni atau Juli itu sudah selesai. Prosesnya cepat. Karena merger  syariah sebelumnya juga dilakukan dalam kurun 2 sampai 3 bulan,&quot;  katanya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian BUMN berencana mengintegrasikan ekosistem ultra mikro pada tiga BUMN, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Holding BUMN untuk UMi diharap bisa menggenjot pengembangan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
Kemitraan Holding BUMN Ultra Mikro dan UMKM diproyeksi memiliki daya saing lebih tinggi dari perusahaan teknologi finansial (fintech). Bahkan mampu memperluas penerima manfaat hingga ke pelosok Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani: Holding BUMN Ultra Mikro Itu Sinergi Bukan Saling Kanibal
Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai, salah satu anggota holding yakni PT Bank BRI (Persero) memiliki kapabilitas untuk mengurangi berbagai program pengembangan UMKM dan ultra mikro yang selama ini banyak terduplikasi di antara ketiga perusahaan. Kemudian, efisiensi dana dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dan PT Pegadaian (Persero) akan lebih mudah terwujud pasca integrasi ini berlangsung.
Kondisi tersebut diprediksi berdampak pada semakin cepatnya PNM dan Pegadaian dalam menjalankan tugasnya, dan dapat memiliki daya saing lebih tinggi saat berhadapan dengan perusahaan-perusahaan fintech.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wMS80LzEyMzAxNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Strategi digitalisasi bagi PNM dan Pegadaian dapat lebih cepat. Dalam jangka panjang mereka juga bisa menguatkan segmen market masing-masing perusahaan,&quot; ujar Toto Selasa (16/2/2021).
Integrasi BUMN pembiayaan itu juga dinilai untuk pengembangan UMi dan UMKM. Karena kebijakan itu akan membantu pemerintah menaikkan kelas pelaku usaha ultra mikro dan UMKM.
&quot;Masih ada puluhan juta pelaku UMKM yang belum terlayani akses financing-nya. Kalau sinergi tiga BUMN ini bisa dijalankan, tentu harapannya jumlah bisnis ultra mikro yang naik kelas bisa bertambah signifikan,&quot; kata dia.Saat ini, akses permodalan menjadi salah satu kendala yang dihadapi  sebagian besar pelaku UMKM. Khususnya pelaku Ultra Mikro yang  mendominasi, tercatat lebih dari 98% dari total pelaku Ultra Mikro di  Indonesia.
Sebanyak 65% dari sekitar 54 juta pelaku usaha atau pekerja segmen  Ultra Mikro masih belum terlayani oleh lembaga keuangan formal, dan  sangat bergantung dengan lembaga nonformal yang mempunyai struktur  pembiayaan yang sangat tidak menguntungkan bagi mereka.
Dalam paparannya saat Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR belum lama  ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut integrasi BUMN ini akan  memperkuat bisnis masing-masing perusahaan, terlebih karena kekuatan  eksisting BRI sebagai bank dengan jaringan luas dan kemampuan besar  dalam mengumpulkan dana murah. Eksistensi PNM dan Pegadaian tetap  terjaga pasca integrasi terwujud nanti. Bisnis kedua perusahaan ini juga  dijamin tak akan hilang.
Menurut Sri Mulyani, integrasi BUMN untuk UMi dan UMKM nanti akan  menerapkan model co-existence. Sinergi dan simbiosis mutualisme antar  ketiga perusahaan akan dikawal dengan pembentukan Key Performance  Indicators (KPI) yang ketat.
&amp;ldquo;Jadi itu sinergi atau mutualisme tidak kemudian saling mengambil  alih. Bentuk ko-eksistensi ini akan kami wujudkan dalam bentuk KPI, di  mana tadi ada dari sisi manajemen maupun dari Kementerian BUMN  menjanjikan bahwa model kerja mereka justru akan semakin diperkuat,&amp;rdquo;  tuturnya.
Adanya integrasi ini diyakini membawa berbagai manfaat, salah satunya  peningkatan literasi keuangan nasional, yakni jumlah pelaku UMi yang  tidak terlayani lembaga keuangan formal menurun dari sekitar 68% pada  2018 menjadi 42% pada 2024.
Kemenkeu memproyeksikan integrasi BUMN untuk UMi dan UMKM ini akan  mempercepat tercapainya target Rencana Pembangunan Jangka Menengah  Nasional (RPJMN), yakni meningkatkan rasio kredit UMKM terhadap total  kredit perbankan, dari 19,75% pada 2020 menjadi 22% pada 2024.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XI DPR Fathan Subchi. D menyampaikan  proses pembentukan holding akan cepat dan selesai pada pertengahan  tahun. &quot;Juni atau Juli itu sudah selesai. Prosesnya cepat. Karena merger  syariah sebelumnya juga dilakukan dalam kurun 2 sampai 3 bulan,&quot;  katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
