<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Profil Lengkap Dewan Pengawas dan Direksi LPI</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan jajaran Direksi Lembaga Pengelola Investasi (LPI).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/16/320/2362830/profil-lengkap-dewan-pengawas-dan-direksi-lpi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/16/320/2362830/profil-lengkap-dewan-pengawas-dan-direksi-lpi"/><item><title>Profil Lengkap Dewan Pengawas dan Direksi LPI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/16/320/2362830/profil-lengkap-dewan-pengawas-dan-direksi-lpi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/16/320/2362830/profil-lengkap-dewan-pengawas-dan-direksi-lpi</guid><pubDate>Selasa 16 Februari 2021 11:53 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/16/320/2362830/profil-lengkap-dewan-pengawas-dan-direksi-lpi-blTBYQJOea.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tenaga Kerja (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/16/320/2362830/profil-lengkap-dewan-pengawas-dan-direksi-lpi-blTBYQJOea.jpg</image><title>Tenaga Kerja (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan jajaran Direksi Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA).

Jokowi yakin dengan nama-nama hebat tersebut dapat membuat LPI mendapatkan kepercayaan investasi nasional maupun internasional.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi Ungkap Latar Belakang Direksi LPI, Ada Bankir hingga Pernah Kerja di Pertamina
Dengan pondasi hukum dan dukungan politik yang kuat serta Dewan Pengawas dan jajaran Direksi yang hebat dan jejaring internasional yang kuat saya meyakini INA akan memperoleh kepercayaan nasional dan internasional. Dan mampu membuat INA sebagai Sovereign Wealth Fund Kelas Dunia,&amp;rdquo; katanya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (16/2/2021).


Berikut ini profil  lengkap Dewan Pengawas dan Dewan Direksi LPI yang dikumpulkan MNC Portal Indonesia :
 
&amp;nbsp;Baca juga; Dirut Bank Permata Jadi CEO LPI, Saham BNLI Langsung Melonjak 11,45%
Dewan Pengawas

 
1. Sri Mulyani Indrawati (Ex-Officio)
Sri Mulyani Indrawati adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010. Sebelumnya, dia menjabat Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu. Begitu, dia berkantor di Kantor Bank Dunia, dia praktis meninggalkan jabatannya sebagai menteri keuangan.

Sebelum menjabat Menteri Keuangan, dia menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu. Wanita yang akrab dengan panggilan Mbak Ani tersebut merupakan ekonom yang sering tampil di panggung-panggung seminar atau dikutip di berbagai media massa. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI) ini juga sempat aktif menjadi penasehat pemerintah bersama sejumlah ekonom terkemuka lain dalam wadah Dewan Ekonomi Nasional (DEN) pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid. Seperti halnya di Indonesia, di Amerika ia juga sering mengikuti seminar, tetapi lebih banyak masalah internasional daripada di Indonesia

Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Baca juga: Ridha Wirakusumah Jadi CEO LPI, Jokowi Ingin SWF Indonesia Kelas Dunia

Pada 20 Mei 2010, Sri Mulyani mengundurkan diri sebagai Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu karena ditunjuk sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Ia adalah wanita dan orang asia pertama yang berhasil menduduki posisi tersebut. Enam tahun kemudian, Presiden Jokowi memintanya untuk menjadi Menteri Keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro. Sri Mulyani pun menerima amanah tersebut untuk periode 2016-2019.

 
2. Erick Thohir (Ex-Ofiicio)

Namanya Erick Thor mulai melambung saat ia membeli klub Inter Milan yang berbasis di Italia walau beberapa tahun kemudian ia menjual kembali Inter Milan dengan keuntungan yang besar.

Erick Thohir diketahui merupakan seorang pengusaha sukses. Ia merupakan pendiri dari perusahaan Mahaka Grup yang banyak bergerak dibidang media dan entertainment.


Salah satu tokoh pengusaha nasional, Erick Thohir, dipercaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Kabinet Indonesia Maju.

Erick dilantik sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (Menteri BUMN) dalam perkenalan yang dilakukan di Istana Kepresidenan Rabu (23/10/2019).3. Haryanto Sahari (Profesional)

Haryanto yang merupakan warga Negara Indonesia, lahir di Lahat,  berdomisili di Jakarta (umur 61). Ditunjuk sebagai anggota dari Komite  Audit Unilever Indonesia pada tanggal 1 Oktober 2016. Bergabung dengan  PriceWaterhouseCoopers (PwC Indonesia) pada tahun 1985 dan sedang  menjabat sebagai Partner di PwC Indonesia. Pengalaman sebelumnya  mencakup Country Senior Partner Indonesia (1996-2006), Partner  (1990-1996), Manajer (1987-1990), dan Asisten Manajer (1986-1987) di PwC  Indonesia.

Dalam perannya sebagai Country Senior Partner, memimpin pemberian  jasa perusahaan ke perusahaan-perusahaan berkembang lokal dan  multinasional. Memiliki sertifikasi sebagai Certified Public Accountant,  terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk pasar modal, perbankan,  perbankan sharia dan memiliki pengalaman yang luas di beberapa  engagement audit dengan Kementerian Keuangan, perbankan, dan badan usaha  milik negara dan perusahaan-perusahaan sektor swasta.

Lulus dari Universitas Indonesia dengan gelar Sarjana Ekonomi,  jurusan Akuntansi (1982), dan memiliki afiliasi dengan Ikatan Akuntansi  Indonesia dan Ikatan Akuntansi Publik Indonesia.

4. Yozua Makes (Profesional)

Pendiri  sekaligus pemilik Plataran Group ini tak hanya berbisnis resor, hotel,  dan restoran kelas dunia, tapi juga memiliki firma hukum yang punya  reputasi ciamik, yakni Makes &amp;amp; Partner Law Firm. Perusahaan firma  hukum ini pernah menjadi konsultan hukum dalam pencatatan PT  Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk di Bursa Nasdaq, Amerika Serikat  (AS) pada 1995 silam.

Tak cukup sampai di situ, Yozua juga memiliki pekerjaan lain yang menjadi hobinya yaitu mengajar.

5. Darwin Cyril Noerhadi (Profesional)

Darwin Cyril Noerhadi tercatat sebagai Ketua dewan investasi perusahaan investasi Creador Capital Group.

Perusahaan investasi ini memiliki portofolio bisnis yang membentang di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Cyril telah bergabung dalam firma investasi ini sejak 2011.  Sebelumnya dia menjalankan karir sebagai CFO pada perusahaan minyak yang  didirikan Arifin Panigoro, PT Medco Energi International. Ini seiring  dengan pendidikannya sebagai sarjana Geologi ITB.

Alumnus doktoral manajemen strategis di Universitas Indonesia ini  juga tercatat sebagai Corporate Finance Partner di kantor  PricewaterhouseCoopers Jakarta.

Peraih MBA bidang Keuangan dan Ekonomi dari University of Houston ini  juga pernah tercatat sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia.

Darwin Cyril juga tercatat sebagai komisaris PT Austindo Nusantara  Jaya (ANJT), Presiden Komisaris pada jaringan PT Medikaloka Hermina  pengelola rumah sakit Hermina, ia juga pernah menjadi Komisaris Utama  Mandiri Sekuritas.Dewan Direksi

 
1. Ridha Wirakusumah (CEO/Direktur Utama)

Merujuk Laporan tahunan Bank Permata (BNLI), Ridha pernah berkarier   di Citibank sebagai Vice President Corporate Banking Group Head di   Citibank Jakarta pada tahun 1987-1993.

Ia juga tercatat pernah menjadi Head of Corporate Finance di Bankers   Trust Jakarta (1993-1995).   Pasca di Bankers Trust,  Ridha melanjutkan   kariernya sebagai President and CEO Asia Pacific di General Electric   Consumer Group Company sepanjang 1995-2006

Lalu pada tahun 2006-2008, Ridha menjadi CEO AIG Consumer Finance, Hong Kong

Dua tahun di AIG, Ridha lantas berhabung bergabung dengan Khasanah   Malaysia yang kemudian membeli PT Bank Internasional Indonesia Tbk.   (BNII) dari Temasek Singapura.

Dua tahun kemudian, Ridha bergabung menjadi Direktur Utama Kohlberg   Kravis Roberts (KKR) Hongkong dalam kurun waktui 2011-2014.    KKR   adalah perusahaan investasi. Di Indonesia, KKR memiliki tercatat   memiliki saham di di PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA), pabrik Sari   Roti yakni PT Nippon Indosari Corpindo Tbk., (ROTI) serta menyuntik   modal PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Go-Jek) serta menjadi pembeli   margarin Blueband dari Unilever (UNVR).

2014-2016, Ridha menjadi managing partner ke perusahaan investasi lainnya yakni DNB Consulting and Investments Hong.

Di perusahaan ini, Ridha juga menjadi perwakilan perusahaan di PT   Austindo Nusantara Jaya Tbk (2014-2016), anggota Dewan Komisaris   Postcard and Tag Hong Kong (2015-2016), dan anggota Dewan Komisaris PT   Bayan Resources Tbk (2016).

Lepas dari DNB, pemilik gelar Bachelor of Science (1985) dan Master   of Business Administration (1987) Ohio University ini kemudian berlabuh   ke Bank Permata (BNLI) dan memimpin aksi penjualan perusahaan

 
2. Arief Budiman (Deputy CEO/Wakil Direktur Utama)

Sosok  Arief Budiman memang sudah lekat dengan sektor keuangan. Ia  pernah  menjabat sebagai direktur keuangan PT Pertamina (Persero) pada  periode  2014-2018.

Pria kelahiran 1974 silam ini, juga pernah menjabat sebagai komisaris PT Pertamina EP Cepu sejak 20 Maret 2015.

Pada 2018, ia dipercaya memimpin PT Danareksa (Persero) sebagai direktur utama menggantikan posisi Heru D. Adhiningrat.

Penunjukan Arief Budiman sebagai pucuk pimpinan Danareksa tertuang   dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-241/MBU/09/2018 tentang   Pemberhentian dan Pengangkatan Direktur Utama PT Danareksa tertanggal 13   September 2018.

Saat itu, Arief Budiman mendapatkan amanah untuk merealisasikan   holding BUMN sektor keuangan. Namun, selang dua tahun kemudian Arief   Budiman dilengserkan dari posisinya.

Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Arisudono Soerono untuk   menggantikan posisinya. Perombakan itu tertuang dalam Keputusan Menteri   BUMN Nomor: SK - 324/MBU/10/2020 tentang Pemberhentian, Perubahan   Nomenklatur Jabatan, dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Komisaris PT   Danareksa (Persero).3. Stefanus Ade Hadiwidjaja (Direktur Investasi)
Stefanus merupakan Managing Director di Creador Indonesia.    Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Project Leader di Boston Consulting    Group, Financial and Management Consultant di Arghajata Consulting  dan   Skha Consulting, serta sebagai Territory Manager di IBM.

Ia memperoleh gelar MBA dari Wharton School di University of    Pennsylvania dan Bachelor of Enginering bidang Teknik Industri dari    Universitas Pelita Harapan.

 
4. Marita Alisjahbana (Direktur Risiko)
Marita menjabat sebagai Country and Corporate Risk Manager untuk    Citibank Indonesia selama 15 tahun terakhir. Pengalamannya di bidang    manajemen risiko mencakup berbagai negara, sektor, dan remedial risk.

Ia merupakan Country Risk Manager di Indonesia, Thailand, Vietnam,    dan Filipina. Marita sebagai WNI pertama yang memegang posisi tersebut    sepanjang sejarah Citibank.

 
5. Eddy Porwanto (Direktur Keuangan)

Eddy meraih gelar Bachelor of Science in Business jurusan Accounting    &amp;amp;amp; Finance dari Lewis &amp;amp;amp; Clark College, Amerika Serikat,    kemudian beliau meraih gelar Master of Business Administration dari    University of Illinois di Urbana-Champaign, Amerika Serikat.

Mengawali kariernya pada tahun 1993 di British American Tobacco    Indonesia, ia kemudian melanjutkan kariernya di Reckitt Benckiser    Indonesia sebagai Finance Director pada 1998-2003, General Motors    Indonesia sebagai Chief Financial Officer 2003-2007.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan jajaran Direksi Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA).

Jokowi yakin dengan nama-nama hebat tersebut dapat membuat LPI mendapatkan kepercayaan investasi nasional maupun internasional.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi Ungkap Latar Belakang Direksi LPI, Ada Bankir hingga Pernah Kerja di Pertamina
Dengan pondasi hukum dan dukungan politik yang kuat serta Dewan Pengawas dan jajaran Direksi yang hebat dan jejaring internasional yang kuat saya meyakini INA akan memperoleh kepercayaan nasional dan internasional. Dan mampu membuat INA sebagai Sovereign Wealth Fund Kelas Dunia,&amp;rdquo; katanya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (16/2/2021).


Berikut ini profil  lengkap Dewan Pengawas dan Dewan Direksi LPI yang dikumpulkan MNC Portal Indonesia :
 
&amp;nbsp;Baca juga; Dirut Bank Permata Jadi CEO LPI, Saham BNLI Langsung Melonjak 11,45%
Dewan Pengawas

 
1. Sri Mulyani Indrawati (Ex-Officio)
Sri Mulyani Indrawati adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010. Sebelumnya, dia menjabat Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu. Begitu, dia berkantor di Kantor Bank Dunia, dia praktis meninggalkan jabatannya sebagai menteri keuangan.

Sebelum menjabat Menteri Keuangan, dia menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu. Wanita yang akrab dengan panggilan Mbak Ani tersebut merupakan ekonom yang sering tampil di panggung-panggung seminar atau dikutip di berbagai media massa. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI) ini juga sempat aktif menjadi penasehat pemerintah bersama sejumlah ekonom terkemuka lain dalam wadah Dewan Ekonomi Nasional (DEN) pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid. Seperti halnya di Indonesia, di Amerika ia juga sering mengikuti seminar, tetapi lebih banyak masalah internasional daripada di Indonesia

Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Baca juga: Ridha Wirakusumah Jadi CEO LPI, Jokowi Ingin SWF Indonesia Kelas Dunia

Pada 20 Mei 2010, Sri Mulyani mengundurkan diri sebagai Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu karena ditunjuk sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Ia adalah wanita dan orang asia pertama yang berhasil menduduki posisi tersebut. Enam tahun kemudian, Presiden Jokowi memintanya untuk menjadi Menteri Keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro. Sri Mulyani pun menerima amanah tersebut untuk periode 2016-2019.

 
2. Erick Thohir (Ex-Ofiicio)

Namanya Erick Thor mulai melambung saat ia membeli klub Inter Milan yang berbasis di Italia walau beberapa tahun kemudian ia menjual kembali Inter Milan dengan keuntungan yang besar.

Erick Thohir diketahui merupakan seorang pengusaha sukses. Ia merupakan pendiri dari perusahaan Mahaka Grup yang banyak bergerak dibidang media dan entertainment.


Salah satu tokoh pengusaha nasional, Erick Thohir, dipercaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Kabinet Indonesia Maju.

Erick dilantik sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (Menteri BUMN) dalam perkenalan yang dilakukan di Istana Kepresidenan Rabu (23/10/2019).3. Haryanto Sahari (Profesional)

Haryanto yang merupakan warga Negara Indonesia, lahir di Lahat,  berdomisili di Jakarta (umur 61). Ditunjuk sebagai anggota dari Komite  Audit Unilever Indonesia pada tanggal 1 Oktober 2016. Bergabung dengan  PriceWaterhouseCoopers (PwC Indonesia) pada tahun 1985 dan sedang  menjabat sebagai Partner di PwC Indonesia. Pengalaman sebelumnya  mencakup Country Senior Partner Indonesia (1996-2006), Partner  (1990-1996), Manajer (1987-1990), dan Asisten Manajer (1986-1987) di PwC  Indonesia.

Dalam perannya sebagai Country Senior Partner, memimpin pemberian  jasa perusahaan ke perusahaan-perusahaan berkembang lokal dan  multinasional. Memiliki sertifikasi sebagai Certified Public Accountant,  terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk pasar modal, perbankan,  perbankan sharia dan memiliki pengalaman yang luas di beberapa  engagement audit dengan Kementerian Keuangan, perbankan, dan badan usaha  milik negara dan perusahaan-perusahaan sektor swasta.

Lulus dari Universitas Indonesia dengan gelar Sarjana Ekonomi,  jurusan Akuntansi (1982), dan memiliki afiliasi dengan Ikatan Akuntansi  Indonesia dan Ikatan Akuntansi Publik Indonesia.

4. Yozua Makes (Profesional)

Pendiri  sekaligus pemilik Plataran Group ini tak hanya berbisnis resor, hotel,  dan restoran kelas dunia, tapi juga memiliki firma hukum yang punya  reputasi ciamik, yakni Makes &amp;amp; Partner Law Firm. Perusahaan firma  hukum ini pernah menjadi konsultan hukum dalam pencatatan PT  Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk di Bursa Nasdaq, Amerika Serikat  (AS) pada 1995 silam.

Tak cukup sampai di situ, Yozua juga memiliki pekerjaan lain yang menjadi hobinya yaitu mengajar.

5. Darwin Cyril Noerhadi (Profesional)

Darwin Cyril Noerhadi tercatat sebagai Ketua dewan investasi perusahaan investasi Creador Capital Group.

Perusahaan investasi ini memiliki portofolio bisnis yang membentang di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Cyril telah bergabung dalam firma investasi ini sejak 2011.  Sebelumnya dia menjalankan karir sebagai CFO pada perusahaan minyak yang  didirikan Arifin Panigoro, PT Medco Energi International. Ini seiring  dengan pendidikannya sebagai sarjana Geologi ITB.

Alumnus doktoral manajemen strategis di Universitas Indonesia ini  juga tercatat sebagai Corporate Finance Partner di kantor  PricewaterhouseCoopers Jakarta.

Peraih MBA bidang Keuangan dan Ekonomi dari University of Houston ini  juga pernah tercatat sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia.

Darwin Cyril juga tercatat sebagai komisaris PT Austindo Nusantara  Jaya (ANJT), Presiden Komisaris pada jaringan PT Medikaloka Hermina  pengelola rumah sakit Hermina, ia juga pernah menjadi Komisaris Utama  Mandiri Sekuritas.Dewan Direksi

 
1. Ridha Wirakusumah (CEO/Direktur Utama)

Merujuk Laporan tahunan Bank Permata (BNLI), Ridha pernah berkarier   di Citibank sebagai Vice President Corporate Banking Group Head di   Citibank Jakarta pada tahun 1987-1993.

Ia juga tercatat pernah menjadi Head of Corporate Finance di Bankers   Trust Jakarta (1993-1995).   Pasca di Bankers Trust,  Ridha melanjutkan   kariernya sebagai President and CEO Asia Pacific di General Electric   Consumer Group Company sepanjang 1995-2006

Lalu pada tahun 2006-2008, Ridha menjadi CEO AIG Consumer Finance, Hong Kong

Dua tahun di AIG, Ridha lantas berhabung bergabung dengan Khasanah   Malaysia yang kemudian membeli PT Bank Internasional Indonesia Tbk.   (BNII) dari Temasek Singapura.

Dua tahun kemudian, Ridha bergabung menjadi Direktur Utama Kohlberg   Kravis Roberts (KKR) Hongkong dalam kurun waktui 2011-2014.    KKR   adalah perusahaan investasi. Di Indonesia, KKR memiliki tercatat   memiliki saham di di PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA), pabrik Sari   Roti yakni PT Nippon Indosari Corpindo Tbk., (ROTI) serta menyuntik   modal PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Go-Jek) serta menjadi pembeli   margarin Blueband dari Unilever (UNVR).

2014-2016, Ridha menjadi managing partner ke perusahaan investasi lainnya yakni DNB Consulting and Investments Hong.

Di perusahaan ini, Ridha juga menjadi perwakilan perusahaan di PT   Austindo Nusantara Jaya Tbk (2014-2016), anggota Dewan Komisaris   Postcard and Tag Hong Kong (2015-2016), dan anggota Dewan Komisaris PT   Bayan Resources Tbk (2016).

Lepas dari DNB, pemilik gelar Bachelor of Science (1985) dan Master   of Business Administration (1987) Ohio University ini kemudian berlabuh   ke Bank Permata (BNLI) dan memimpin aksi penjualan perusahaan

 
2. Arief Budiman (Deputy CEO/Wakil Direktur Utama)

Sosok  Arief Budiman memang sudah lekat dengan sektor keuangan. Ia  pernah  menjabat sebagai direktur keuangan PT Pertamina (Persero) pada  periode  2014-2018.

Pria kelahiran 1974 silam ini, juga pernah menjabat sebagai komisaris PT Pertamina EP Cepu sejak 20 Maret 2015.

Pada 2018, ia dipercaya memimpin PT Danareksa (Persero) sebagai direktur utama menggantikan posisi Heru D. Adhiningrat.

Penunjukan Arief Budiman sebagai pucuk pimpinan Danareksa tertuang   dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-241/MBU/09/2018 tentang   Pemberhentian dan Pengangkatan Direktur Utama PT Danareksa tertanggal 13   September 2018.

Saat itu, Arief Budiman mendapatkan amanah untuk merealisasikan   holding BUMN sektor keuangan. Namun, selang dua tahun kemudian Arief   Budiman dilengserkan dari posisinya.

Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Arisudono Soerono untuk   menggantikan posisinya. Perombakan itu tertuang dalam Keputusan Menteri   BUMN Nomor: SK - 324/MBU/10/2020 tentang Pemberhentian, Perubahan   Nomenklatur Jabatan, dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Komisaris PT   Danareksa (Persero).3. Stefanus Ade Hadiwidjaja (Direktur Investasi)
Stefanus merupakan Managing Director di Creador Indonesia.    Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Project Leader di Boston Consulting    Group, Financial and Management Consultant di Arghajata Consulting  dan   Skha Consulting, serta sebagai Territory Manager di IBM.

Ia memperoleh gelar MBA dari Wharton School di University of    Pennsylvania dan Bachelor of Enginering bidang Teknik Industri dari    Universitas Pelita Harapan.

 
4. Marita Alisjahbana (Direktur Risiko)
Marita menjabat sebagai Country and Corporate Risk Manager untuk    Citibank Indonesia selama 15 tahun terakhir. Pengalamannya di bidang    manajemen risiko mencakup berbagai negara, sektor, dan remedial risk.

Ia merupakan Country Risk Manager di Indonesia, Thailand, Vietnam,    dan Filipina. Marita sebagai WNI pertama yang memegang posisi tersebut    sepanjang sejarah Citibank.

 
5. Eddy Porwanto (Direktur Keuangan)

Eddy meraih gelar Bachelor of Science in Business jurusan Accounting    &amp;amp;amp; Finance dari Lewis &amp;amp;amp; Clark College, Amerika Serikat,    kemudian beliau meraih gelar Master of Business Administration dari    University of Illinois di Urbana-Champaign, Amerika Serikat.

Mengawali kariernya pada tahun 1993 di British American Tobacco    Indonesia, ia kemudian melanjutkan kariernya di Reckitt Benckiser    Indonesia sebagai Finance Director pada 1998-2003, General Motors    Indonesia sebagai Chief Financial Officer 2003-2007.</content:encoded></item></channel></rss>
