<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Tesla Pilih Investasi Sistem Penyimpanan Dibanding Baterai Mobil Listrik</title><description>Produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat yakni Tesla berencana untuk berinvestasi di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/16/320/2362889/alasan-tesla-pilih-investasi-sistem-penyimpanan-dibanding-baterai-mobil-listrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/16/320/2362889/alasan-tesla-pilih-investasi-sistem-penyimpanan-dibanding-baterai-mobil-listrik"/><item><title>Alasan Tesla Pilih Investasi Sistem Penyimpanan Dibanding Baterai Mobil Listrik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/16/320/2362889/alasan-tesla-pilih-investasi-sistem-penyimpanan-dibanding-baterai-mobil-listrik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/16/320/2362889/alasan-tesla-pilih-investasi-sistem-penyimpanan-dibanding-baterai-mobil-listrik</guid><pubDate>Selasa 16 Februari 2021 13:12 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/16/320/2362889/alasan-tesla-pilih-investasi-sistem-penyimpanan-dibanding-baterai-mobil-listrik-9YLXzU0rkd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tesla (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/16/320/2362889/alasan-tesla-pilih-investasi-sistem-penyimpanan-dibanding-baterai-mobil-listrik-9YLXzU0rkd.jpg</image><title>Tesla (Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat yakni Tesla berencana untuk berinvestasi di Indonesia. Namun, Tesla hanya ingin berinvestasi pada sistem penyimpanan energi atau Energy Storage System (ESS) dahulu dibandingkan baterai untuk kendaraan listrik .

Ketua Tim Percepatan Proyek EV Battery Nasional Agus Tjahajana Wirakusumah menilai bahwa Tesla ingin mengenali terlebih dahulu iklim atau kondisi investasi di tanah air. Sebab, Indonesia merupakan negara tujuan baru investasi bagi Tesla.
 
Baca juga: Selain Tesla, RI Dekati 2 Investor Garap Proyek Baterai Mobil Listrik
&quot;Dia datang ke Indonesia ini sebagai investor baru, tentu dia ingin taste in the water,&quot; katanya dalam Market Review IDX Channel, Selasa (16/2/2021)

Menurutnya, saat ini Tesla sedang mempelajari kondisi yang ada di Indonesia. Baik itu mulai dari masalah lingkungan sampai dengan tenaga kerja.
 
Baca juga: Jadi Orang Terkaya Dunia, Elon Musk Hanya Tidur 6 Jam Sehari
&quot;Dia (Tesla) ingin melihat Indonesia ini ramah gak terhadap lingkungan. terus bagaimana mana masalah perburuhan dan lainnya. kalo dia senang maka 6 bulan bisa memutuskan.&quot; ungkapnya.
Selain itu, Ia menjelaskan, untuk berinvestasi baterai ke kendaraan  listrik  memerlukan investasi yang sangat besar. Sementara demand  kendaraan listrik di Indonesia juga masih kecil.

&quot;Tesla punya dua pengalaman, pertama kendaraan listrik dan energi  storage. mungkin energi storage tidak terlalu besar investasinya. Dalam  hal ini yang penting dia (Tesla) senang bahwa investasi di Indonesia itu  menarik.&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat yakni Tesla berencana untuk berinvestasi di Indonesia. Namun, Tesla hanya ingin berinvestasi pada sistem penyimpanan energi atau Energy Storage System (ESS) dahulu dibandingkan baterai untuk kendaraan listrik .

Ketua Tim Percepatan Proyek EV Battery Nasional Agus Tjahajana Wirakusumah menilai bahwa Tesla ingin mengenali terlebih dahulu iklim atau kondisi investasi di tanah air. Sebab, Indonesia merupakan negara tujuan baru investasi bagi Tesla.
 
Baca juga: Selain Tesla, RI Dekati 2 Investor Garap Proyek Baterai Mobil Listrik
&quot;Dia datang ke Indonesia ini sebagai investor baru, tentu dia ingin taste in the water,&quot; katanya dalam Market Review IDX Channel, Selasa (16/2/2021)

Menurutnya, saat ini Tesla sedang mempelajari kondisi yang ada di Indonesia. Baik itu mulai dari masalah lingkungan sampai dengan tenaga kerja.
 
Baca juga: Jadi Orang Terkaya Dunia, Elon Musk Hanya Tidur 6 Jam Sehari
&quot;Dia (Tesla) ingin melihat Indonesia ini ramah gak terhadap lingkungan. terus bagaimana mana masalah perburuhan dan lainnya. kalo dia senang maka 6 bulan bisa memutuskan.&quot; ungkapnya.
Selain itu, Ia menjelaskan, untuk berinvestasi baterai ke kendaraan  listrik  memerlukan investasi yang sangat besar. Sementara demand  kendaraan listrik di Indonesia juga masih kecil.

&quot;Tesla punya dua pengalaman, pertama kendaraan listrik dan energi  storage. mungkin energi storage tidak terlalu besar investasinya. Dalam  hal ini yang penting dia (Tesla) senang bahwa investasi di Indonesia itu  menarik.&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
