<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>XL Axiata Buka Peluang Merger</title><description>PT XL Axiata Tbk (EXCL) membuka peluang merger dengan operator seluler.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/278/2363501/xl-axiata-buka-peluang-merger</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/278/2363501/xl-axiata-buka-peluang-merger"/><item><title>XL Axiata Buka Peluang Merger</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/278/2363501/xl-axiata-buka-peluang-merger</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/278/2363501/xl-axiata-buka-peluang-merger</guid><pubDate>Rabu 17 Februari 2021 11:58 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/17/278/2363501/xl-axiata-buka-peluang-merger-f1p70ZtHyk.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kerjasama (Foto: Okezone.com/Shuttertock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/17/278/2363501/xl-axiata-buka-peluang-merger-f1p70ZtHyk.jpeg</image><title>Kerjasama (Foto: Okezone.com/Shuttertock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT XL Axiata Tbk (EXCL) membuka peluang merger dengan operator seluler. Setelah santer kabar PT Indosat Ooredoo bakal merger dengan Hutchison 3 Indonesia (Tri), membuat manejeman PT XL Axiata Tbk (EXCL) angkat bicara dan menyambut baik konsolidasi antar perusahaan telekomunikasi.
Presiden Direktur &amp;amp; CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan bahwa saat ini jumlah pemain operator seluler yang beroperasi dinilai terlalu banyak. Hal itu yang menimbulkan persaingan yang menjurus perang harga.
Baca Juga: Ini Cara Mudah Berbagi Pulsa XL ke Sesama Pengguna
 
&quot;Konsolidasi itu baik untuk industri karena industri telco Indonesia saat ini masih terdapat kelebihan jumlah pemain yang membuat persaingan luar biasa, kadang-kadang mendekati brutal,&quot; ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Rabu (17/2/2021).
Dengan terjadinya operator seluler merger satu sama lain, menurutnya akan berdampak positif bagi industri. Dirinya berpendapat kalau ada operator seluler lain sedang berupaya merger, perusahaannya mendukung rencana tersebut. Induk perusahaan XL Axiata, yaitu Axiata sebelumnya juga meneken perjanjian eksklusif dengan Telenor, seperti yang saat ini terjadi pada Tri dan Indosat. Hanya saja, Axiata dan Telenor tidak berujung merger.
Baca Juga: XL Axiata Siap Hadapi Lonjakan Trafik Data Libur Panjang Nataru
 
Asal tahu saja, XL Axiata sebelumnya pernah melakukan aksi korporasi dengan mengakuisisi Axis dengan mahar USD865 juta pada Maret 2014. Adapun kini, nama Axis jadi senjata dual brand bersama XL dalam mengarungi industri telekomunikasi Tanah Air.&quot;Nah, apakah XL akan melakukan (merger-red)? Sebetulnya sering saya katakan bahwa dalam beberapa tahun ini, XL dan beberapa operator di Indonesia, barangkali excluding Telkom Group, saling menjajaki satu sama lain,&quot; tuturnya.
Kata Dian, perseroan dan stakeholder tetap membuka diri atau melihat  untuk melakukan merger. Soal dengan siapa cocoknya, harga berapa dan itu  akan masuk ke jenjang lebih lanjut. Tahun ini, XL memperkirakan  anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sama dengan alokasi  tahun lalu yang sebesar Rp7,5 triliun. Nantinya, penggunaan anggaran  akan difokuskan untuk melanjutkan ekspansi jaringan 4G guna mendukung  peningkatan bisnis layanan data, termasuk di luar Jawa.
Disampaikan Dian, dalam menghadapi persaingan tahun ini, XL Axiata  masih fokus pada sejumlah strategi, antara lain berupaya menyiapkan  jaringan untuk implementasi layanan 5G. &amp;ldquo;Sejumlah inisiatif telah  dilaksanakan guna meningkatkan kapasitas jaringan dan efisiensi jaringan  yang mencakup radio, transport, dan core,&amp;rdquo;ujarnya.
Dian menjelaskan, salah satu yang baru saja dilakukan perseroan  adalah uji coba dynamic spectrum sharing (DSS) 4G dan 5G. Teknologi ini  memungkinkan pemanfaatan spektrum yang sama untuk layanan 4G dan 5G.  Sementara itu, dari sisi operasional, XL berupaya mengelola capex dengan  efektif, mendorong digitalisasi, dan otomasi pada berbagai dimensi  operasional.&amp;ldquo;Untuk strategi pertumbuhan, kami terus melakukan investasi  di luar Jawa, memperluas partnership dan pengembangan produk dengan  personalization, serta mengembangkan bisnis XL Home,&amp;rdquo; jelas dia.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT XL Axiata Tbk (EXCL) membuka peluang merger dengan operator seluler. Setelah santer kabar PT Indosat Ooredoo bakal merger dengan Hutchison 3 Indonesia (Tri), membuat manejeman PT XL Axiata Tbk (EXCL) angkat bicara dan menyambut baik konsolidasi antar perusahaan telekomunikasi.
Presiden Direktur &amp;amp; CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan bahwa saat ini jumlah pemain operator seluler yang beroperasi dinilai terlalu banyak. Hal itu yang menimbulkan persaingan yang menjurus perang harga.
Baca Juga: Ini Cara Mudah Berbagi Pulsa XL ke Sesama Pengguna
 
&quot;Konsolidasi itu baik untuk industri karena industri telco Indonesia saat ini masih terdapat kelebihan jumlah pemain yang membuat persaingan luar biasa, kadang-kadang mendekati brutal,&quot; ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Rabu (17/2/2021).
Dengan terjadinya operator seluler merger satu sama lain, menurutnya akan berdampak positif bagi industri. Dirinya berpendapat kalau ada operator seluler lain sedang berupaya merger, perusahaannya mendukung rencana tersebut. Induk perusahaan XL Axiata, yaitu Axiata sebelumnya juga meneken perjanjian eksklusif dengan Telenor, seperti yang saat ini terjadi pada Tri dan Indosat. Hanya saja, Axiata dan Telenor tidak berujung merger.
Baca Juga: XL Axiata Siap Hadapi Lonjakan Trafik Data Libur Panjang Nataru
 
Asal tahu saja, XL Axiata sebelumnya pernah melakukan aksi korporasi dengan mengakuisisi Axis dengan mahar USD865 juta pada Maret 2014. Adapun kini, nama Axis jadi senjata dual brand bersama XL dalam mengarungi industri telekomunikasi Tanah Air.&quot;Nah, apakah XL akan melakukan (merger-red)? Sebetulnya sering saya katakan bahwa dalam beberapa tahun ini, XL dan beberapa operator di Indonesia, barangkali excluding Telkom Group, saling menjajaki satu sama lain,&quot; tuturnya.
Kata Dian, perseroan dan stakeholder tetap membuka diri atau melihat  untuk melakukan merger. Soal dengan siapa cocoknya, harga berapa dan itu  akan masuk ke jenjang lebih lanjut. Tahun ini, XL memperkirakan  anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sama dengan alokasi  tahun lalu yang sebesar Rp7,5 triliun. Nantinya, penggunaan anggaran  akan difokuskan untuk melanjutkan ekspansi jaringan 4G guna mendukung  peningkatan bisnis layanan data, termasuk di luar Jawa.
Disampaikan Dian, dalam menghadapi persaingan tahun ini, XL Axiata  masih fokus pada sejumlah strategi, antara lain berupaya menyiapkan  jaringan untuk implementasi layanan 5G. &amp;ldquo;Sejumlah inisiatif telah  dilaksanakan guna meningkatkan kapasitas jaringan dan efisiensi jaringan  yang mencakup radio, transport, dan core,&amp;rdquo;ujarnya.
Dian menjelaskan, salah satu yang baru saja dilakukan perseroan  adalah uji coba dynamic spectrum sharing (DSS) 4G dan 5G. Teknologi ini  memungkinkan pemanfaatan spektrum yang sama untuk layanan 4G dan 5G.  Sementara itu, dari sisi operasional, XL berupaya mengelola capex dengan  efektif, mendorong digitalisasi, dan otomasi pada berbagai dimensi  operasional.&amp;ldquo;Untuk strategi pertumbuhan, kami terus melakukan investasi  di luar Jawa, memperluas partnership dan pengembangan produk dengan  personalization, serta mengembangkan bisnis XL Home,&amp;rdquo; jelas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
