<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dolar Rebound Didongkrak Imbal Hasil Obligasi, Bitcoin Tembus USD50.000</title><description>Dolar Amerika Serikat (AS) rebound dari posisi terendah tiga minggu pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/320/2363362/dolar-rebound-didongkrak-imbal-hasil-obligasi-bitcoin-tembus-usd50-000</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/320/2363362/dolar-rebound-didongkrak-imbal-hasil-obligasi-bitcoin-tembus-usd50-000"/><item><title>Dolar Rebound Didongkrak Imbal Hasil Obligasi, Bitcoin Tembus USD50.000</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/320/2363362/dolar-rebound-didongkrak-imbal-hasil-obligasi-bitcoin-tembus-usd50-000</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/320/2363362/dolar-rebound-didongkrak-imbal-hasil-obligasi-bitcoin-tembus-usd50-000</guid><pubDate>Rabu 17 Februari 2021 07:20 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/17/320/2363362/dolar-rebound-didongkrak-imbal-hasil-obligasi-bitcoin-tembus-usd50-000-EIanqEnC2G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/17/320/2363362/dolar-rebound-didongkrak-imbal-hasil-obligasi-bitcoin-tembus-usd50-000-EIanqEnC2G.jpg</image><title>Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>NEW YORK - Dolar Amerika Serikat (AS) rebound dari posisi terendah tiga minggu pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), terangkat kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS ke tertinggi sebelum pandemi dan sentimen ekonomi bullish.

Sementara itu, mata uang kripto bitcoin berhasil menembus level psikologis USD50.000 ke rekor tertinggi, karena terus mendapatkan kredibilitas di antara perusahaan dan investor besar.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Indeks Dolar AS Melemah Usai Menguat 5 Hari Berturut
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi sejak Februari 2020, menambah dukungan bagi greenback saat optimisme ekonomi memicu reflasi perdagangan.

Optimisme digaungkan oleh Presiden Federal Reserve St.Louis James Bullard, yang mengatakan dalam sebuah wawancara di CNBC bahwa kondisi keuangan AS &quot;secara umum baik,&quot; dan bahwa inflasi kemungkinan akan memanas tahun ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gubernur BI Akui Rupiah Masih Kemurahan
Laporan manufaktur Empire State yang optimis dari The Fed New York menawarkan gambaran ekonomi yang lebih cerah daripada yang ditunjukkan data yang dirilis minggu lalu.

&quot;Imbal hasil tinggi memberikan dolar dengan sedikit dukungan,&quot; kata Shaun Osborne, kepala strategi valas di Scotiabank di Toronto. &quot;Tapi banyak orang percaya kenaikan imbal hasil akan dibarengi dengan inflasi yang lebih tinggi.&quot;&quot;Saya tidak yakin aksi hari ini memberi tahu kami banyak hal tentang  tren keseluruhan,&quot; tambah Osborne. &quot;Saya pikir dolar kemungkinan akan  diperdagangkan lebih lemah ke depannya.&quot;

Terhadap sekeranjang para pesaingnya, dolar naik 0,21 persen menjadi  90,508, setelah sebelumnya jatuh ke 90,117, level terendah sejak 26  Januari.

Bitcoin menembus USD50.000 hingga menyentuh level tertinggi sepanjang  masa di USD50.602, tetapi terakhir ditarik kembali ke USD48.675,18.  Mata uang kripto terbesar di dunia itu telah meningkat sekitar 68 persen  sepanjang tahun ini, didorong oleh pengumuman Tesla Inc bahwa mereka  telah membeli 1,5 miliar dolar AS dalam bentuk bitcoin.

Terlepas dari reli bitcoin, Osborne skeptis.

&quot;Karena perusahaan yang lebih besar tertarik, hal itu memberikan  legitimasi yang lebih besar, tetapi tampaknya masih spekulatif,  perdagangan ritel pada saat ini,&quot; katanya.

Euro membalikkan kenaikannya terhadap penguatan dolar dan terakhir  turun 0,10 persen. Kenaikan harga minyak secara singkat mengangkat dolar  Kanada dan krona Norwegia.

Dolar juga menguat atas safe-haven yen Jepang, yang jatuh melampaui  rata-rata pergerakan 200 hari terhadap dolar dan mencapai posisi  terendah multi-tahun terhadap euro, Aussie dan franc Swiss.

Sterling mengupas kenaikannya terhadap dolar, dan terakhir hampir  datar terhadap greenback setelah menyentuh level tertinggi sejak April  2018 karena kemajuan peluncuran vaksin Inggris.

Dolar Australia yang sensitif terhadap risiko sempat mencapai  tertinggi satu bulan di 0,7805 dolar AS dan kiwi atau dolar Selandia  baru menyentuh puncak lima minggu di 0,7268 dolar AS, sebelum mundur  kembali.</description><content:encoded>NEW YORK - Dolar Amerika Serikat (AS) rebound dari posisi terendah tiga minggu pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), terangkat kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS ke tertinggi sebelum pandemi dan sentimen ekonomi bullish.

Sementara itu, mata uang kripto bitcoin berhasil menembus level psikologis USD50.000 ke rekor tertinggi, karena terus mendapatkan kredibilitas di antara perusahaan dan investor besar.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Indeks Dolar AS Melemah Usai Menguat 5 Hari Berturut
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi sejak Februari 2020, menambah dukungan bagi greenback saat optimisme ekonomi memicu reflasi perdagangan.

Optimisme digaungkan oleh Presiden Federal Reserve St.Louis James Bullard, yang mengatakan dalam sebuah wawancara di CNBC bahwa kondisi keuangan AS &quot;secara umum baik,&quot; dan bahwa inflasi kemungkinan akan memanas tahun ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gubernur BI Akui Rupiah Masih Kemurahan
Laporan manufaktur Empire State yang optimis dari The Fed New York menawarkan gambaran ekonomi yang lebih cerah daripada yang ditunjukkan data yang dirilis minggu lalu.

&quot;Imbal hasil tinggi memberikan dolar dengan sedikit dukungan,&quot; kata Shaun Osborne, kepala strategi valas di Scotiabank di Toronto. &quot;Tapi banyak orang percaya kenaikan imbal hasil akan dibarengi dengan inflasi yang lebih tinggi.&quot;&quot;Saya tidak yakin aksi hari ini memberi tahu kami banyak hal tentang  tren keseluruhan,&quot; tambah Osborne. &quot;Saya pikir dolar kemungkinan akan  diperdagangkan lebih lemah ke depannya.&quot;

Terhadap sekeranjang para pesaingnya, dolar naik 0,21 persen menjadi  90,508, setelah sebelumnya jatuh ke 90,117, level terendah sejak 26  Januari.

Bitcoin menembus USD50.000 hingga menyentuh level tertinggi sepanjang  masa di USD50.602, tetapi terakhir ditarik kembali ke USD48.675,18.  Mata uang kripto terbesar di dunia itu telah meningkat sekitar 68 persen  sepanjang tahun ini, didorong oleh pengumuman Tesla Inc bahwa mereka  telah membeli 1,5 miliar dolar AS dalam bentuk bitcoin.

Terlepas dari reli bitcoin, Osborne skeptis.

&quot;Karena perusahaan yang lebih besar tertarik, hal itu memberikan  legitimasi yang lebih besar, tetapi tampaknya masih spekulatif,  perdagangan ritel pada saat ini,&quot; katanya.

Euro membalikkan kenaikannya terhadap penguatan dolar dan terakhir  turun 0,10 persen. Kenaikan harga minyak secara singkat mengangkat dolar  Kanada dan krona Norwegia.

Dolar juga menguat atas safe-haven yen Jepang, yang jatuh melampaui  rata-rata pergerakan 200 hari terhadap dolar dan mencapai posisi  terendah multi-tahun terhadap euro, Aussie dan franc Swiss.

Sterling mengupas kenaikannya terhadap dolar, dan terakhir hampir  datar terhadap greenback setelah menyentuh level tertinggi sejak April  2018 karena kemajuan peluncuran vaksin Inggris.

Dolar Australia yang sensitif terhadap risiko sempat mencapai  tertinggi satu bulan di 0,7805 dolar AS dan kiwi atau dolar Selandia  baru menyentuh puncak lima minggu di 0,7268 dolar AS, sebelum mundur  kembali.</content:encoded></item></channel></rss>
