<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Relaksasi PPnBM, Penjualan Mobil Ditarget 80 Ribu Unit/Bulan</title><description>Pemerintah membebaskan Pajak Penjualan Barang Mewah ( PPnBM) untuk mobil baru terhitung dalam tiga bulan mulai 1 Maret 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/320/2363541/relaksasi-ppnbm-penjualan-mobil-ditarget-80-ribu-unit-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/320/2363541/relaksasi-ppnbm-penjualan-mobil-ditarget-80-ribu-unit-bulan"/><item><title>Relaksasi PPnBM, Penjualan Mobil Ditarget 80 Ribu Unit/Bulan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/320/2363541/relaksasi-ppnbm-penjualan-mobil-ditarget-80-ribu-unit-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/320/2363541/relaksasi-ppnbm-penjualan-mobil-ditarget-80-ribu-unit-bulan</guid><pubDate>Rabu 17 Februari 2021 12:54 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/17/320/2363541/relaksasi-ppnbm-penjualan-mobil-ditarget-80-ribu-unit-bulan-DBjmJ4fybS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pajak Mobil Baru 0% (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/17/320/2363541/relaksasi-ppnbm-penjualan-mobil-ditarget-80-ribu-unit-bulan-DBjmJ4fybS.jpg</image><title>Pajak Mobil Baru 0% (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah membebaskan Pajak Penjualan Barang Mewah ( PPnBM) untuk mobil baru terhitung dalam tiga bulan mulai 1 Maret 2021. Pajak mobil baru 0% akan membuat harga mobil turun dari biasanya.
Baca Juga: Beli Mobil Bebas Pajak Mulai Bulan Depan, Ini Penjelasan Menko Airlangga
 
Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto berharap adanya kebijakan ini bisa membuat penjualan mobil naik mendekati rata - rata penjualan sebelum Pandemi Covid-19.
&quot;Kita harapkan penjualan mobil bisa loncat ke 70 -80 ribu mendekati angka sebelum adanya pandemi,&quot; katanya dalam Market Review IDX Channel, Rabu (17/2/2021).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yNi82Ny8xMjM3NDgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, sebelum adanya pandemi, penjualan otomotif setiap bulannya mencapai 85 ribu sampai 90 ribu unit per bulan. Namun karena adanya pandemi penjualan saat ini hanya berkisar di 50 ribu saja.
&quot;Penjualan di Januari 2021 itu  53 ribu, sementara di 2020 masih bagus di kisaran 70 ribuan unit. Nah yang lebih parah lagi di April 2020 cuma 7 ribu unit,&quot; terangnya.
Dia menambahkan, pihaknya optimis bahwa adanya PPnBM dengan  syarat yang diberikan bisa mendongkrak penjualan. Sebab, segmen 1500 cc  merupakan pasar yang besar di industri otomotif tanah air.
&quot;Pangsa pasar 1500cc ini besar sekitar 60%. ini segmen yang  berada  di harga Rp300 juta ke bawah karena kemampuan masyarakat kita ada di  situ. kami harap bisa mendongkrak penjualan,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah membebaskan Pajak Penjualan Barang Mewah ( PPnBM) untuk mobil baru terhitung dalam tiga bulan mulai 1 Maret 2021. Pajak mobil baru 0% akan membuat harga mobil turun dari biasanya.
Baca Juga: Beli Mobil Bebas Pajak Mulai Bulan Depan, Ini Penjelasan Menko Airlangga
 
Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto berharap adanya kebijakan ini bisa membuat penjualan mobil naik mendekati rata - rata penjualan sebelum Pandemi Covid-19.
&quot;Kita harapkan penjualan mobil bisa loncat ke 70 -80 ribu mendekati angka sebelum adanya pandemi,&quot; katanya dalam Market Review IDX Channel, Rabu (17/2/2021).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8yNi82Ny8xMjM3NDgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, sebelum adanya pandemi, penjualan otomotif setiap bulannya mencapai 85 ribu sampai 90 ribu unit per bulan. Namun karena adanya pandemi penjualan saat ini hanya berkisar di 50 ribu saja.
&quot;Penjualan di Januari 2021 itu  53 ribu, sementara di 2020 masih bagus di kisaran 70 ribuan unit. Nah yang lebih parah lagi di April 2020 cuma 7 ribu unit,&quot; terangnya.
Dia menambahkan, pihaknya optimis bahwa adanya PPnBM dengan  syarat yang diberikan bisa mendongkrak penjualan. Sebab, segmen 1500 cc  merupakan pasar yang besar di industri otomotif tanah air.
&quot;Pangsa pasar 1500cc ini besar sekitar 60%. ini segmen yang  berada  di harga Rp300 juta ke bawah karena kemampuan masyarakat kita ada di  situ. kami harap bisa mendongkrak penjualan,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
