<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag Lutfi Ajak Menteri-Menteri Bahas Masalah Ekspor RI</title><description>Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi bakal mengadakan pertemuan dengan sejumlah Menteri di Kabinet Indonesia Maju.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/320/2363566/mendag-lutfi-ajak-menteri-menteri-bahas-masalah-ekspor-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/320/2363566/mendag-lutfi-ajak-menteri-menteri-bahas-masalah-ekspor-ri"/><item><title>Mendag Lutfi Ajak Menteri-Menteri Bahas Masalah Ekspor RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/320/2363566/mendag-lutfi-ajak-menteri-menteri-bahas-masalah-ekspor-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/320/2363566/mendag-lutfi-ajak-menteri-menteri-bahas-masalah-ekspor-ri</guid><pubDate>Rabu 17 Februari 2021 13:38 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/17/320/2363566/mendag-lutfi-ajak-menteri-menteri-bahas-masalah-ekspor-ri-VYusFx6lXo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (Foto: Dokumentasi Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/17/320/2363566/mendag-lutfi-ajak-menteri-menteri-bahas-masalah-ekspor-ri-VYusFx6lXo.jpg</image><title>Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (Foto: Dokumentasi Kemendag)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi bakal mengadakan pertemuan dengan sejumlah Menteri di Kabinet Indonesia Maju. Pertemuan tersebut untuk membahas perihal akselerasi pengembangan ekspor nasional ke ranah global. Pembahasan ditargetkan rampung Februari 2021.
Isu besar yang akan menjadi pertemuan tersebut adalah perihal kualitas produk pengusaha lokal, perizinan, hingga pemetaan pasar di ranah global. Isu tersebut dinilai Kementerian Perdagangan masih menjadi kendala bagi pengusaha di dalam negeri.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekspor Pertanian Naik 13,9% Disumbang Sarang Burung Walet, Impor Turun
Akselerasi pengembangan ekspor produk-produk lokal dapat dilakukan, bila pemerintah mengambil sikap intervensi. Salah satunya adalah memecahkan kendala menjadi sejumlah program yang dapat mendorong pengusaha Tanah Air untuk melakukan ekspor hasil produksinya.
&quot;Saya ingin kita sama-sama kembangkan dengan apa yang saya punya di Kementerian saya, kita kolaborasikan dengan asosiasi supaya program-program ini langsung bisa dinikmati calon-calon pengusaha, anak-anak muda kita, supaya mereka tidak saja bisa bersaing, tapi juga bisa berkolaborasi. Jadi ini tujuan utamanya,&quot; ujar Lutfi dalam sambutannya pada Peresmian Program Kolaborasi Akselerasi Mencetak 500.000 Eksportir Baru di 2030, Rabu (17/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;BPS Catat Ekspor Pertanian Januari 2021 Naik 13,91%
Pengusaha nasional dinilai masih dihadapkan pada persoalan kerumitan birokrasi dan perizinan. Perkara itu bahkan diikuti oleh pemahaman para pebisnis ihwal pemetaan market di tingkat global.
&quot;Setelah izin, jadi pengusaha mereka dihadapkan lagi sesuatu yang mereka tidak pernah lihat sebelumnya yaitu bagaimana sulitnya mencari market. Dan yang penting setelah marketnya di cari adalah bagaimana dapat dibayar oleh pembelinya,&quot; kata dia.Persoalan lain adalah kualitas produk di Indonesia yang tercatat  masih kalah dengan negara-negara Asia lainnya. Perkara kualitas  menyebabkan pengusaha kesulitan mendapatkan pasar global.
&quot;Perbedaan daripada kualitas. Karena kualitas yang tidak sesuai  dengan yang dijanjikan, orang Korea menolak untuk membayar. Begitu  menolak membayar 100 juta selesai ceritanya. Nah, ini saya tes, ingin  tahu berapa lama, karena saya punya Dirjen pengembangan ekspor nasional.  Pengen tahu Berapa lama bisa diselesaikan,&quot; tutur Lutfi.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi bakal mengadakan pertemuan dengan sejumlah Menteri di Kabinet Indonesia Maju. Pertemuan tersebut untuk membahas perihal akselerasi pengembangan ekspor nasional ke ranah global. Pembahasan ditargetkan rampung Februari 2021.
Isu besar yang akan menjadi pertemuan tersebut adalah perihal kualitas produk pengusaha lokal, perizinan, hingga pemetaan pasar di ranah global. Isu tersebut dinilai Kementerian Perdagangan masih menjadi kendala bagi pengusaha di dalam negeri.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ekspor Pertanian Naik 13,9% Disumbang Sarang Burung Walet, Impor Turun
Akselerasi pengembangan ekspor produk-produk lokal dapat dilakukan, bila pemerintah mengambil sikap intervensi. Salah satunya adalah memecahkan kendala menjadi sejumlah program yang dapat mendorong pengusaha Tanah Air untuk melakukan ekspor hasil produksinya.
&quot;Saya ingin kita sama-sama kembangkan dengan apa yang saya punya di Kementerian saya, kita kolaborasikan dengan asosiasi supaya program-program ini langsung bisa dinikmati calon-calon pengusaha, anak-anak muda kita, supaya mereka tidak saja bisa bersaing, tapi juga bisa berkolaborasi. Jadi ini tujuan utamanya,&quot; ujar Lutfi dalam sambutannya pada Peresmian Program Kolaborasi Akselerasi Mencetak 500.000 Eksportir Baru di 2030, Rabu (17/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;BPS Catat Ekspor Pertanian Januari 2021 Naik 13,91%
Pengusaha nasional dinilai masih dihadapkan pada persoalan kerumitan birokrasi dan perizinan. Perkara itu bahkan diikuti oleh pemahaman para pebisnis ihwal pemetaan market di tingkat global.
&quot;Setelah izin, jadi pengusaha mereka dihadapkan lagi sesuatu yang mereka tidak pernah lihat sebelumnya yaitu bagaimana sulitnya mencari market. Dan yang penting setelah marketnya di cari adalah bagaimana dapat dibayar oleh pembelinya,&quot; kata dia.Persoalan lain adalah kualitas produk di Indonesia yang tercatat  masih kalah dengan negara-negara Asia lainnya. Perkara kualitas  menyebabkan pengusaha kesulitan mendapatkan pasar global.
&quot;Perbedaan daripada kualitas. Karena kualitas yang tidak sesuai  dengan yang dijanjikan, orang Korea menolak untuk membayar. Begitu  menolak membayar 100 juta selesai ceritanya. Nah, ini saya tes, ingin  tahu berapa lama, karena saya punya Dirjen pengembangan ekspor nasional.  Pengen tahu Berapa lama bisa diselesaikan,&quot; tutur Lutfi.</content:encoded></item></channel></rss>
